Dalam Bisnis buru-buru Itu Nggak Penting Banget

posted in: Entrepreneurship | 0

Dalam Bisnis buru-buru Itu Nggak Penting Banget – Suatu hari saya sedang sharing dan ngobrol-ngobrol santai dengan seorang kawan lama dan senior saya yang sukses berbisnis di bidang per-sandal-an, beliau kini berdomisili di jakarta karena merasa jakarta lebih berpotensi dalam proses pengembangkan bisnis yang sedang ditekuninya.

Sebelum pindah ke jakarta dan mengembangkan bisnis disana beliau ini tinggal di surabaya, satu kota dengan saya dan bekerja sebagai seorang karyawan dengan posisi yang lumayan bagus di sebuah perusahaan ice cream ternama di indonesia.

Sebagai mantan karyawan yang puluhan tahun mengabdikan dirinya sebagai seorang karyawan dan kini sukses dalam bisnisnya, pak Fatchur Rozi, Owner Imucu (www.imucu.com – http://fatchur-rozi.blogspot.com/) pernah ngobrol-ngobrol dengan saya, dalam pembicaraan itu ada beberapa hal yang saya simpulkan dari kata-kata beliau, bahwa jika seorang karyawan memutuskan hendak mengundurkan diri dari pekerjaannya maka sebaiknya keputusan itu sudah dipikirkan masak-masak dan tidak diambil secara terburu-buru karena sudah kebelet untuk berbisnis. Sebagai penguat saya juga membaca blog beliau yang kemudian saya kutip,

Dalam Bisnis buru-buru Itu Nggak Penting Banget

Beberapa hari yang lalu,
Saya mendapat kunjungan seorang kawan lama yang saat ini masih bekerja disebuah perusahaan consumer goods di Surabaya…

Kebetulan saya sedang berada di pabrik yang sekaligus merupakan kantor Imucu didaerah Sidoarjo…
Teman saya inipun bercerita tentang karirnya saat ini…
Terus terang saya dibuat kagum dengan pencapaian yang telah dilakukannya…
Setelah agak lama, akhirnya dia mengungkapkan kegalauan dan keraguan yang ada dipikirannya…
Yakni menimbang antara mau terus berkarir atau merubah haluan jadi seorang entrepreneur
Kami saling bertukar pikiran dan yang membuat menarik adalah….
Teman saya ini tidak mempunyai rencana yang matang mengenai rencananya untuk berpindah menjadi seorang entrepreneur…

Dan ini sering dialami oleh banyak karyawan yang ingin berpindah kwadran menjadi Self Employee, Business Owner maupun Investor (menurut Robert Kiyosaki)

Karena pada intinya, kita bekerja adalah untuk menjemput rejeki…
Tidak jadi masalah apakah anda berstatus seorang karyawan maupun entrepreneur…
Tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk…

Tidak usah ikut-ikutan aliran yang justru menyesatkan dengan menyuruh keluar kerja sekarang juga.

Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan istri, keluarga dan lebih baik kalau anda berkonsultasi pada ahlinya…

Kalau anda ingin karir sering-seringlah berkonsultasi dengan atasan atau senior anda…
Kalau anda ingin menjadi entrepreneur maka belajarlah pada entrepreneur yang terbukti berhasil ditempat anda…

Tidak usah malu apalagi sungkan…
Karena malu tidak menguntungkan anda pada situasi seperti ini…

Teliti dan pelajari terlebih dahulu sebelum memutuskan…
Lebih aman dan terukur…

Dalam tulisannya dan juga dalam ceritanya, beliau berusaha menyampaikan dan menekankan pada saya, kalo kita masih jadi karyawan dan pingin berbisnis, nggak perlu buru-buru karena terpancing semangat oleh berbagai seminar motivasi yang sedang marak menjamur di berbagai kota di indonesia ini.

Tujuan dari seorang karyawan itu berbisnis kan mencari duit tambahan, bukan menghilangkan duit yang sudah pasti alirannya. Jangan sampe karena saking terlalu semangatnya maka mengabaikan kehati-hatian, bukanya bertambah duit penghasilannya tapi malahan hancur semua. Bisnis gagal padahal sudah terlanjur keluar dari kerjaan. Faktor kehati-hatian sangat penting menurut beliau, kondisi seorang karyawan yang biasanya rutin bekerja karena mendapatkan perintah dari atasan nggak bisa disamakan dengan pola seorang pengusaha ataupun entrepreneur.

Seorang entrepreneur harus bisa bekerja tanpa perintah, sebab kalo mengandalkan perintah, siapa yang mau memberikan perintah. Seorang entrepreneur adalah pimpinan tertinggi di perusahaannya sendiri, jadi dia harus bisa memberikan perintah secara rutin dan tegas pada dirinya sendiri agar terus bekerja untuk menghasilkan duit.

Berhati-hati dan jangan gegabah karena terlalu bersemangat, tapi juga jangan terlal;u banyak berpikir dan berhitung-hitung sebab nanti gak bakal berani melangkah memulai bisnis. Itu pesan dari senior saya yang mantan karyawan ini, yang memulai bisnis saat masih menjadi karyawan dan meninggalkan dunia karyawannya ketika bisnisnya mulai memberikan penghasilan lebih gede dari gaji bulanannya di kantor tempatnya bekerja pada orang lain.

Yang utama adalah penghasilan,
Karena tanpa penghasilan kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa!