Hobby ku jalan2

jaman saya sekolah dulu entah akhir sma atau awal masa kuliah ada sebuah cerita bersambung di sebuah majalah remaja yang sangat meng-inspirasi cita-cita dan mimpi saya sampe sekarang. ‘balada si roy’ sebuah cerita petualang remaja tanggung yang hobbynya menjelajah berbagai kota dengan menyandang ransel birunya. saya begitu mengidolakan tokoh ini sehingga pingin banget mengikuti jejaknya berpetualang dari kota ke kota.

entah karena kuatnya keinginan saya atau memang sudah waktunya dalam bulan-bulan terakhir ini saya serasa menjadi petualang seperti si roy itu. saya berpetualang ke beberapa kota yang ada di Indonesia hampir tanpa rencana, dan bener-bener dengan menyandang ransel – green ransel.

saya bersyukur karena pilihan hidup saya untuk menjadi entrepreneur bisa membuat saya melakukan dan mewujudkan hal itu. saya berkelana di tiap kota itu bener-bener jalan-jalan saja, atau kalau melaksanakan kewajiban sebagai entrepreneur paling banter hanya 3-4 jam dari 24 jam waktu saya. dan dengan profesi yang saya pilih ini, bikin saya tidak punya ikatan waktu kerja dan tidak punya tanggung jawab pada atasan .

karena kewajiban sebagai kepala keluarga sudah saya penuhi maka keluarga mengijinkan saya untuk pergi, dengan ijin keluarga maka saya dapat jalan-jalan dengan lega sesuai keinginan saya tanpa harus meninggalkan tanggung jawab yang terbeban di pundak.

urusan kerjaan di toko sudah saya limpahkan pada orang terdekat saya. maksudnya supaya dia bener-bener tahu bisnis apa yang saya kerjakan dan dia paham tentang segala detailnya. rencana saya kalau orang terdekat saya ini yang juga jadi partner utama saya dalam bisnis sudah benar-benar paham tentang seluk beluk bisnis kami maka kami baru akan mencari seorang yang benar-benar professional untuk ngurusi aktivitas harian bisnis kami. sehingga kami berdua akan sama-sama menjadi orang bebas.

dalam perjalanan ini banyak hal yang saya peroleh. baik pengalaman, informasi atau kawan baru. tapi yang terpenting dari itu semua saya jadinya bisa bertemu lagi dengan banyak orang baru diluar komunitas saya yang ada selama ini. kepada mereka saya bisa dengan leluasa berdiskusi, bertanya, bertukar pikiran dan menceritakan tentang bisnis saya dengan peluang-peluang yang ada.

saya jadinya merasa bahwa perjalana saya ini gak sekedar hura-hura saja. dan gak sekedar berpetualang seperti si roy dalam cerita itu. selain berpetualang seorang diri, dalam perjalanan ini saya jadinya tetep bisa jualan produk saya pada kenalan-kenalan baru, bukan merupakan penjualan langsung seeh tapi bercerita dan ngobrol tentang bisnis saya pada orang lain pada hakekatnya toh jualan juga. Itu menurut saya pribadi lho.

Apalagi dalam situasi apapun, pasti saya tidak akan lupa untuk memberikan kartu nama saya dan meminta kartu nama kawan baru saya. ngobrol dengan orang baru itu sama dengan memperluas network jaringan pertemanan. saya sangat sadar bahwa saya bisa hidup seperti sekarang ini hampir 70% adalah karena bantuan dari kawan-kawan yang saya kenal selama ini.

percuma saja saya punya uang banyak jika saya gak bisa mengelolanya atau percuma saja saya punya barang bagus yang bisa dijual kalo saya gak tau siapa yang mau membelinya. dari berkenalan dan bergaul dengan berbagai macam manusia baru inilah saya bisa melakukannya, saya jadi tahu langkah demi langkahnya dan semakin lama langkah saya semakin baik.

toh dalam sebuah bisnis yang namanya transaksi jual beli tidak harus terjadi saat itu juga. apalagi jika sampai bener-bener sampai terjadi transaksi bisnis saat itu juga yang langsung bisa menghasilkan uang cash, tentunya akan lebih menyenangkan. semua memang penting, tapi apapun cara bagaimana saya bisa meyakinkan kawan atau kenalan baru saya tentang kredibilitas saya dan bisnis saya itulah yang menjadi pondasi utama dalam perkembangan bisnis saya.

jadinya saya sekarang seolah menjadi ‘si roy’ dalam cerita itu tapi dengan petualang yang saya ciptakan sendiri menurut versi saya, yang semuanya berguna buat bisnis saya.

dalam berpetualang versi saya ini saya bisa jualan, saya bisa menambah jumlah kawan dan semakin banyak dapat ilmu bisnis serta peluang-peluang bisnis baru yang sebelumnya saya tidak tahu. dan tidak pernah tahu jika saya tidak berkenalan dengan mereka.

satu lagi mimpi saya terwujud dan ajaibnya sesuai dengan perkembangan hidup saya sebagai entrepreneur.

sang petualang (by iwan fals)

Laut biru begitu lapang
dan gelombang menghalau bosan
Petualang bergerak tenang
melihat diri untuk pergi lagi
Diam sejenak hanya sejenak
Dia membelai semua luka
Yang sekejap hanya sekejap
Ia merintih pada samudra

Sebebas camar kau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seikhlas karang menunggu ombak
Seperti lautan kau bersikap

Petualang merasa sunyi
sendiri dihitam hari
Petualang jatuh terkapar
namun semangat masih berkobar
Petualang merasa sunyi
sendiri dikelam hari
Petualang jatuh terkulai
namun semangatnya bagai matahari

Yang sang petualang berjaga,
bergerak, berkata, sendiri,
terjaga,bergerak…

Leave a Reply