jurus anti galau dan putus asa

posted in: Entrepreneurship | 0

Saat pertama dapat masalah kita akan merasa panik, malu, bingung, nggak tau mesti berbuat apaan. Itu adalah perasaan yang lumrah dialami oleh siapa saja.

Nggak ada yang berharap mendapatkan masalah, harapan yang kita bangun adalah keinginan agar kita selalu senang dan bahagia jadi biasa banget jika rasa itu muncul saat kita mendapatkan masalah untuk pertama kalinya.

karenanya saya akan merasa putus asa jika saya merasa sendirian, apalagi jika sendirian ketika menghadapi masalah. Dalam kesendirian biasanya saya meresa sebagai orang paling sengsara sedunia.

Rasa sedih dan putus asa itu akan terasa agak mencair pada saat saya bekumpul dengan kawan-kawan. Apalagi jika berkumpul dengan kawan-kawan yang juga sedang mengalami kesulitan.

Emang sih ketika saya pamit pulang rasa sedih itu akan datang menyapa kembali tapi jika saya rasakan beneran akan berbeda jika saya tidak berkumpul dengan kawan-kawan itu.

Setelah berkumpul, sharing dang ngobrol dengan mereka saya merasa mulai timbul semangat lagi. Gak sesedih dan setakut sebelumnya dan rasanya jadi lebih berani.

Ketika saya sharing dan berkumpul saling bercerita satu dengan yang lainnya saya jadinya mendapatkan banyak informasi dari berbagai percakapan yang terjadi. Dan seringnya informasi yang didapat itu lebih melegakan pikiran saya.

Kenapa begitu?

Ternyata lebih banyak yang lebih susah dan bermasalah dari saya. Saat saya merasakan masalah yang menimpa saya itu nggak ada apa-apanya dengan masalah kebanyakan kawan secara otomatis pikiran menjadi agak jernih dan semangat muncul kembali.

Semangat emang jadi bangkit lagi, putus asa emang jadi ilang tapi ternyata rasa itu hanya saya alami sendiri. Ternyata ketika saya sampai dirumah, ketika saya dengan semangat bercerita pengalaman dan ilmu yang saya peroleh dari sharing dengan teman-teman tadi seringnya nggak ditanggapi dengan antusias oleh pasangan saya.

Saya penuh semangat, tapi semangat yang saya bawa ternyata nggak gampang menular pada pasangan saya.

Pasangan saya mendengar semua kata saya, pasangan saya memperhatikan dengan seksama apa kata saya, tapi ketika saya selesai bercerita pasangan saya tetep ragu-ragu.

Dia tidak seantusias saya ketika saya selesai mendengar sharing dari kawan-kawan. Bahkan gak jarang diskusi kami malahan jadi pertengkaran.

Heran banget saya jadinya, apa karena sifat saya yang keras atau egois maka terjadi hal itu? Karena pingin memperbaiki keadaan saya segera tanya pada kawan-kawan saya agar bisa melakukan evaluasi.

Ternyata ada 2 versi jawaban yang saya dapatkan,

Jawaban pertama dari kawan-kawan yang datang sendirian ke forum diskusi itu, mereka juga mengalami hal yang sama seperti yang saya alami.

Jawaban kedua saya dapatkan dari kawan-kawan yang datang ke forum bersama pasangannya. Mereka ini ternyata jadinya malahan bisa saling mengisi dan saling memberi semangat sepulangnya dari forum.

Dari dua jawaban itu lantas saya analisa baik-baik. Trus saya langsung praktek, pada pertemuan berikutnya saya ajak pasangan saya untuk hadir datang dalam forum tersebut. Saya bujuk-bujuk dengan berbagai cara agar pasangan saya agar mau ikutan.

Kaget juga saya setelah pulang dari pertemuan pertama dimana saya ajak pasangan saya ikutan. Ternyata pasangan saya langsung ‘nyerocos’ penuh semangat. Pasangan saya jadi punya usulan macem-macem dalam mencari solusi dari permasalahan yang tengah kami alami bersama.

Rupanya walupun diam saja di dalam forum, pasangan saya mendengarkan semua percakapan dan diskusi disana, semangat yang menulari saya ternyata juga menulari pasangan saya.

Jadi walaupun diam saja semangat pasangan saya bangkit lagi. Aura semangat yang ada dalam ruangan dan dirasakan oleh semua yang hadir juga dirasakan pasangan saya.

Tentu saja saya seneng banget, yang tadinya saya masih punya pekerjaan rumah untuk meyakinkan pasangan setelah pulang dari forum kini pekerjaan tersebut menjadi lebih ringan dari sebelumnya.

Semangat memang mudah menular jika kita berada di dalam sebuah kelompok yang bersemangat. Walaupun dalam forum selanjutnya pasangan saya sering absen dan gak ikutan lagi, tapi kepercayaannya pada saran dan cerita saya tetep ada bahkan menjadi semakin yakin dan kuat.

Pengalaman saya dan pasangan inilah yang sekarang rajin saya tularkan pada kawan-kawan yang baru kena masalah, merasa sendirian dan putus asa.

Saya menyarankan pada mereka agar pada saat mereka rajin sharing membicarakan dan mencari solusi, mereka datang dengan pasangannya.

Tujuannya sederhana saja hanya agar pola pikiran menjadi sama, sebab suami dan istri tinggal serumah, tudur bersama, lebih mudah menjadi sevisi jika datang ke forum bersama-sama.

Yang bapak-bapak bisa diskusi dengan sesama bapak-bapak, begitu juga yang dilakukan oleh para istri.

Dengan cara seperti ini para istri yang biasanya jarang diajak ikutan sharing di forum jika suaminya lagi terkena masalah jadi ikutan merasa punya kawan senasib sepenanggungan.

Apalagi jika ia mendengar dan melihat sendiri masih ada istri yang lain yang suaminya tengah menghadapi masalah yang jauh lebih rumit dari yang sedang dihadapi suaminya.

Jika tidak merasa sendirian maka semuanya akan menjadi lebih mudah kan.

Setuju?

@sa_murai
samurai jagoan.com
wenmit.com
samurai jagoan