Catatan Husni Balita: JEJAK SANG MENTOR

Catatan Husni Balita: JEJAK SANG MENTOR

28 Desember 2009 jam 22:45
Dua minggu kemarin saya mengikuti kegiatan mentoring di komunitas EU kota Batu dengan narasumber Sang Mentor ini. Saya dibuat kagum dengan penampilan, gaya bicara dan materi yang ditampilkan.

Mei 2009, pertama kali saya mengenalnya, melalui rekomendasi seorang teman, saya mengundang Sang Mentor ini untuk menjadi narasumber di acara Cangkruk’an ala LEC (Lamongan Entrepreneur Community). Awalnya saya berharap ada cerita hebat dari sang Mentor tentang bisnisnya atau sepak terjangnya sampai dia dipercaya menjadi seorang mentor. Harapan tinggal harapan karena dia tak kunjung bercerita, malah dia yg meminta kami, para peserta cangkruk’an yang bercerita tentang bisnis masing-masing. Setelah itu baru dia mengomentari apa yg kami bicarakan, sedikit sekali komentarnya, membuat saya semakin kecewa, “ahhh… salah panggil orang nich..” kata saya dalam hati.

Setelah komentarnya yg sedikit itu, baru dia bercerita tentang komunitas, bagaimana dia besar dari sebuah komunitas, dia menyarankan kami untuk membentuk kelompok diskusi kecil beranggotakan 5 ~ 8 orang dengan bisnis yang berbeda-beda, bertemu secara rutin satu atau dua minggu sekali. Tiap pertemuan membicarakan tentang bisnis masing-masing, tentang kemajuan atau masalah yg dihadapi masing-masing anggota. Kemudian ygang lainnya mengomentari dan memberi saran. Otomatis kita yang biasanya berpikir sendirian, sekarang telah dibantu oleh rekan-rekan kita, biasanya kita sumpek, nggak ada ide, bingung mau diapakan lagi bisnis kita, sekarang akan ada masukan dari rekan-rekan kita sendiri. Sesuatu yang dipikirkan oleh banyak orang tentu akan lebih mudah daripada dipikir sendiri. Luar biasa…. Sebuah ide sederhana, kalo kita menjalankan dengan benar tentu hasilnya akan menakjubkan.

Komunitas ‘n MasterMind
Sang Mentor menyebut kelompok diskusi kecil ini sebagai Master Mind, yang telah dipraktekkan oleh komunitas TDA (Tangan Di Atas) dan telah melahirkan banyak pengusaha muda yang hebat. Dalam sebuah master mind sangat disarankan sekali untuk saling memamerkan keberhasilan pada rekan-rekannya. Harapannya sang rekan akan iri dan termotivasi untuk segera sukses. “Kalau si A berhasil kenapa saya tidak ?” istilah sang mentor “DISADUK’I” biar rekan kita yg belom berhasil segera bangkit, kalau nggak mau bangkit, lebih baik ditinggal saja, dikeluarkan dari MasterMind. Kejam memang, tapi orang seperti ini adalah “penyakit” harus disingkirkan. Ada sebuah anggapan “kalau ingin menjadi orang sukses, bergabunglah dengan orang sukses”

Saat menghadiri Cangkruk’an ala LEC ini, sang Mentor ditemani para “daun mudanya”. Sang mentor hanya berbicara kalau dia punya bisnis konveksi, mempunyai beberapa toko di sebuah mall besar. Dia tidak bercerita bagaimana mengelola tokonya, seberapa hebat “OMZET” tokonya. Dia malah mengenalkan para “daun mudanya” yg mempunyai bisnis hebat. Para “daun muda” inilah yang lebih banyak bercerita tentang seluk beluk bisnisnya, suka duka menjalankan bisnis sampai berhasil sampai sekarang, hebat… bener-bener “daun muda” karena rata-rata belum 25 tahun, baru lulus kuliah, bahkan ada yang masih kuliah. Semuanya bisnis dengan modal dengkul, bisnis dengan ide-ide yang sangat sederhana.
Sampai akhir acara tetap aja sang Mentor nggak banyak berbicara, Cuma sedikit berkomentar tentang kesuksesan para “daun muda”nya. Belum saya temukan sesuatu yg hebat dari Sang Mentor kecuali “kuliah” nya tentang Master Mind.

Penasaran… saya pun mulai berburu informasi. Melalui website nya baru saya mengerti kalo dia suka sekali menulis. Gaya tulisannya santai sekali, enak dibaca. Disalah satu artikelnya, dia menulis kalau dia kagum ama seorang temannya yang telah menjadi pembicara handal. Saya pun pernah melihat bagaimana temannya itu berbicara dalam sebuah komunitas entrepreneur di surabaya. Hebat memang… masih muda juga, masih dibawah 30 tahun. Ternyata sang mentor ini “iri” dengan kesuksesan temannya tadi, dia mempunyai cita-cita menjadi PEMBICARA HEBAT hebat. Lho… bukannya sekarang sudah jadi mentor…. Apalagi yang mau diraih ??? Sayapun semakin penasaran dengan sang Mentor ini.

Dua minggu setelah acara Cangruk’an ala LEC saya mendapat kabar kalo sang Mentor akan mengisi kelas EU di bojonegoro, tuban dan Lamongan. Nah.. ini yg ditunggu-tunggu. Sehari sebelum mengisi kelas di Lamongan, sang mentor telpon “ pak Husni, semalam saya mengisi kelas di bojonegoro, saya telah berhasil membikin anak EU bojonegoro terkaget-kaget, bingung, termenung dan nggak bisa berbicara apa-apa”. Wow.. rupanya sang mentor telah mengeluarkan ilmu saktinya. Berikutnya dia ngomong lagi, “pak Husni maaf saya nggak bisa ngisi kelas di Lamongan, saya dicekal” “dicekal ?” tanya saya, “maksudnya pak ?” “iya saya dicekal nggak boleh nglanjutkan roadShow ke tuban dan Lamongan oleh pengelola EU sini” “memang kenapa pak?” tanya saya mengejar”. Dengan suara santai sangMentor menjawab “karena virus saya terlalu ke kanan pak” wah.. wah.. hebat ini, bukankah di EU kita diajarkan untuk selalu memakai otak kanan? Tapi kenapa dicekal ? kalau alasannya terlalu kanan berarti dia lebih hebat dari guru besar EU donk… hehehe…

Dalam sebuah pertemuan entrepreneur di surabaya, saya coba bertanya pada seorang kenalan yang saya yakin kenal dengan sang Mentor ini, saya tanyakan “kenal nggak ama mentor ini ?” dia menjawab, “ohhh diaaa… orang nggak jelas itu ? emang Kenapa?” saya katakan saja bahwa saya berencana mengundang dia di LEC, “nggak jelasnya bagaimana?” tanya saya. “ya nggak jelas saja” kata temen saya ini, “dia punya hutang yg sangat besar padahal bisnisnya hanya toko baju di mall, siapapun juga tahu berapa sich pendapatan toko baju di mall tersebut ? trus bayar utangnya pake apa ? orang gila itu” kata teman saya itu dengan nada sinis.

Esoknya saya telpon sendiri sangMentor ini menanyakan kebenaran berita tersebut. Dengan enteng dia menjawab “Setiap orang yg aktif berkomunitas di surabaya kemungkinan tahu siapa saya, banyak dari mereka yg tidak suka sepak terjang saya, banyak juga yang berguru pada saya bagaimana supaya bisa mendapatkan HUTANG” Nah.. lho… semain bingung saya dengan mentor ini.

Mengikuti beberapa komunitas, sayapun jadi sering bertemu dan berdiskusi. Satu lagi yg saya tahu ternyata sang Mentor ini seneng sekali Cangkruk’an, nggak perduli dengan siapa saja, apalagi kalo ada yg mentraktir.. hahha…
Dari acara Cangkruk’an saya mulai mengenalnya, ternyata dia suka sekali memprovokatori teman-temannya, Ngobong-ngobongi supaya temannya cepat berhasil. Ternyata disamping kesukaannya memprovokasi, dia memperhatikan dan mempelajari bisnis teman-temannya. Kelihatannya kita saja yang belajar pada dia, kenyataannya diapun belajar, untuk bekalnya dalam kegiatan mentoring. Rupanya dia tetap fokus pada cita-citanya, menjadi PEMBICARA hebat. Mungkin ini yg disebut simbiosis mutualisme, nggak jelas siapa yg belajar, siapa yg diajari, yg penting saling menguntungkan.

Pernah kami berdiskusi tentang gaya bicara guru besar EU dan seorang mentor favorit yang selalu

Belajar.. belajar.. Belajar….
mengundang decak kagum para audiens. Dia berkata “saya ini masih harus belajar banyak, jam terbang saya masih rendah, ngomong saya masih monoton, tolong kritik saya” ternyata orang yg saya anggap hebat ini masih merasa bodoh, masih ingin belajar, belajar dan belajar. Saya jadi malu sendiri, Dia.. seorang mentor masih punya kemauan kuat untuk belajar, sedangkan saya…..

Puasa kemarin, saya terkejut saat melihat wall facebook, sang mentor ini nge-tag sampul sebuah buku, Dia mau menerbitkan buku, Dia menulis sebuah buku… Hebaaatttt. Hasil cangkruk’an, hasil memprovokasi dan memperhatikan bisnis orang lain yang selama ini rajin dia tulis dalam artikel-artikel kini dijadikan sebuah buku. Dia.. mulai memetik hasilnya.

Undangan menjadi pembicara Seminar kewirausahaan mulai mengalir, jadwal manggung di kelas EU semakin padat, bahkan dia pernah “bersanding” dengan guru besar EU dalam sebuah seminar preview EU.

Provokasi nya tetap dilanjutkan, kini tidak hanya di warung kopi bersama segelintir teman, tetapi mulai beralih di kelas-kelas EU, di dalam sebuah forum Seminar yang diliput oleh media. Sang mentor pun mulai melepaskan predikat sebagai “jago kandang”. Tidak lagi hanya mengisi kelas EU di surabaya atau jawatimur. Wilayah Banten, Jawa barat, Jawa tengah pun mulai dirambah. Sang Mentor mulai GO NASIONAL.

Dua minggu kemarin, waktu mentoring di kota Batu, saya sempat menjadi asistennya. Saya menyaksikan sendiri bagaimana audiens dibikin terpesona, terkagum kagum atau mungkin terbengong-bengong. Tetap dengan materi utamanya : NGUTANG.

Terakhir, Tabloid Peluang Usaha menulis sepak terjangnya dalam edisi khusus 23 des “Inspirasi menjadi Wirausaha Sukses” Sukses buat sang mentor, walaupun banyak orang yg sinis dan mencibir, kamu tetap melangkah dan terus belajar.

Suksesssssss…..

Terima kasih buat sang Mentor yang sering memprovokasi saya, terima kasih telah mengajarkan pentingnya sebuah komunitas, terima kasih telah mengajarkan kepada saya bahwa BELAJAR itu harus dan terus menerus, nggak perduli kita telah menjadi sukses atau belum. Belajar itu nggak mesti pada orang pandai, pada orang goblok pun kita bisa belajar. Suatu saat saya pun ingin menjadi sepertimu.. menjadi seorang mentor….

Terima kasih….

—————————————————————

Orang yang menyukai ini

Tidak ada hasil

Blokir OrangSebelumnya

Mustiko Adi Wibowo

Mustiko Adi Wibowo

yo mau ngomong apa lagi … lah wong sing sampeyan tulis ini aku selalu terlibat… sukses deh buat mas sam.. n buat papa nya Hafid yuk belajar bersama .. n semoga dirimu juga bisa dan pasti bisa jadi provokasi n mentor… FIGHT!!!
28 Desember 2009 jam 23:01
Rony Orysu

Rony Orysu

bakat nulis pisan Cak Husni Rek.. kronologis story ne benar2 runtut : )
moga bisa jadi mentor pisan Cak.. okey2 Cukcesssss!!
28 Desember 2009 jam 23:43
Heru Tricahyono

Heru Tricahyono

Alam semesta ini akan mengikuti rule-Nya.. seekor kambing akan melahirkan kambing.. monyet akan melahirkan monyet.. telor ayam akan menjadi ayam. Pasti itu! selama kambing bergaul dengan kambing, monyet dengan monyet, ayam dengan ayam…
Dan terakhir Seorang Mentor akan melahiran Mentor!!!!!
Tetap semangat bro!!
28 Desember 2009 jam 23:53
Santoso Putra

Santoso Putra

sukses besar nih mentornya sampe bisa meng-cloning peserta mentoring dg sempurna.
dimulai dari serpihan tulisan … lama2 jadi buku… sampai menjadi mentor sesuai keinginan. Semoga!!!
29 Desember 2009 jam 0:24
Arif Pemenang

Arif Pemenang

Mantap cak husni
29 Desember 2009 jam 4:35
Finda Nurdiana

Finda Nurdiana

S?þþ mas…. FIGHT !!!!
29 Desember 2009 jam 5:28
Ari Kurnia Widyarini

Ari Kurnia Widyarini

wow….. tulisannya mak nyus. mantap tenan. Bakat terpedam sudah tergali. lanjut mas..sukses selalu.
29 Desember 2009 jam 8:20
Sam Urai

Sam Urai

siapa seh mentor yang gak jelas itu – lagian kok ya yang mau ndengerin dia ngomong – jadi siapa yang gak jelas?
29 Desember 2009 jam 10:24 ·

Baron Mahadewa -De Macho-

Baron Mahadewa -De Macho-

bener2 keren tuisannya pak husni

bos samurai: iniloh yg aku suka dari dirimu mas,sllu merasa goblok walaupun kamu tau kl yg dia tulis ttg dirimu. berkat dukunganmu aku juga bisa spt skr ketika org2 jg mencibir diriku kamu tetap menyemangatiku. kamu super mantab mas. “KETIKA ADA ORG YG BERANI MENILAI BURUK SESEORANG BERARTI ORG ITU LEBIH BURUK DARILihat Selengkapnya YG DIA NILAI” dan kita lihat nanti siapa pemenangnya hahaha… bos kamu siap ngisi kebumen dan cilacapkan? aku uda referensikan dirimu ke pengelolanya. kamu bakar pesertanya sampai gosong ya??

29 Desember 2009 jam 14:13
Sam Urai

Sam Urai

hehehe – wah pak baron ini bisa aja – jadi malu sayanya!!
29 Desember 2009 jam 14:19 ·

Febri A Nazuka

Febri A Nazuka

wuih mantap, the next mentor, the next book writer…
29 Desember 2009 jam 15:31
Danton Prabawanto

Danton Prabawanto

nambah satu neh mentor baru dari lamongan 🙂

@ Pak Sam : mantab … kelingan jaman ngeterno mentor, saiki dadi mentor temenan :d

29 Desember 2009 jam 21:45
Husni Balita

Husni Balita

cak Danton…. suwe gak sinau nang peyan…
29 Desember 2009 jam 22:07
Arizona Pahlevi

Arizona Pahlevi

wew..keren….
30 Desember 2009 jam 9:21
Ainy Aja Deh

Ainy Aja Deh

Pak,,,jd penasaran nih… sapa sih kenalan pak husni yg bilang kl bos sam tu ‘ga jelas’ n ‘org gila’ ??
kok penilaiannya bisa bener2 akurat gitu ya..?? hehehehe..
(mumpung,,..kapan lg bisa ngatain si bos…wkwkwk)
30 Desember 2009 jam 13:29
Pipit Elvy Mersa

Pipit Elvy Mersa

Siiiiipp mas, keren bnget tulisanmu….bnr² bikin org termotivasi… Pgn sukses….mm§ gbs diraih dg berleha ² aja kan?? Butuh perjuangan keras, motivasi diri dan keinginan u terus sll belajar dlm sgla hal…
**Keep SPIRITTT mas!!!!! ??ª??•??? ?ª …..Sukses terus!!!!!
.
31 Desember 2009 jam 5:32
Prayoga Sukses Makmur Abadi

Prayoga Sukses Makmur Abadi

TAKE ACTION MAKE IT HAPPEN
31 Desember 2009 jam 15:07

Leave a Reply