kerja efektif secara jika mau bisnis online buat pemula..

posted in: Entrepreneurship | 0

Pulang dari cangkruan di phoenam coffee klampis bareng kawan-kawan yang punya toko online, dapat ilmu baru kalo punya penyakit malas melakukan prosedur online yang membosankan maka ‘hire’ aja karyawan dari peserta pelatihan online yang memang masih bermental karyawan…

Ternyata walopun sudah pada bisnis toko online baik pemula atau yang sudah punya jam terbang yang tinggi, selalu ada faktor malas untuk melakukan ‘prosedur’ atau SOP dari bisnis on line seperti blok walking, submit, pasang iklan gratis dll karena memang yang dilakukan itu sangat membosankan. Mereka itu masih lebig seneng hunting software dari pada ‘rajin’ melakukan ‘prosedur’.

Saya sendiri kalo browsing via internet untuk nulis atau nyari gambar-gambar bisa betah 12 jam tanpa bergerak tapi kalo mau melakukan ‘prosedur’ tadi bener-bener gak tahan, paling 10 menit sudah gak betah, maunya ngemil atau tiduran dan akibatnya yang ada bukannya dapet duit dari toko online tapi berat badan bertambah.

Hehehe…

Nah saat cangkruan itu, ada celetukan dari mr.orysu saat beliau memperkenalkan diri, ternyata secara lihai beliau bisa melihat ada seorang cewek peserta pelatihan yang masih kuliah lebih berminat dapat bayaran tetap daripada harus berbisnis sendiri secara online. Pendekatan pun dilakukan oleh beliau ke sang cewek dan gayung pun bersambut ternyata si cewek bersedia bekerja pada mr. Orysu untuk melakukan prosedur toko online yang membosankan itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh coach saya dalam pelatihan itu, cuman motifnya beda, beliau bukannya malas tapi karena ada permintaan dari peserta yang katanya pingin lebih mahir maka meminta untuk magang di tempat usaha beliau. Dan ternyata saat praktek si peserta itu bukannya melakukan ‘prosedur’ di toko onlinenya sendiri tapi lebih seneng ‘nggarap’ toko online nya sang coach. Akhirnya sang coach pun memerikan sekedar uang saku pada peserta pelatihan yang rencana awalnya ingin magang itu.

Ada lagi kisah dari sang coach yang iseng-iseng datang ke beberapa warnet di surabaya, beliau ngobrol ngalor-ngidul dengan para penjaga warnet dan ternyata ada kesimpulan yang berhasil beliau ambil kalo gaji per bulan penjaga warnet itu antara 300-500rb per bulan dengan kerja seharian hampir 12 jam. Iseng-iseng beliau tawarkan tambahan pada penjaga warnet itu untuk kerja di tempatnya untuk melakukan ‘prosedur’ toko online. Tambahan yang di tawarkan juga nggak banyak sekitar 100-200rb saja, nggak disangka mereka berminat.

Jadi ada dua alternatif calon karyawan yang bisa di magangkan yaitu peserta pelatihan atau mantan karyawan warnet. Tapi kalo menurut saya lebih enak meng’hire’ mantan peserta pelatihan karena mental dan visinya sudah sama, apalagi biasanya mereka sudah siap dengan laptop atau notebook sendiri.

Saya pikir dari pada repot-repot dan bingung nyari software untuk melakukan ‘prosedur’ yang membosankan di toko online, ‘hire’ karyawan merupakan tool hardware yang lebih efektif.

Gimana?

Makasih ya mr.orysu dan coach buat idenya, berkat kalian kemudian saya jadi pesen sama instruktur pelatihan toko online itu, jika ada peserta pelatihan diangkatan berikutnya yang bisa diarahkan jadi karyawan saya sangat berminat….