dendam

dendam itu emang jelek dan gak boleh dilakukan karena akan menjadi pemicu untuk melakukan aksi balas dendam lagi. balas membalas yang tak berkesudahan. tapi ada sebuah dendam yang saya anggap baik dan harus di punyai oleh seseorang yang pingin maju dan sukses. dendam ini biasanya muncul karena sakit hati akibat pelecehan dan ketidak percayaan pada kemampuan kita. dendam ini kalau dibiarkan dan dibina dalam aura positif akan menjadi alat pemacu yang luar biasa. yang bisa memberi semangat untuk meraih prestasi dan kesuksesan.

saya teringat saat saya pertama kali mengajukan surat permintaan sponsor ke sebuah instansi pemerintah. saat itu surabaya entrepreneur club (sec) komunitas tempat saya bergabung jadi anggota berniat ingin menularkan virus entrepreneur ke kalangan mahasiswa dengan menggandeng badan kemahasiswaan di suatu univesitas negeri yang terkenal disurabaya. rencananya kami akan mengadakan sebuah seminar motivasi buat mahasiswa dengan mendatangkan dedengkot virus entrepreneur otak kanan ke kampus itu.

masalah utama yang kami hadapi adalah maslah yang sangat klasik yaitu masalah keuangan karena kami semua sedang tahap merintis bisnis dan belum ada yang mapan. saya sebagai bendahara ditugaskan mencari dana lewat sponsor. padahal sepanjang hidup saya belum pernah yang namanya terjun mencari dana melalui sponsor.

akhirnya saya teringat pernah berkenalan dengan seorang pembina ukm dari sebuah instansi pemerintah saat bersama-sama diundang talk show di sebuah radio swasta. saya langsung kontak orang itu dan beliau berkenan menerima saya dikantornya, hal ini disebabkan karena pada saat talk show, beliau cukup tertarik dengan sepak terjang dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sec.

saya datangi kantor beliau dan menjelaskan semua rencana sec dan apa yang menjadi kebutuhan sec. setelah mendengarkan dengan tekun beliau mengatakan pada prinsipnya beliau tertarik dan berniat membantu sec tapi dari segi prosedural harus disetujui dulu oleh atasannya supaya dana bisa cair. beliau juga meminta saya untuk bersama-sama menghadap atasannya dan menjelaskan ulang semuanya. saya tentu meng-iyakan dengan semangat lalu kami bersama-sama menemui sang atasan di ruangannya.

sang atasan ini rupanya seorang wanita. setelah mendengarkan penjelasan dari anak buahnya itu, dia lantas menyuruh saya mengulang presentasi semua rencana sec. dari sini saya sudah merasa tidak enak karena perempuan itu bicara rada ogah-ogahan dan tidak antusias. apalagi selama saya bicara dia mendengarkan sambil bekerja. sungguh sikap yang sangat menyebalkan banget. ketika selesai saya bicara, giliran dia yang bicara. hasilnya seperti yang saya sudah duga – ditolak. saya sebenarnya bisa menerima penolakan itu sebab saya sendiri merasa amatir dan baru pertama kali melakukan kegiatan ini, sendirian lagi tanpa ada kawan yang mendampingi.

tapi ada kalimatnya yang bikin saya sakit hati banget gak akan pernah lupa bahkan sampai sekarang. perempuan itu bilang “lho kok aneh kalian ini kan baru mulai melakukan usaha, kok bisa-bisanya mau ngajarin orang lain berbisnis” sudah kata-katanya nyakitin nada bicaranya gak enak banget, nyepelein. walaupun saya sakit hati tapi saya berusaha menjelaskan dan membela diri tapi karena sudah terlanjur sakit dan dasarnya saya emosional banget ya jadi kacaulah pembelaan saya. dia bilang lagi sambil mengakhiri pembicaraan “kalaupun saya menyetujui kegiatan ini pastinya saya akan serahkan pada orang-orang yang lebih berpengalaman karena ini bukan duit saya pribadi tapi duit instansi saya yang harus saya pertanggung jawabkan” tetep aja kata-katanya yang keluar dari mulut itu nyakitin banget walaupun sebenarnya yang dia bilang itu bener semua. andaikata nada bicara, intonasinya dan kata-kata yang terucap tidak vulgar seperti itu, tentu saya gak akan sakit hati seperti ini.

kata-kata itu bikin dendam kesumat di kepala dan hati saya, memang kalau bukan ‘siapa-siapa’ pastinya sulit banget mendapatkan suatu kepercayaan. apalagi anggota sec rata-rata anak muda dibawah usia tiga puluh serta semuanya berangkat dari bawah. dendam itu bikin semangat dalam diri saya, saya harus buktikan bahwa saya bisa berhasil dalam bisnis saya dan sec akan menjadi suatu organisasi terkenal yang berguna dan berhasl membangun semangat entrepreneur di surabaya.

dendam itu adalah salah satu dari segitu banyak dendam saya.

dan pelan-pelan saya berhasil membangkitkan citra saya dari bukan apa-apa menjadi ‘sesuatu’ yang diperhitungkan. yang tadinya hanya jualan dirumah kini jadi punya toko. yang tadinya tidak dikenal bank akhirnya saya diundang berbicara tentang masalah kredit, tidak hanya berdampingan dengan kepala cabang suatu bank tapi saya menjadi narasumber berduet dengan kepala wilayah suatu bank swasta. beberapa kali saya diundang makan dan ditraktir makan oleh pimpinan bank tempat saya mengajukan permohonan kredit.

sec pun sekarang menjadi sentral semangat anak muda surabaya dalam membangun semangat entrepreneurnya. tidak terhitung berapa kali diundang talk show diradio, ditulis di media bahkan diajak kerjasama oleh tv swasta terbesar di jawa timur untuk bikin acara. rata-rata entrepreneur surabaya pasti anggota sec atau paling tidak pernah hadir dalam forum-forum yang diadakan sec. bahkan komunitas entrepreneur yang ada disurabaya sekarang banyak yang dipimpin oleh anggota sec.

beberapa bulan lalu saya bertemu dengan dua orang dari instansi pemerintah yang menolak saya itu. yang saya dengar mereka tetep di posisi yang sama dengan ketika lima tahun yang lalu saya menghadap mereka berdua. sedang saya, banyak sudah kemajuan yang saya peroleh, karena dendam yang mereka picu itu. sebenarnya mereka berjasa buat kemajuan saya ya………

dendam bikin saya bersemangat untuk membuktikan bahwa saya bisa. begitu juga dengan teman-teman di sec bersemangat membangun komunitasnya. gak putus asa dalam membangun bisnis masing-masing sambil membangun komunitasnya.

dendam menjadi semangat dan sumber motivasi saya yang gak ada habisnya. dendam yang berkesan negatif saya bangun menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. jangan pernah takut punya dendam asal selalu berpikiran positif dendam itu akan menjadi dendam positif yang menjadi pemicu keberhasilan.

————————————————-

One Response to “dendam”

  1. online Says:
    January 5th, 2010 at 7:25 pm edit => belajar banyak


Leave a Reply