Cara Menjadi Entrepreneur yang Hebat

Sesuatu yang sulit akan menjadi sesuatu yang mudah bila hal itu sudah jadi kebiasaan. Cara Menjadi Entrepreneur yang Hebat harus sering diasah, seperti seorang pemain volly yang tiap hari harus ribuan kali melatih pukulannya sehinga dengan mendengar suaranya saja dia sudah tau pukulannya akan tepat atau meleset. teori ini saya dapetin dari teman  lama  saya saat di kelas satu sma dulu. dari kecil dia selalu bercita-cita ingin jadi pemain volly ball yang handal jadi dia selalu berusaha menjiwai apapun tentang olah raga bola volly ini. dia belajar dari nol bahkan kamar tidurnya pun dia pake buat ajang latihan. saya kurang tahu istilah-istilah pukulan dalam olah raga ini tapi yang jelas saya sering lihat dia berlatih berbagai macam pukulan volly setiap hari.  dia berlatih berulang-ulang sampe saya bosen ngeliatnya hanya untuk satu kali jenis pukulan saja.  satu kali pukulan dia sanggup mengulangnya sampai berjam-jam dalam sehari bahkan sambil tiduran dikamarnya. jadi gak heran saat seusia saya setelah dia pensiun sebagai pemain dia tetep terpakai sebagai pelatih. dan ditempatnya ngelatih tanpa melihatpun dia dia bisa tau pukulan anak didiknya salah atau bener, melenceng atau masuk.

saya rasa teori ini sama persis saat saya masuk ke dunia entrepreneur. saat saya terjun saya blas gak ngerti apa-apa tentang dunia ini. cuman karena tekad aja saya tetep tabah menggelutinya setiap hari. karena sudah bulat keputusan saya buat nyemplung di dunia ini akhirnya saya berusaha untuk memahami dan menjiwainya. setiap hari semua waktu yang ada saya pake buat mempelajari dunia baru yang asing ini. saya baca semua literatur yang ada yang sesuai dengan minat saya tentunya. saya kumpul dengan teman-teman yang juga baru dan ingin berkecimpung dalam dunia yang sama dengan saya. saya ikuti semua seminar yang ada, terutama seminar gratis gak peduli di tingkat rt, kampus atau seminar nasional – pokoknya asal bertemakan entrepreneur saya usahakan hadir.  saya aktif turut serta dalam setiap forum diskusi dengan para senior, walaupun hanya sebatas sebagai pendengar saja.

saya belom berbisnis, tapi saya asah semua jiwa raga saya dengan segala sesuatu yang ber-aroma entrepreneur.

Cara Menjadi Entrepreanur yang hebatsaya mulai survey dan mempelajari bisnis-bisnis yang saya minati, saya tongkrongin setiap hari bahkan sampe malem, saya bertanya pada ownernya, pada karyawannya, pada pelanggannya semua yang pingin saya tau tentang bisnis itu.

awalnya cara bertanya saya persis seperti polisi mengintrogasi tahanannya, tentu saja yang saya tanya sering gak mau jawab kadang bahkan sampe saya dimarahin sama mereka. tapi saya cuek aja, pokoknya saya lakukan apa yang mau saya lakukan, hanya karena saya berminat pada hal itu. saya baru berhenti saat saya ditegur, dimarahi atau diusir dari tempat itu. alhamdulillah sampai sejauh ini saya belom pernah diusir karena saya selalu bayar makanan disana dan pasti habisnya banyak soale kemampuan makan saya besar. tapi kalo dimarahin udah sering banget, bahkan menjadi suatu hal yang rutin malah.

ternyata secara gak saya sadari, dari tanya bertanya inilah kemampuang ngomong saya terasah dan dari lihat melihat inilah kemampuan mengamati saya terasah. dan semua ini sekarang berguna pada praktek sehari-hari kehidupan saya sebagai entrepreneur.

sampai saya udah bener-bener punya bisnis real sendiri yang saya kelola setiap harinya, naluri bertanya dan melihat serta mengamati sesuatu itu tetep berjalan dengan sendirinya. rupanya karena terasah dalam praktek hampir setiap hari makanya sesuatu hal yang tadinya sangat sulit buat saya jadi sesuatu yang biasa saja.

saya jadi jago ngomong, ini yang paling kelihatan karena semua orang yang saya kenal dulu saat saya masih kecil, remaja bahkan sampai waktu saya kerja setelah saya lulus kuliah gak nyangka kalo saya yang segitu apatisnya bisa berubah jadi cerewet seperti ini.

saya jadi terbiasa buat mendengar, ini yang paling sulit karena setiap orang walaupun dia punya dua daun telinga tapi sering kali jarang digunakan buat mendengar. naluri kita sebagai manusia bukan untuk mendengarkan orang lain bicara tapi untuk membantah dan bicara terus kepada orang lain.

trus banyak juga kemampuan baru yang sangat berguna dalam bisnis hanya dari hasil mengasah kemampuan mendengar dan melihat saya. menilai karakter orang, meyimpulkan arah pembicaraan orang lain, atau membaca suatu keadaan apakah ini benar-atau salah menurut ke-entrepreneur-an bisa saya dapat dari hasil mendengar dan mengamati setiap hari selama bertahun-tahun.

sampai sekarang saya terus belajar tentang hal itu dan saya berjanji untuk tidak akan pernah berhenti belajar. saya yakin kemampuan seseorang itu ada batasnya sementara sebuah ilmu atau keahlian itu terus berkembang sesuai dengan kemajuan jaman.

sekarang saya belajar tidak hanya pada senior tapi lebih banyak porsi mendengar dan mengamati saya digunakan kepada teman-teman yang usianya jauh lebih muda dari saya. saya yakin teman-teman muda saya inilah nanti yang akan menyempurnakan semua ilmu yang saya dapat dari para senior saya. sebab selain semangat para pemuda ini masih bergelora dengan keras mereka juga masih belom menikmati kenyamanan hidup sehingga mereka masih jauh dari rasa takut terhadap resiko. nah disinilah sebebernya gudang ilmu itu berada. mereka belum mengalami dan akan melakukan sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing. sedang para senior saya mereka biasanya sudah mengalami sesuatu dan punya kecenderungan hanya mengulang-ulangnya saja – selain karena kehidupan mereka sudah mapan mereka juga sudah mulai takut akan resiko yang akan menimpa kemamanan bisnis dan kehidupan mereka.

kadang bahan saya sering gak ngerti dan gak paham kenapa saya masih mengasah dan belajar mendengar serta mengamati sampai sekarang. tapi yang saya pegang dalam diri saya adalah, dulu saya mulainya juga dengan mengasah kemampuan mendengar dan mengamati selama bertahun-tahun setiap harinya sampai saya menjadi seperti sekarang ini. makanya saya tetep percaya sampai sekarang sesuatu yang sering diasah itu walaupun nampak luarnya atau secara kasat mata belom tentu ada gunanya sekarang, kelak pasti berguna buat kehidupan saya.

saya yakin itu dan saya berusaha untuk tidak berhenti mengasah sampai kapanpun………

Leave a Reply