Jurus ‘nderek mulyo’

posted in: Entrepreneurship | 0

Waktu main ke Jogja kemaren saya cangkruan di Bozesa Computer, yaitu sebuah toko khusus speaker untuk asesoris computer yang berada di Ramai Mall Malioboro.

Di toko itu saya ngobrol dan sharing dengan para ownernya, toko itu dimiliki oleh 3 orang yang rata-rata masih kuliah. Ya mereka kuliah sambil bisnis.

Dari ngobrol-ngobrol itu saya jadi tau kenapa ke tiganya memilih berbisnis itu dan kenapa mereka memilih mall sebagai tempat mereka memulai bisnis, padahal kan mall terkenal mahal dalam memberikan harga sewa.

Mereka memulai nggak pake nekad, semua sudah diitung dengan benar dan hati-hati, kenapa pilih di mall ternyata karena di mall tempat mereka jualan sekarang itu termasuk salah satu mall pusat IT yang cukup terkenal di jogaja.

Jadi kalo jualan disana nggak perlu bingung mencari konsumen sebab konsumennya sudah pada datang sendiri. PR berikutnya adalah bagaimana para konsumen yang datang ke mall itu kemudian mampir di toko mereka lantas membeli dagangan mereka.

Lantas mereka menjelaskan ke saya kenapa mereka pilih jualan speaker asesoris disana.

Awalnya mereka memang pinginnya jualan computer disana seperti mayoritas kebanyakan toko yang ada disitu. Tapi setelah mereka itung ulang dan setelah dipikir lagi ternyata modal mereka nggak cukup buat modal buka toko komputer, karena memang harga komputer kan mahal apalagi buat mengisi penuh display di toko mereka itu. Wong duit yang ada buat bayar sewa tokonya aja itungan modal mereka ngepas banget.

Biasanya kalo pas kepepet otak akan jadi lebih encer sedikit, begitu kata mereka. Nah karena kepepet mereka dapat ide untuk jualan speaker asesoris computer di toko itu. Tapi selain kepepet sebenernya da juga alasan mereka yang lebih rasional dari segi bisnis.

Mereka bilang hampir semua toko disana fokus pada computer sebagai komoditiyang dijual, nah toko-toko disitu baru menjual asesoris sebagai komoditi tambahan bahkan sedikit sekali yang jualan speaker asesoris dikawasan itu.

Data tersebut mereka dapatkan berdasarkan survey yang mereka lakukan, nah berdasarkan survey itu pula akhirnya yang membuat mereka memutuskan untuk membuka toko speaker disana.

Alasan kedua yang membuat mereka jualan speaker ternyata karena adanya beraneka ukuran speaker, mulai dari yang kecil hingga yang ukurannya gede. Dengan adanya sepaker asesoris dengan ukuran yang gede artinya mereka nggak perlu punya stok barang yang banyak untuk display.

Dengan 2-3 stok speaker asesoris yang ukurannya cukup gede toko mereka dah keliatan penuh, ditambah dengan stok speaker yang ukurannya kecil dan tumpukan kardus kosongnya, toko mereka dah keliatan penuh dan cukup menarik untuk dilirik sama konsumen.

Alasan yang ketiga, harga beli speaker asesoris itu jauh lebih murah dari pada harga beli computer jadi misalnya dengan modal setara harga 2 buah komputer baru maka toko mereka juga sudah keliatan penuh. Lagian kalo ada produk yang dicari konsdumen gak ada di toko mereka maka dengan mudah mereka akan bisa ambilkan di toko-toko tetangga yang kebetulan jualan produk tersebut.

Dengan modal ala kadar tapi ditambah perhitungan yang lumayan masak mereka memulai bisnis toko spesialis speaker asesorisnya. Perlahan tapi pasti apalagi hampir gak ada saingan karena awalnya hanya mereka yang tokonya spesial jualan speaker asesoris, toko mereka mulai dan makin dikenal konsumen.

Konsumen kenal mereka dari mulut kemulut, bahkan beberapa toko mulai menitipkan dagangan speakernya di toko mereka karena terbukti lebih cepat berputarnya. Mungkin karena jualannya fokus kali ya, hanya speaker jadi konsumen jadi gampang ngerti apalagi kalo servicenya memuaskan.

Ada lagi ilmu promosi mereka yang unik tapi cukup mengena dalam mendongkrak penjulan mereka.

Tetep aja pola dasarnya adalah nggak ngeluarin modal gede. Tetep sama seperti saat mereka memutuskan berbisnis dengan berjualan speaker asesoris ditoko mereka. Saya sebut jurus yang mereka pake itu sebagai jurus ‘nderek mulyo’ numpang beken numpang rame.

Kali ini mereka numpang beken dan numpang rame sama orang top, cara yang mereka pake juga unik, mereka nggak perlu harus kenal sama orang top itu agar mau ngiklanin produk mereka. Tapi mereka cukup datang di seminar-seminar orang top itu lantas di sesi akhir acara mereka tunggu sampai ada moment yang tepat sehingga mereka bisa kasih gift pada orang top tersebut.

Nah dengan adanya gift speaker yang mereka kasih ke orang top itu maka pastinya orang top tersebut lebih mau donk diajak foto-foto bareng sambil megang speaker yang dikasih. Oleh mereka maka foto-foto itu dicetak di jadiin standing banner atau poster yang di pajang di toko mereka dan disekitar toko mereka sehingga kesannya si orang top mempromosikan produk-produk mereka.

Cangkruan yang sangat bermanfaat saya bisa belajar banyak dari mahasiswa pebisnis sukses, sik asiiik belajar gratis, sambil ditraktir snack dan minuman ringan…

Thx ya bro
Samurai – @sa_murai