bertindak cepat, mikir cepat, kalo perlu jangan mikir!!

posted in: Artikel Menarik, Entrepreneurship | 56

Sunarko Surya :

Mas, saya mau buat tulisan preview di koran Surya untuk keluar besok. Tentang duel maut Anda dengan mas Lupeng. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan. Secara garis besar, buku Anda dan mas Lupeng mewakili dua arus besar (mainstream) pemikiran yang beda dalam memulai bisnis. Mas Sam condong “lakukan dulu, pikir belakangan”, sedangkan Lupeng condong “pikir-pikit dulu, baru lakukan”. Dari baca buku mas Sam, saya kira yang penting buat mas adalah adalah bertindak, bertindak dan bertindak (terutama bertindak cepat). Bisa saya diberi contoh pengalaman mas Sam sendiri tentang perlunya bertindak cepat itu, dan hasilnya seperti apa? Terus untuk orang yang bertindak cepat, mereka mesti siap apa? Mohon info, ini untu bahan tulisan. Trims.

Wassalam
Narko

Sam Urai :

terima kasih pak atas semua kesempatannya, saya coba jawab sesuai dengan pengalam terbaru saya saja, untuk contoh yang paling hangat,

saat saya membangun bisnis kuliner saya ‘wenmit pecel bento’ duit modal yang terkumpul hanya sepuluh juta saja, itupun tidak langsung 10 juta tunai tersedia di kantong tapi masih sebagian-demi sebagian saja dari duit segitu yang hadir secara bertahap dalam kantong saya. dengan banyaknya kondisi ekonomi yang saling berbeda maka duit segitu itu bisa bernilai gede bisa bernilai kecil, tapi saya tetep bilang sepuluh juta itu buat dijadikan modal tetep sama saja berbisnis menggunakan modal dengkul, itung-itungan diatas kertas secara ilmu akutansinya mepet banget, gak bisa napas.

seperti misalnya untuk bikin gerobak dagangan (booth) biaya yang diperlukan adalah sekitar enam juta, itu berarti hanya tersisa 4 juta rupiah duit yang bisa dipake buat modal yang lain, buat biaya operasional yang lain.

selain masalah duit ada lagi masalah yang gak kalah bikin pusing yaitu masalah waktu, yaitu karena masa tunggu pembuatan booth adalah sekitar dua minggu paling cepat. Artinya jika saya dan team wenmit tidak melakukan apa-apa selama masa dua minggu itu dan hanya menanti booth selesai atau waktu menunggu yang membosankan itu hanya dipake buat hunting lokasi dagang saja maka ada kemungkinan semangat dalam dada saya dan team akan drop bahkan bisa hancur…

biar tetep semangat saya komporin team saya untuk memakai dana dua juta dari total modal yang tersisa dipake untuk bikin design iklan, rencana selanjutnya hasil design itu akan dipake untuk beriklan di media yang tepat untuk menjual bisnis peluang usaha kemitraan kuliner.

jika duit dua juta jadi dipake untuk alokasi iklan dan promosi, maka dana modal yang ada hanya tinggal dua juta yang tersisa, yang bisa kita pake untuk dana operasional dan beaya-beaya tidak terduga.

action itu yang ada dalam otak saya, hanya action dan gak ada yang lain. ya udah rencana beriklan tetep dijalankan sambil nunggu hasil, hasil dari iklan dan hasil dari pembuatan booth.

ternyata spekulasi yang terarah dengan memasang iklan menuai hasil. karena iklan yg kita pasang dengan bermodalkan duit dua juta itu memperoleh respon yang lumayan. lumayan jadi membuat kita punya kerjaan, yaitu menerima pertanyaan calon mitra yang membaca media tempat kita beriklan, lalu kemudian ada kerjaan lagi untuk memfollow upnya supaya mereka jadi beli produk kita.

waktu dua minggu itu jadinya tidak terasa, seakan lewat begitu saja dengan tetep semangat membara menyala-nyala di dalam dada. bahkan pembuatan booth yang janjinya dua minggu menjadi molor hampir tiga minggu juga tidak terasa, karena kita semua sati team sibuk melayani respon calon mitra yang menghubungi kita…

perjuangan tidak sia-sia…

tujuan awal hanya supaya menjaga semangat tidak drop malah membuahkan hasil satu permintaan kemitraan di bandung yang closing yang diikuti dengan adanya pemasukan tanda jadi 50% dari harga jual, sehingga kocek permodalan kitapun bertambah.

akhirnya team kita bisa memenuhi permintaan klient pertama itu cepet banget, pada saat booth pertama selesai, bukanya kita pake sendiri tapi malah kita minta mitra itu melunasi semuanya, karena kita sudah siap kirim paket usaha yang sudah disepakati bersama lebih cepat dari yang kita janjikan pada mitra.

semoga ini jawaban yang bapak harapkan, gak pake mikir terlalu banyak bisnis wenmit bisa balik modal hanya dalam waktu satu bulan saja…

nah untuk orang yang suka bertindak cepat, hanya ada satu yang perlu diwaspadai dan dipersiapkan, dia hanya musti memahami dan mengetahui apa resiko terburuk dari tindakannya itu. jika resiko terburuk dari tindakannya itu sudah diketahui dan dia siap untuk menanggungnya, ya harus segera bergerak. supaya semangatnya tetep terpelihara dan gak drop. tapi jika dia gak berani menanggung resiko terburuknya jangan pernah berpikir untuk melakukan apapun!!

dalam kasus wenmit,

saya punya dua resiko jika saya tidak bertindak, resiko pertama semangat akan drop jika hanya menunggu dan menunggu. lalu resiko kedua, saya akan kehilangan duit modal yang dua juta itu jika ternyata iklan saya gagal dan gak ada yg respon.

saya pilih resiko kedua, karena toh duit dua juta itu sendiri memang niat di investkan dalam bisnis, jika gak dipake beriklan pasti juga akan tetep habis untuk beaya operasional, hanya saja tempo habisnya lebih lambat. jika hasil akhirnya sama-sama habis, kenapa saya gak berjuang saja untuk membiayai tindakan saya yang lebih ada harapan dan berpeluang. pertimbangan saya jika duit itu dipake untuk beriklan maka masih ada harapan untuk closing penjualan tapi jika duit itu didiemin aja maka sudah jelas duit bakalan habis entah karena suatu pemakaian yang tidak jelas atau belum jelas, selain itu pun bisa jadi karena akibat menunggu semangat kami pun drop lebih cepat.

jadi saya pun action tanpa berpikir panjang setelah tau resiko terburuknya…

thx

Leave a Reply