daun-daun muda yang menggairahkan

posted in: Entrepreneurship | 3

malam ini tadi saya ikut ndengerin sebuah talk show bisnis di royal plaza surabaya. yang menarik buat saya, narasumber dalam talk show itu adalah sepasang anak muda yang usianya belum lagi melewati angka 25 tahun tapi sudah pandai berbisnis.

yang seorang adalah gadis cantik nan imut dan masih kuliah di semester empat perbanas surabaya bernama Mahar Ayu Kd.

gadis ayu ini adalah mantan finalis gemblengan saya, saat kami di surabaya entrepreneur club bareng dengan jtv bikin acara ’30 hari jadi pengusaha’. bedanya dengan yang lain, cewek ini langsung action walaupun dia gagal masuk sepuluh besar. bisnis yang dijalankannya juga gak muluk-muluk kok. dia cuman jualan sinom.

sinom itu adalah minuman semacam jamu yang dibuat dari campuran asam jawa dan gula merah. jamu minuman tradisional ini banyak dijual orang di pinggir-pinggir jalan di surabaya. dan biasanya hanya dikemas dalam  botol air mineral bekas. tapi oleh mahar jamu ini kemudian dikemas  secara creative sehingga punya nilai tambah dan bisa dia jual dengan harga yang lebih bagus. sebagai tempat jualannya mahar bikin sebuah gerobak mini dengan disain modern minimalis sehingga kelihatan sangat  ‘eye caching’, warna kuning dipakai untuk mendominasi tampilan gerobaknya. mencolok tapi menggugah selera. dia pun tidak berjualan di pinggir jalan seperti kebanyakan orang lain yang berjualan sinom. mahar berjualan di mall. brand yang di pakainya pun juga keren dia menamakan prodaknya J’ROL (jamu rupo londo) dengan logo seorang bule tua yang brewokan dan memakai topi koboi.

mahar mengemas minuman tradisional kampung dengan kemasan modern. biasanya orang minum sinom begitu saja, standart, glegek…glegek…glegek…

tapi mahar gak puas dengan hal ini, dia dengan berani mengkombinasikan sinom dengan es cream rasa vanila, saya lupa namanya karena pake bahasa inggris buat penamaan-nya (padahal saya gak bisa bahasa inggis). dan tidak hanya itu banyak kreasi campuran rasa yang ditawarkan mahar, semua dinamakan dengan istilah inggris. ada sinom dengan cream, sinom dengan buah dan masih banyak lagi. pokoknya gak umum dan bener-bener serasa gak minum sinom jamu kampung tapi serasa minum, minuman buatan cafe.

dengan kreativitas dan kemasan yang unik, maka mahar bisa menjual segelas sinomnya lebih mahal dari harga orang lain yang menjual sinom dalam kemasan satu liter air mineral. itu baru jual eceran belum lagi bila mahar menjual konsep bisnisnya, harga puluhan juta pasti bisa didapatkannya dengan mudah.

memang usia bisnis mahar belum lama, tapi kreativitas mahar ini bikin saya angkat jempol empat (termasuk jempol kaki) tinggal dipoles dikit dan ditambah jam terbangnya maka dalam setahun ini insyaallah mahar bisa jadi ukm ‘usaha kecil omset milyaran’ baru.

yang satu lagi seorang cowok lulusan its surabaya, bernama rony ….

saya gak hafal nama belakangnya tapi dia ini lebih dikenal sebagai rony ‘orysu’

orysu ini nama bisnisnya. rony bergerak dalam produksi seragam by order, maksud saya kalo ada komunitas atau perusahaan atau lembaga apapun yang pingin bikin seragam rony dengan orysu-nya siap mendisain dan memproduksinya. saat kenalan dulu saya penasaran apa sih maksud dari orysu itu. kok seperti bahasa asing. ternyata arti orysu itu sederhana saja, memurut rony, orysu adalah singkatan dari ‘orang yang sukses’ tapi bisa juga diplesetkan dengan nakal menjadi ‘orang yang suka uang’

creative deh.

rony ini memulai usaha juga gak instan, dia sudah berbisnis selama masa-masa awal jadi mahasiswa di its. berbagai macam bisnis sudah dicobanya, banyak yang gagal dan sedikit yang berhasil. dia memula terjun di dunia bisnis sebagai ‘mcLaren’ maksudnya makelaran. apa yang dibutuhkan teman-temannya dikampus berusaha dia penuhi. cukup lama juga roni ‘gulung koming’ sampe akhirnya bisa menemukan dan cocok di bisnisnya yang sekarang ini.

hebatnya lagi roni ini juga berprestasi di kampusnya. biasanya mahasiswa yang terjun di dunia bisnis pasti berantakan nilai akademisnya. tapi roni berhasil mematahkan teori itu, dia bisa buktikan bahwa mahasiswa pintar juga bisa jadi pebisnis, dan berbisnis tidak menghalangi seorang mahasiswa bisa lulus dengan nilai cum laude. karena prestasinya itu begitu lulus dari its dengan nilan cum laude, dia ditawari sebuah perusahaan asing untuk bekerja disana dengan gaji awal empat juta per bulan. dengan santai roni menolak karena dia yakin dari bisnisnya dia bisa ndapetin duit yang lebih gede dari itu. itu juga yang bikin orang tuanya di sebuah desa di wilayah tuban mencak-mencak gak keruan.

disekolahin mahal-mahal di its, eh begitu lulus dan langsung dapat penawaran kerja dengan gaji jutaan kok ditolak. “kesambet setan apa nih anakku?” gitu paling pikiran orang tua roni. tapi anak pintar ini tetep ‘keukeuh’ dengan keyakinannya buat berbisnis dan jadi entrepreneur yang bisa menghasilkan uang sendiri.

dua daun-daun muda ini berusaha membuktikan pada lingkungan disekitarnya bahwa mereka bisa menghasilkan duit sendiri tanpa harus mengabdi dan bekerja pada orang lain, dengan tekad dan keyakinan mereka akhirnya lingkungan terdekat mereka yaitu orang tua masing-masing akhirnya merestui jalan yang mereka pilih.

dasar daun muda, saat mereka bergabung di sec (surabaya entrepreneur club) dan mereka sudah dijadikan kader buat menggantikan pengurus-pengurus yang sudah merasa tua seperti saya. roni sudah saya kader jadi ketua dan mahar jadi pengurus inti. tapi ambisi dan mimpi mereka gak cukup jadi tokoh lokal selevel kotamadya. mereka punya mimpi yang lebih besar minimal menguasai wilayah propinsilah sebelum jadi penguasa nasional. untuk itu mereka juga bergabung dengan banyak komunitas entrepreneur lain. saat ada peristiwa besar dijakarta akhir februari ini mereka juga datang dan menghadiri festival entrepreneur indonesia buat menambah wawasan dan motivasi mereka

makanya mereka memilih berkiprah di tempat yang lebih besar, gak sekedar sec aja. mereka bisa meyakinkan seorang tokoh nasional yang tinggal di surabaya buat menghidupkan kembali komunitasnya yang mati suri. roni dan mahar menghidupkan kembali komunitas ukm jatim yang didirikan oleh wuryanano, dimana roni menjadi ketuanya dan mahar sebagai humasnya. hebat sekali, lagi-lagi saya acungkan jempol, gak cuman empat tapi delapan! dengan jempol tangan dan kaki anak saya yang paling kecil.

sebuah komunitas entrepreneur mandiri dan modern dengan wilayah seluas propinsi jawa timur, yang di pimpin dan dikelola oleh daun-dun muda yang belum lagi melewati usia 25 tahun. usia dimana pemiliknya belum mempunyai banyak kepentingan dan tanggungan. usia dimana pemiliknya hanya punya idealisme buat maju (sukur-sukur bisa bikan terkenal dan menghasilkan uang)

saya iri dengan mereka. saat saya masih berusia 25 tahun dulu, saya bisanya cuman pacaran! berganti-ganti teman kencan dengan menggunakan dan memanfaatkan fasilitas dari orang tua. seandainya waktu bisa berputar kembali………

2 Responses to “daun-daun muda yang menggairahkan”

  1. zufar Says:
    January 28th, 2010 at 11:46 am edit

    inspiratif….. good……. :D

  2. rasimun Says:
    February 5th, 2010 at 10:41 am edit

    biarpun sama2 gak masuk 10 besar,bisnis lancar oey……..

Leave a Reply