hampir sama kok!

suatu hari tanggal 27 januari 2009 pagi, sekitar jam 07 saat saya baru bangun tidur, saya di telpon oleh pak naryo dari disnaker jatim. beliau bilang saya diminta untuk jadi salah satu pembicara dalam acara job fair yang diadakan oleh disnaker, tema yang harus saya bawakan adalah ‘pengenalan usaha mandiri’

rupanya disnaker mulai kewalahan dalam mengelola tingginya para pencari kerja sehingga dalam program-programnya sekarang disisipkan tema tentang wirausaha.

disitu saya bilang ke peserta, pernah gak selama ini ngitung berapa banyak duit yang sudah dikeluarkan buat ngirim-ngirim lamaran. kalo belum, coba mulai sekarang mulai dihitung, mestinya cukup banyak duit yang harus dikeluarkan, apalagi kalo setelah lulus, lamaran kita gak kunjung dapat respon.

saya bilang juga artinya para pencari kerja ini bukan golongan orang yang gak punya modal. artinya mereka punya uang yang bisa digunakan, tapi penggunaan uangnya selama ini hanya buat bikin lamaran. saya bilang ke mereka mbok ya pada nyoba sebagian uangnya itu disisihkan buat mulai usaha. toh buat mulai usaha, gak selalu membutuhkan modal yang besar. modal cekak juga cukup untuk memulainya.

saya kasih beberapa contoh, bisnis modal cekak yang hanya dari keahlian seperti bisnis daur ulang limbah plastik bekas sabun yang kemudian diolah jadi berbagai asesoris seperti dompet, sandal dan tas. bisnis ini modalnya gak banyak hanya butuh keahlian menjahit dan uang sedikit untuk membeli sampah plastik bekas sabun ke pemulung. sampah tadi dibersihkan dan kemudian disatukan dengan dijahit sehingga membentuk suatu model asesoris.

awalnya mana ada orang yang melirik bisnis ini tapi kemudian karena sang founder aktif bercerita tentang hasil karyanya ke mana-mana, ke setiap orang yang ditemui, bisnis ini akhirnya dikenal orang banyak, diliput oleh media bahkan sudah dipesan oleh beberapa instansi swasta untuk dijadikan souvenir.

tentu saja setelah semakin dikenal orang dan banyak permintaan, harga jualnya akan naik dengan sendirinya dan keuntungan yang didapat juga semakin banyak. lom lagi fungsi pemberdayaan masyarakat sekitar dan membuka peluang kerja baru.

jadi kata saya lagi, bisnis gak selalu dengan modal besar, yang penting niat yang kuat kemudian pergunakan kekuatan pertemanan untuk memperbesar bisnis kita dengan cara yang mudah dan murah seperti woro-woro atau beriklan lewat mulut kemulut. dari survey yang ada cara ini cukup jitu dan terbukti cukup ampuh. selain biaya yang hampir tidak ada caranya pun sangat mudah seperti sering datang ke pengajian-pengajian, arisan, kumpul-kumpul atau cankruan.

dalam penyebaran dari mulut ke mulut pun tetap harus dikembangkan dan tidak hanya dilingkungan sekitar saja, semakin banyak acara yang diikuti dan semakin jauh tempat acaranya semakin cepat bisnis kita dikenal oleh orang lain.

dengan fakta yang ada ini saya menghimbau pada para pencari kerja supaya jangan hanya fokus pada lamaran kerja tapi coba juga peluang berwirausaha sendiri. resiko hampir sama kalo gagal ya gak dapat duit, sama dengan kalo lamaran gak dipanggil ya gak kerja-kerja dan gak dapat duit juga, modal juga hampir sama dengan biata buat bikin dan kirim lamaran, saingan juga sama banyaknya dengan saingan dalam mencari kerjaan.

jadi gak salah kan dicoba!!!!!

Leave a Reply