cuman dari jualan sandal berhasil beli perusahaan plus dapat cash 60jt

bisnis itu gak harus sesuai dengan urutannya, yang mana sering dibilang kalo mulai bisnis harus punya modal, kantor, sdm, sistem dan sebagainya.

mulai bisnis gak harus seperti itu,

dua teman saya yang berbisnis sendal membuktikan hal itu, beberapa bisnis mereka selama ini justru gagal karena dipersiapkan dengan sempurna. bisnis sendalnya ini dimulai dengan cara yang sangat simple, mereka menerima tawaran dari produsen sandal untuk pegang keagenan, hanya karena modal yang diperlukan gak banyak.

tapi mereka berdua serius ngejalaninnya, karena itu omset jelas naik dan keuntungan pun diperoleh, ditengah keberhasilan itu ada berita sang produsen mau nutup usahanya dan gak berproduksi lagi karena berbagai faktor dan alasan. hal ini tentu saja bikin 2 jumbo pusing (sebut saja mereka berdua dengan istilah ini karena sesuai dengan ukuran tubuh mereka dan perkembangan bisbis mereka yg menjumbo), saat penjualan lagi bagus-bagusnya, saat mereka sudah bisa menikmati laba, eh produsennya tutup.

akhirnya dengan modal nekad tapi dengan persiapan mental yang kuat si produsen diminta untuk menyerahkan sebagian kepemilikan usaha itu pada mereka. dengan tehnik negosiasi ala duo jumbo, si produsen bersedia melepaskan sebagian kepemilikan usaha tersebut. bahkan duo jumbo bisa memiliki perusahaan dengan jumlah prosentase kepemilikan yang lebih besar dari si produsen yang pemilik awal.

hebat kan!

dari cuman jualan biasa bisa mengambil alih perusahaan menjadi milik mereka dan itu diperoleh hampir tanpa uang cash, begitu menurut duo jumbo. mereka punya perusahaan sendiri tanpa harus mempersiapkan perusahaan dari awal sesuai dengan teori bisnis. biasanya teori bilang, bikin perusahaan dulu baru jualan, yang dibalik jualan dulu baru beli perusahaan.

dengan adanya kepemilikan usaha ini tentunya tantangan duo jumbo bertambah yang tadinya hanya jualan, kini mereka dituntut harus bisa berproduksi dan mengelola sdm.

duo jumbo tentunya gak menyerah karena permintaan pasar atas sandal mereka terus meningkat. untuk mempertahankan serta meningkatkan bisnis itu dan memecahkan tantangan yang ada, duo jumbo bepikir keras apakah mereka harus bikin sistem yang hebat dulu baru memenuhi semua permintaan pasar.

setelah belajar, berdiskusi dan tukar pikiran dengan semua kolega-kolega mereka. duo jumbo mulai menyiapkan mental mereka lagi. kalo harus bikin sistem yang sempurna pasti lama dan gak jelas kapan rampungnya. apa kemajuan dari usaha sandal ini harus dipending sampe sistem jadi, duo jumbo gak mau itu terjadi. usaha mereka harus tetep maju, apalagi saat itu duo jumbo banyak menerima tawaran yang menantang, banyak yang ingin jadi agen penjualan sandal mereka.

dengan mental yang sudah siap dan masukan dari teman2 yang cukup matang duo jumbo mulai menjual keagenan usahanya. “kalo nunggu sistem penjualan jadi kapan kita bisa nrima tawaran luar biasa kayak gini” gitu pikir mereka “apalagi kesempatan gak datang dua kali, lagian bikin sistem itu butuh waktu, biaya dan energi yang gak sedikit sedangkan didunia ini mana ada yang sempurna”

negosiasi ala duo jumbo di mulai lagi, dan akhirnya setelah tawar menawar yang alot duo jumbo berhasil melepas keagenan pertamanya dengan harga 60jt dan itu tanpa turun sedikitpun dari harga awal.

sekali lagi hebat!

apalagi keberhasilan duo jumbo ini didapat hanya dalam periode waktu kurang dari enam bulan!!!!

padahal aturan teori bisnis mengatakan sistem itu nomor satu dan harus dipersiapkan dulu sebaik-baiknya. tanpa sistem yang baik suatu usaha gak bakalan bisa dimulai.

dua aturan baku teori bisnis sudah dipatahkan duo jumbo ini.

jadi kenapa kita mesti harus memulai bisnis sesuai dengan teori, memulai bisnis bisa dari mana saja dan kapan saja, yang penting niat yang serius selanjutnya tinggal JUST DO IT, ikuti saja apa kata hati kita……..

Leave a Reply