keberanian & kemerdekaan

setiap bulan agustus, saya mau tidak mau dipaksa untuk merayakan hari kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan bangsa asing. yang menjadi pokok perhatian dibulan agustus selalu keberanian para pemuda sederhana bangsa ini dalam bejuang dan berperang melawan para penjajah yang bersenjata modern hanya dengan senjata tradisional. dan hanya dengan modal keberanian serta tekad saja akhirnya para pemuda itu berhasil memenangkan sebuah kemerdekaan yang di idam-idamkannya.

64 tahun sudah saya merasakan dan menikmati alam kemerdekaan ini. dan perlahan tapi pasti keberanian para pemuda jaman itu hanya sekedar menjadi mitos belaka karena sekarang sudah sulit untuk mengaplikasikannya, selain sudah terlalu lama peristiwa itu terjadi juga para pelakunya sudah hampir punah semuanya. tinggal kini bagaimana saya sebagai pemuda di jaman ini bisa mengaplikasikan keberanian tadi tanpa harus ketinggalan jaman dan tetep bisa mengikuti perkembangan trend di jaman modern ini.

saya dengar dari seorang senior bahwa dulu keberanian dan kemerdekaan adalah sebuah slogan yang penuh makna sebagai pembangkit semangat juang dari para pemuda dijamannya. tapi kini kalau tetep dijadikan slogan saja tidak akan ada hasilnya dan hanya menjadi slogan kosong.

sebagai pemuda jaman ini saya melihat tetep ada upaya dari generasi saya agar keberanian dan kemerdekaan itu tidak hanya berlaku sebagai slogan kosong. kreativitaslah yang bisa bikin keduanya menjadi lebih bermakna. belum semua pemuda bisa berbuat yang sama tapi paling tidak sebagian pemuda yang bergerak dibidang marketing dan promosi selalu berusaha mengolah kedua jargon itu sebagai suatu slogan yang dapat meningkatkan penjualan produk-produk mereka.

sebagai contoh pada bulan agustus diberbagai mall dan pusat pembelanjaan berlomba mengadakan promo discount pembelian berbagai produk ditempatnya dengan menggunakan angka-angka yang dianggap keramat oleh bangsa ini misalnya ‘discount gede-gedean sampai 45% +17% + 8%’ atau ‘untuk konsumen yang datang dengan memakai atribut atau asesoris dengan warna merah dan putih akan mendapat harga khusus’ dan masih banyak lagi yang lainnya.

keberanian para pemuda yang menjadi otak dibalik semua ini patut diacungkan jempol, karena kreativitas dan inovasi mereka sangat luar biasa. saya tahu saat awal program-program seperti ini diluncurkan banyak lontaran kritikan dari manusia-manusia yang selalu berpikir negative yang menganggap hal tersebut melecehkan dan merendahkan nilai-nilai luhur dan pengorbanan pahlawan bangsa ini. tapi seiring dengan waktu para pemuda tadi bisa membuktikan bahwa program-program mereka untuk menyambut hari kemerdekaan  bukan sesuatu yang nyeleneh kaena semakin disukai oleh konsumen.

keberanian mereka untuk mengangkat jargon klasik menjadi jargon pemasaran modern semakin menunjukkan nhasilnya bahkan semakin kreative dengan diluncurkannya berbagai produk-produk baru dengan nuansa merah putih. atau paket-paket promo dengan mengunakan angka kramat tidak hanya sekedar potongan harga tapi sudah merambah ke berbagai sektor konsumsi seperti      ‘jika beli pulsa senilai (…………….) maka akan mendapat bonus berupa 17 pulsa  + 8 kali sambungan + 45 sms tambahan gratis’

keberanian dalam berkreasi inilah yang sekarang menjadi tantangan saya. saya tidak ingin terpuruk dalam mitos-mitos sakral masa lalu dan harus bisa merubah setiap momen yang ada menjadi alat untuk mendokrak omset penjualan produk saya.

seperti biasa hanya sebagian kecil yang berani berkarya secara kreative sedangkan yang lainnya saya rasa masih belum merdeka secara mindset mereka. banyak teman-teman yang terjajah oleh pola pikir mereka sendiri. mereka masih belum punya keberanian untuk memerdekakan dirinya dari pola pikir dan mental tradisional yang berlaku dalam norma dan kebudayaan yang ada di indonesia.

banyak kawan yang pola pikirnya masih teratur dan rapi dalam kungkungan budaya sungkan yang ada. ini bikin kreativitas menjadi mandeg sebab keberanian berkarya dibatasi oleh hal-hal yang tidak real.

sebenernya banyak pihak sudah berupaya memberikan pancingan dan dorongan bagi generasi muda untuk punya keberanian dan jangan takut-takut dalam mengeluarkan ide dan karya-karya mereka, dan bentuk pancingannyapun bisa bermacam-macam seperti penghargaan atau award bahkan hadiah uang tunai ratusan juta rupiah,  tapi tetep saja hanya sebagian kecil yang menyambutnya dan sebagian kecil dari para pemuda kreative itulah yang kini melenggang sebagai tokoh-tokoh muda yang sukses dan menjadi panutan bangsa ini. mereka sudah menjadi orang yang merdeka dalam bertindak dan berfikir, saya menjadikan mereka contoh untuk memotivasi diri saya agar tidak melempem kembali bila menemui kesulitan dan kegagalan.

yuk kita bebaskan pikiran kita secara liar, pupuk keberanian buat nabrak norma yang ada.

dengan cara itu dulu seringkali saya dianggap sableng, gila dan gak umum. tapi pada saatnya saya bisa membuktikan bahwa saya bener.  saya cuek aja dengan apa kata orang lain tentang diri saya,  karena mereka kan hanya bisa berkata-kata saja, tapi sebenernya hanya saya sendirilah yang bisa menentukan apakah saya mau jadi manusia bebas merdeka tanpa harus menyakiti orang-orang terdekat saya atau tetep hanya menjadi manusia terjajah yang tidak punya keberanian dalam bertindak hanya untuk memberikan kesenangan semu pada orang-orang terdekat kita.

kemerdekaan adalah sebuah ide gitu kata senior saya dalam sebuah kesempatan.

lalu muncul sesuatu dalam pikiran saya, tapi inipun juga tidak orisinil karena sesungguhnya muncul dari penjelasan perkataan senior tadi, dari pada duit negara dipakai untuk bikin patung-patung pahlawan atau berbagai monumen yang harganya sangat mahal dan biaya perawatanya lebih ahal lagi,  mending dibikinkan kaos oblong dengan tema perjuangan, para pahlawan yang telah gugur, atau bertema jargon-jargon keberanian dan kemerdekaan yang tetep bisa sesuai sepanjang masa. jadilah monumen itu tetep ada tapi dalam bentuk yang berbeda, lebih murah biayanya, lebih dekat dihati dan bisa dipakai semua orang siapa saja karena harganya terjangkau. apalagi iini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi siapa saja yang terlibat didalam pengelolaannya dan bisa menjadi oleh-oleh atau souvenir dari negara ini.

atau ada yang punya usulan lain agar teman-teman kita yang masih belom merdeka menjadi punya keberanian untuk menghancurkan penjajahan mental dan mindset yang ada dalam diri mereka sendiri?

dan jangan pernah lagi bilang bahwa ‘lamanya masa penjajahan di indonesia’ bisa dijadikan alasan penyelamat kenapa keberanian itu tidak pernah bisa berkembang di hati ini.

semuanya gak harus mahal dan sulit kok, tergantung pola pikir kita sendiri…………….

Leave a Reply