bisnisnya beranak pinak dengan cepat

posted in: Entrepreneurship | 7

22473_1188558870230_1116064842_30508887_2991881_nsuatu saat di sebuah forum entrepreneur surabaya yang diadakan oleh komunitas ukm jatim terjadi sebuah diskusi yang menarik tentang cara mengembangakan sebuah bisnis, supaya cepat beranak pinak menjadi banyak dan besar.

cara seperti ini dalam istilah asingnya dikenal dengan nama franchise, tapi dalam diskusi yang terjadi malam itu tidak khusus membicarakan cara-cara dalam franchise tapi lebih kearah bisnis opportunity alias (BO) dan bisnis kemitraan. kenapa kita tidak membicarakan franchise yang sedang ngetop-ngetopnya saat ini karena, sebuah bisnis yang ingin berkembang dengan cara franchise harus mengituti taat pada berbagai peraturan yang ada kaerna di Indonesia pun kini sudah ada undang-undang tentang franchise. jadi kalo kita ingin menggunakan cara-cara franchise dalam pengembangan bisnis yang sedang kita kelola, maka kita sebagai owner atau pengelola akan bersinggungan dengan ranah hukum apabila tidak mengikuti secara taat apa yang sudah diatur dalam undang-undang itu.

hal ini disadari oleh pembicara yang menyampaikan true story perjalanan bisnisnya yang relative sederhana sehingga gak sampai setahun sudah mencapai sekitar 50 lebih outlet kemitraannya12861_1163903853870_1116064842_30454976_2229538_n

beliau ini hanya menjual minuman tradisional rakyat Indonesia yaitu teh. karena beliau yakin minuman teh ini bila dikelola dengan baik akan bisa mendatangkan keuntungan yang luar biasa. beliau ingin membuktikan bahwa tidak hanya pabrik-pabrik teh besar saja yang bisa mengembangkan outlet-outletnya, tapi seseorang dengan modal cekak pun bisa asalkan berani dan creative.

ya sudah, hanya dengan dua modal utama yang dimiliki yaitu keberanian dan creativitasnya, tentu juga didukung dengan back up seluruh uang tabungannya yang ada maka diluncurkanlah outlet pertamanya.

nama brand atau merek yang dipakai juga sangat sederhana yaitu ‘s teh’ alasan beliau menggunakan nama sederhana ini juga sangat menarik karena setiap orang kalo ingin minum teh dingin maka pasti akan minta es teh, orang tidak akan menyebutkan merek teh yang digunakan dan cenderung gak peduli tentang merek teh yang digunakan. pokoknya ingin minum teh dingin pasti mintanya es teh yang dalam bahasa inggris juga ungkapannya tidak kalah sederhana ice tea dengan lafal yang mirip-mirip dengan cara pengucapan orang Indonesia.

nama brand yang sederhana dan produknya sederhana itu tidak akan bisa cepat berkembang bila cara yang dipake juga sederhana. Biar bisa cepat beranak pinak dan tidak menggunakan uang pribadinya yang terbatas beliau ini lalu berusaha mencari celah dari peraturan franchise yang berlaku.

12861_1166221831818_1116064842_30460138_5396423_nfranchise, kurang lebih memang cara untuk mengembangkan bisnis kita dengan cara mencari mitra yang mau berbisnis dan berpartner dengan kita tapi bukan kita sebagai pemilik bisnis yang bekerja 100% dan si mitra hanya menaruh modalnya diperusahaan kita. dengan cara ini mitra yang ingin berpartner harus mejalankan bisnis sendiri dengan modalnya sendiri tapi menggunakan nama brand kita, dengan pengawasan dari managemen kita dan harus tunduk pada peraturan-pertaturan kita.

dengan sistim ini kurang lebih keduanya mendapatkan keuntungan, si pemilik bisa punya banyak jaringan bisnis tanpa harus mengeluarkan cost untuk investasi moal usaha dan karyawan yang banyak sedangkan si mitra dapat mulai berbisnis dengan relative cepat karena menggunakan brand yang sudah terkenal, lalu dibantu dalam managemen dan marketing yang memang sudah teruji.

nah karena peraturan franchise ini begitu ketatnya maka beliau gak menggunakan istilah itu dalam mencari mitra untuk membuat bisnisnya berkembang biak. beliau lebih percaya diri dengan menggunakan isitilah BO alias bisnis opportunity, sama-sama pake bahasa inggris dan sama-sama punya arti yang gak jauh berbeda tapi lebih leluasa digunakan.

dengan cara ini sebuah bisnis yang hanya punya surat ijin usaha atau SIUP saja, baru punya satu atau dua outlet saja asal ada permintaan untuk bermitra dan sama-sama yakin dan percaya maka bisa saling bekerja sama untuk memperbanyak outlet tanpa harus takut berbenturan dengan hukum.

beliau juga bilang yang penting sistimnya harus sudah tersusun baik dan bisa dilaksanakan dengan tertib, kunci utama ada pada sdm-nya. karena dibisnis ini yang paling utama adalah service pemilik bisnis pada mitra harus sangat baik supaya tidak menimbulkan komplain yang bisa mencoreng nama baik si pemiik bisnis.

cara beliau menjual atau mewartakan bisnisnya supaya dikenal orang banyak juga sederhana, beliau selalu melirik mall dan pusat keramaian seperti kampus atau sekolah sebagai sasaran tempat usaha. sebabnya adalah disitu sudah ada konsumen yang memang butuh minum dan es the adalah minuman tradisional yang favorit. agak mahal memang harga sewa lokasinya tapi kalo dihitung dengan tambahan nilai promosi maka istilah ‘mahal’ tadi akan bisa teratasi.

harga yang ditawarkan juga gak mahal kisaran 2000 sampai 7000 rupiah, relative lebih mahal dibanding dengan harga es teh biasa yang dijual diwarung-warung tapi dengan tawaran kemasan yang ‘rada wah’ dan tawaran rasa yang unik – disini beliau menawarkan berbagai variant rasa buah dalam es tehnya – pastinya bikin konsumen gak mikir lagi untuk merogoh kantong lebih dalam hanya untuk sekedar minum es teh. apalagi kompetitornya yang keluaran pabrik-pabrik  gede juga menjual dengan harga yang hampir sama.

ini juga yang membuktikan kecerdasan beliau sebagai seorang entrepreneur jempolan, karena memanfaatkan competitor sebagai daya ungkit untuk mengkatrol produknya lebih cepat dikenal konsumen  jadi menurut beliau, sesungguh-sungguhnya competitor itu bisa sangat berjasa buat kita asal kita bisa dengan cerdas mensiasatinya,  jadi jangan heran kalo outlet-outlet beliau biasanya justru berada gak jauh dari kompetitornya.

termangu saya saat mendengar cerita beliau ini, semuanya sederhana gak ada yang istimewa sama sekali, justru yang istimewa adalah orang yang bisa membuat sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang  punya nilai lebih.

saya juga tau bahwa disetiap pameran franchise yang rutin diadakan setiap tahun di berbagai kota besar di Indonesia, untuk menjadi peserta sama sekali tidak ditanya tentang surat ijin usaha atau surat keterangan sudah menjadi bisnis franchise yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. yang diperhatikan oleh panitia pengelola pameran franchise itu hanya si peserta mau membayar tepat pada waktunya, lunas pembayarannya dan bersedia taat pada peraturan pameran yang berlaku, hanya itu saja gak ada yang lain.

saya juga tau kalo panitia bikin peraturan yang ketat untuk setiap pemeran yang diadakannya di indonesia pastinya akan sedikit peserta yang bisa terlibat dalam pamerran itu dan dengan sedikitnya peserta maka pameran itu akan merugikan panitia, dan pameran itu pun sebuah bisnis, jadi mana ada pemilik bisnis yang mau rugi dalam menjalankan bisnisnya.

saya juga tau kalo orang indonesia adalah jago-jago yang cerdas dalam menerobos sebuah larangan. Seperti jika ada rambu perboden dan jika tidak ada polisi disitu maka dengan tidak ragu banyak kendaraan terutama sepeda motor justru akan masuk melewatinya dan bukan malah menghindarinya. Atau justru di dekat tanda dilarang parkir maka disulah banyak orang berhenti dan memarkir kendaraannya. masih banyak contoh yang lainnya, dan apa yang terjadi bila ada aparat yang datang menegur, pasti dengan cepat kata maaf meluncur dari mulut kita, kita mengaku khilaf dan berusaha tidak mengulanginya lagi.

saya  juga tahu watak orang kita yang berlagak cuek dan acuh selama tidak ada larangan atau teguran dari aparat yang berwenang, tapi anehnya ini tidak berlaku dalam dunia bisnis dan entrepreneur kita. banyak teman atau kenalan saya yang berusaha tau dengan detai tentang sesuatu hal dengan dalih takut melanggar peraturan. padahal nanti kalo sudah dijelaskan pun belum tentu bergerak menjalankan bisnis karena berbagai macam alasan yang dilontarka.

nah kali ini saya gak tau kenapa hal ini bisa terjadi, seperti sesuatu yang bertolak belakang dalam watak bangsa kita, disati sisi kita terang-terangan berani melanggar peraturan yang jelas-jelas ada sangsi denda atau kurungannya tapi dilain sisi kita gak berani menjalankan sesuatu yang masih belom jelas aturannya.

ya memang itu semua pilihan, hanya orang-orang seperti beliaulah yang berani dan creative yang akan menuai manisnya hasil dari sesuatu yang remeh, sederhana dan lumrah berada dikalangan masyarakat kita. dan itu yang bikin beliau bisa melejit bak meteor dalam kurun waktu gak lebih dari setahun saja.18442_223286695661_625625661_3322456_5405953_n

belum selesai rasa kagum dan termangu saya lewat, beliau sudah bercerita lagi tentang mainan barunya yang sama sederhana dan umum di masyarakat kita. beliau sudah meluncurkan suatu produk minuman kopi dengan brand yang gak kalah sederhananya ‘kopi thok’ – pastinya bukan kopi sederhana seperti di warung-warung – dan pastinya ada sentuhan inovasi dan creativitas yang luar biasa dari sang master untuk produk barunya ini.22473_1194137489692_1116064842_30524029_7904437_n

jika mendengar cerita beliau lebih lama lagi rasanyanya otak saya pasti terbakar hangus dan habis oleh semangat ingin segera bertindak saat juga – untung saja sang moderator akhirnya dengan berbagai kode bisa bikin beliau mengakhiri ceritanya dan menyampaikan pada teman-teman yang datang kalo beliau dengan senang hati akan berkenan berbagi ilmu tidak hanya pada forum cankruan di malam itu tapi setiap saat ada yang ingin bertanya pada beliau.

saya bertambah yakin bahwa sesuatu yang sangat sederhana itu bisa menghasilkan banyak – toh sudah ada lagi yang memberikan contoh realnya – tinggal saya mau atau tidak menjalaninya.

http://www.stehsueger.com/

Leave a Reply