Jangan pernah dipikir

Dari pengalaman saya pribadi atau pengalaman para senior dan guru-guru saya. Rasa takut itu timbul hanya karena pikiran kita sendiri saja. Saya yakin benar dengan teori ini, selain karena saya sudah membuktikannya sendiri bukan cuman sekali tapi sering kali.

Contoh yang paling sederhana adalah bila saya habis mendengar sandiwara radio yang menyeramkan atau sehabis nonton film horror di bioskop dan televisi. Mau tidak mau secara otomatis apa yang saya lihat atau saya dengar itu akan terekam dalam otak saya dan akhirnya membuat saya menjadi takut tidur sendirian atau takut pergi ke wc sendirian, bahkan takut untuk melongok ke bawah kolong tempat tidur.

Ada contoh lain, biasanya terjadi jika saya mengalami sakit perut sehingga harus buang-buang air. Pada saat kondisi itu terasa saya sering tidak perduli akan tempat saya buang hajat. saya akan lakukan itu dimana saja yang penting perut saya tidak sakit lagi dan saya merasa lega. Tidak peduli apakah tempatnya gelap, sepi, menyeramkan atau jorok sekalipun.

Dari dua contoh tadi jika dalam keadaan normal dan otak saya tidak terkontaminasi cerita seram atau film seram saya tentunya akan sangat santai buat tidur sendirian, masuk kamar mandi atau bergerak ditempat-tempat yang gelap bahkan seram sekalipun. Tapi kalo otak ini udah terkena cerita dan filem seram, buat beraktifitas ditempat yang terang benderang tapi saya harus melakukannnya sendirian pasti akan bikin saya mukir dua sampai tiga kali, karena takut.

Begitu juga bila perut saya normal atau jika saya harus mengantar ponakan atau teman yang sedang sakit perut, otak saya jelas berpikir harus mencari tempat yang bersih dan nyaman, ini bukan semata-mata buat mereka yang saya antar, tapi ini murni buat saya yang mengantarkannya. Tapi giliran yang sakit itu perut saya sendiri, saya gak pernah pilih-pilih yang penting hajat terbuang dan setelah lega barulah otak saya kemudian berpikir “kok bisa ya saya melakukannya ditempat sejorok dan seseram ini?” sambil buru-buru beranjak dari situ dengan mulut komat kamit membaca segala macam doa.

Dari pengalaman ini saya lantas berkesimpulan bahwa biang kerok dari rasa takut adalah karena otak saya digunakan buat berpikir.

Dan menurut pemikiran saya, hal ini pulalah yang terjadi kenapa banyak kawan-kawan saya yang takut untuk memulai sebuah bisnis. Karena mereka berpikir macam-macam tentang segala hal mengenai bisnis yang belum tentu mereka lakukan. Akibat dipikir, rasa takutpun muncul. padahal bisnisnya sendiri masih belum dilakukan tapi rasa takutnya sudah muncul duluan.

Karena pengalaman-pengalaman yang ada, saya akhirnya tidak pernah berpikir lagi tentang apapun apabila sedang mengelola atau memulai suatu bisnis. Hanya satu yang saya pikirkan, yaitu seberapa besar nilai resiko yang berani saya tanggung. Dan bila itu sudah ketemu, maka saya tidak akan memikirkan hal yang lain, tapi saya akan langsung memulainya. dan apabila terjadi masalah atau kesulitan dalam perjalan bisnis saya, pada saat itulah saya gunakan otak saya untuk berpikir, untuk mencari solusi dari permasalahan yang muncul. atau otak saya akan saya pergunakan semaksimal mungkin untuk bisa memanfaaatkan otak orang lain agar bisa membantu saya menghadapi permasalahan saya.

Jadi saya kemudian tidak pernah lagi berpikir tentang bisnis yang akan saya kerjakan.

yang saya lakukan adalah sekedar melakukan saja, menjalankan saja, memulai saja. Jadinya saya tidak punya rasa takut terhadap apapun. Toh terakhir otak saya sudah saya gunakan untuk berpikir tentang berapa besaran maksimal dari nilai kerugian yang akan sanggup saya tanggung. apabila nilai itu belum tercapai maka bisnis akan terus berjalan tapi bila nilai kerugian sudah diambang batas dan saya belom bisa mememukan solusi yang tepat maka bisnis segera saya akhiri. Sesederhana itu saja dan tidak perlu teori yang rumit-rumit.

Jadinya saya dengan mudah bergerak dibidang bisnis karena saya tidak pernah berpikir.

Lagian secara statistik yang saya olah sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman kawan senior dan pengalaman para guru, saat memulai dan melaksanakan bisnis, apabila resiko yang bikin takut itu sudah dipikirkan dan dipersiapkan semua peralatan penangkalnya, yang paling canggih sekalipun, biasanya resiko tersebut malah tidak terjadi. Tapi apa yang luput dari pikiran malahan itu yang muncul, dan merongrong dalam bisnis. yang kalau tidak ditemukan solusinya hal ini yang bikin frustasi dan bikin bisnisnya bankrupt.

Jadi saya tidak pernah melihat ada gunanya, jika saya berpikir saat memulai bisnis baru. yang ada malahan pikiran-pikiran yang timbul karena saya berpikir itu bikin saya menjadi takut sebelum saya benar-benar bertemu dengan hal yang menakutkan.

Oleh karenanya ‘jangan pernah berpikir’ tapi langsung lakukan saja…….

Leave a Reply