hebat dan goblok

posted in: Entrepreneurship | 2

Cak Eko Cak Eko, Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh.

mungkin banyak orang bilang bangkit kembali setelah jatuh jatuh  itu hebat dan semakin cepat bangkit dari saat kita jatuh maka semakin hebatlah status kita dimata orang lain.hebat atau tidak hebat itu adalah suatu status yang diberikan oleh orang lain pada kita. semakin di bilang hebat semakin banggalah hati kita. itu emang  sifat yang manusiawi sekali.

tapi apakah orang lain itu tau apa yang namanya ‘proses’

rasanya orang lain gak peduli dan gak mau tau dengan yang namanya proses itu . orang lain hanya mau tau hasil saja. bila hasilnya bagus maka akan disebut hebat dan bila hasilnya jelek maka akan disebut goblok. hanya ada dua hebat dan goblok – mana yang mau kita pilih?

saya pribadi gak mau donk disebut goblok dan saya hanya mau menjadi sesuatu yang hebat. nah parahnya, dulu patokan ‘hebat dan goblok’ itu selalu mengacu pada pandangan orang lain bukan pandangan dan keinginan dari diri saya sendiri, dan itu luar biasa bikin saya tersiksa setengah mati. karena nilai yang diberikan orang lain sebagai tolok ukur menjadi hebat itu tinggi sekali dan belum tentu saya meraihnya. sedangkan satu tingkat lebih rendah dari tolok ukur itu saya akan masuk kategori goblok.

tidak pernah ada yang membimbing saya untuk menemukan rasa percaya diri agar selamat dari cap goblok yang diberikan oleh orang lain saat saya gagal. stress, minder dan rasa rendah diri pastilah menyerang diri ini secara membabi buta.

untung sehabis mengikuti pelatihan entrepreneur saya menemukan suatu komunitas yang sama-sama merangkak dari bawah untuk menunjukkan eksistensi masing-masing anggota komunitas itu pada orang lain bahwa mereka mampu jadi seorang pengusaha yang diakui oleh orang lain minimal dilingkungan sekitar.

dengan adanya komunitas itu rasa percaya diri saya pelan-pelan bangkit sebab teman-teman dikomunitas bisa jadi tempat saya mengadu saat saya dicela dan memberikan petunjuk pada saat saya bingung.

sepertri cerita-cerita lalu yang sudah saya tulis, hampir semua anggota komunitas kami ini bangkit berdiri tegak sesuai bidangnya masing-masing dan mampu memperoleh prestasi dari orang lain sesuai bidangnya masing-masing. gak semua memang – yang tidak kuat mental pasti akan gugur ditengah jalan dan itu bukan sesuatu yang  hebat karena itu sudah menjadi hukum alam bahwa yang lemah dan mudsah menyerah akan mati terlebih dulu.

gobloksaya dan teman-teman yang lolos masing-masing memperoleh pengakuan sesuai bidang kami masing-masing. tidak ada yang sama diantara kami klupun ada pasti terdapat perbedaan yang menyolok.

dari pengalaman ini saya mendapat suatu pelajaran berharga bahwa kalo mau jadi sesuatu yang hebat jadilah sesuatu menurut versi diri ini masing-masing dan sama sekali gak boleh terpengaruh terhadap apa kata orang lain.

menjadi diri sendiri itu berat dan susah banget apalagi jadi diri sendiri yang berhasil dan sukses serta diakui orang lain. tapi segala kesulitan dan semua yang memberatkan itu menjadi tidak terlalu terasa saat saya punya banyak teman senasib dan sepenanggungan karena semuanya dirasakan bareng.

kini semuanya terulang lagi, saat masing-masing dari kami sudah dapat pengakuan dari orang lain menurut versi kami masing-masing, ternyata jalan berikutnya didunia entrepreneur yang harus kami lewati tidak semulus yang kami perkirakan. jalan berikutnya yang harus kami lewati itu ternyata lebih sulit dan lebih berbahaya.

saya merasa begitu karena saat harus menempuh jalan menuju level berikutnya dalam jalur entrepreneur ini saya serasa kembali pada masa-masa awal dulu. mulai merintis dan membangun lagi ditambah datangnya kondisi buruk dari luar yang memperparah kondisi ekonomi saya.

mengulang suatu penderitaan itu pati lebih sulit dari pada menerimanya pertama kali karena menurut saya saat mengalami yang kedua saya sebelumnya pernah hidup nyaman dan tentram dimana semuanya mudah. itu yang gak pernah terbayang dalam benak saya bahwa suatu saat saya harus merangka dari bawah lagi dalam kondisi yang lebih parah dari sebelumnya.

Lebih buruk lagi, kondisi ini hanya dialami oleh sebagian dari teman-teman yang dulunya bareng merintis bersama-sama saya. tidak semuanya mengalami masalah pada saat yang bersama, bahkan ada yang tidak mengalaminya sama sekali sehingga makin melejit bisnis yang digelutinya. kalaupun ada ang bermasalah maka tingkatan masalah yang kami hadapi masing-masing berbeda satu sama lainnya.

kami yang dulunya kompak dan saling membantu serta saling memberi semangat lama kelamaan mulai berjalan sendiri-sendiri. bukanya kami saling bermusuhan tapi kondisi bisnis yang berbeda secara tidak langsung bikin gap komunikasi diantara kami.

mulailah saya dan beberapa kawan harus menghadapi kembali status ‘hebat dan goblok’ dari orang lain. jika dulu kami adalah sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang hebat maka saat ada yang sakit secara ekonomi dan ada yang sehat secara ekonomi maka mulai lagi ada perbedaan disitu yang sehat disebut orang hebat dan yang sakit disebut orang goblok.

tidaklah mungkin ada yang mau disebut goblok. oleh karenanya maka yang sakit dan bermasalah enggan bertanya pada yang sehat karena takut ketahuan sedang menghadapi masalah dan terancam mendapat sebutan goblok. mungkin karena alasan tersebut akhirnya komunikasi diantara kami mrenjadi semakin jarang dan akhirnya benar-benar tidak pernah berkomunikasi lagi.

saya sendiri melihat dari tanda-tanda alam bahwa yang punya gejala sakit semakin menjauh dan semakin sulit jika diajak berkumpul sedangkan yang sehat ternyata punya banyak kawan baru yang sama-sama sehat juga sehingga akhirnya bikin kelompok baru.

ada yang membedakan seseorang yang sedang menghadapi masalah atau tidak, yaitu dari cara berkomunikasinya. yang tidak bermasalah akan lebih mudah bergaul dan akan segera mendapat kawan-kawan baru yang level bisnisnya sama atau bahkan mendapat kawan dengan level bisnis lebih tinggi.

nah yang mengalami masalah dengan bisnisnya akan menutup diri karena ada kecenderungan ketahuan jika sedang menghadapi masalah. mereka tidak berani bertemu teman selevel bahkan punya kecenderungan untuk tidak berani menghadap teman yang berada di bawah level mereka. ada rasa malu atau gengsi menjadi orang goblok, dimana dulu pernah berhasil dan disebut hebat tapi kini harus turun status karena mengalami masalah dan punya kecenderungan  disebut  goblok oleh orang lain karena kegagalan dalam mengelola bisnisnya.

kalo saya bilang kondisi ini yang paling berat dan berbahaya yang harus dilewati dari pada sekedar cepat bangkit kembali saat jatuh. kondisi ini yang saya bilang sebagai ‘proses’.

proses yang harus dilewati agar cepet bisa bangkit lagi atau proses bertahan supaya jatuhnya tidak semakin kejelungup sehingga semakin bertambah parah sakitnya atau malahan tidak bisa bangkit kembali.

kenapa saya bilang berat dan berbahaya karena sebagai entrepreneur saat mengalami saat  sulit itu dia kembali sendirian. tidaklah mungkin dia akan mencari solusi pada yang bukan entrepreneur karena pasti tidak akan nyambung dan jika memaksakan bertanya, maka yang akan jadi tempat bertanya adalah sesama kawan entrepreneur yang dulu pernah berada satu level tapi kini posisinya berada lebih diatas.

atau bertanya pada level entrepreneur yang sama-sama satu level. disini harga diri dipertaruhkan dan sudah pasti tidak akan mungkin bertanya dengan entrepreneur yang level bisnisnya lebih rendah. dengan yang setara saja berat sekali rasanya untuk bertanya sebab yang setara itu bisa jadi dulunya adalah entrepreneur yang level bisnisnya lebih rendah atau masih pemula.

ternyata ada resiko yang akan terasa lebih sakit, yang harus dihadapi terlebih dulu. sebelum bisa disebut hebat, karena cepat bangkit kembali sesaat setelah jatuh.

ada yang sudah siap?

Leave a Reply