balada sebuah kartu nama,

name card1Sepertinya sederhana banget sih, kartu nama adalah senjata kita untuk memperkenalkan diri kita kepada relasi atau kient.

Bukan hanya para pebisnis tapi hampir semua profesional pasti punya kartu nama, apalagi yang bidang kerjanya di dunia marketing. Sebaiknya punya kartu nama juga gak sekadar punya aja. Ada tips juga agar kartu nama kita bisa lebih dikenali dan punya kesan oleh orang yang kita beri, sehingga tidak langsung masuk laci dan terlupakan begitu saja.

Lagi-lagi seorang mbah mo pemilik warung bakmi jawa yang letaknya satu jam perjalanan dari kota jogja punya tips jitu.

Lagi-lagi beliau punya tips yang unik karena adanya keterbatasan modal untuk bisa bikin sebuah kartu nama yang mahal.

Beliau bilang ke saya kalo sebuah kartu nama gak harus mahal, tapi harus punya perbedaan dari kartu nama yang lainya supaya mempunyai ciri khas tersendiri.

Beliau bilang lagi ke saya kalo kartu namanya dibikin dari kertas bahan kalender sisa yang terbuang dan gak terpakai di percetakan. Kertas seperti itu harganya murah karena memang gak terpakai lagi. Karena terbuat dari kertas murahan maka beliau kudu pandai-pandai memutar otak supaya kartu nama dari kertas bekas itu gak langsung masuk tempat sampah begitu di berikan pada tamunya.

Makanya beliau bilang ke tukang cetak agar ukuran kartu namanya dibikin lebih panjang dari ukuran kartu nama umumnya, dengan tujuan agar jika disimpan dalam dompet atau di tempat penyimpanan selalu lebih menonjol, jadi selalu menonjol bila disimpan.

“Pokoknya pada awalnya selalu bikin yang dikasih mikir dulu gimana cara nyimpen kartu nama yang saya kasihkan ke dia, itu bikin yang dikasih selalu inget ama yang ngasih” mbah mo tersenyum lebar ketika mengatakan kalimat ini pada saya.

Karena terbuat dari bahan yang murah beliau gak sayang untuk memberikan beberapa kartu namanya sekaligus pada tamunya yang datang. Sampai pada suatu ketika, seorang tamunya yang selesai makan di warung beliau, kembali tidak lama setelah meninggalkan lokasi. Padahal tamu itu datang dengan naik taxi, dan taxi tersebut disuruh menunggu selama orang itu makan. Lha, sekarang tiba-tiba dia balik dan langsung menghampiri beliau. Dalam pikiran beliau pastilah, orang itu akan komplain, karena gak mungkin dengan alasan biasa seorang tamu kembali begitu saja, apalagi dia naik taxi yang ongkosnya sudah pasti mahal.

Ternyata dugaan beliau salah, karena orang itu menghampiri mbah mo sambil tersenyum dan berkata “wah, saya nggak menyangka kalau anda ini seorang markrting yang handal” jelas aja mbah mo jadi terbengong-bengong mendengar kata-kata orang itu.

“Saya sendiri punya perusahaan besar, tapi belum pernah menemukan seorang marketing seperti anda” kata orang itu lagi.

“Lihat ini (kata orang itu sambil menunjukkan kartu nama mbah mo yang tadi diberi) anda memberi saya tiga kartu nama sekaligus, luar biasa, itu kan artinya anda secara tidak langsung meminta saya untuk memberikan dua kartu nama yang ada kepada kawan saya, hahahaha, saya tidak akan melupakan cara anda memarketingkan warung makan ini” kata orang tadi sambil tertawa dan menjabat tangan mbah mo, lalu pergi kembali ke taxinya dan meninggalkan mbah mo yang masih terbengong-bengong.

Mbah mo, nggak menyangka ternyata memberikan lebih dari satu kartu nama mempunyai arti yang cukup penting buat orang yang mengerti. Dan efek dari kartu nama tadi terasa ketika pada suatu waktu ada tamu lagi yang datang sambil membawa sebuah kartu nama, makan di warung itu. secara khusus dia menanyakan si pemilik warung dan mengajaknya ngobrol sambil menunggu pesanannya di buat.

Ternyata orang ini mendapat informasi tentang warung bakminya dari temannya yang pernah diberi tiga kartu nama oleh mbah mo, karena penasaran dengan cerita si teman, orang ini minta kartu nama mbah mo dan langsung datang mencoba makan diwarung itu saat sedang ada tugas di jogja.

Tetntu saja cerita orang tadi semakin bikin mbah mo bersemangat dalam memberikan kartu namanya pada para tamu yang datang dan makan ditempatnya, karena terbuat dari bahan yang murah, mbah mo sudah nggak pake mikir lagi dan menjadi semakin royal dalam memberikan kartu namanya pada para tamunya.

Kadang, bahkan lima atau enam kartu nama beliau bagikan sekaligus, sambil nggak lupa berpesan pada orang yang diberinya kartu nama agar memberikan kartu nama tersebut pada kawan atau keluarganya yang belum sempat mencoba menikmati lezatny bakmi jowo diwarungnya di jogja.

Cerita tentang sebuah kartu nama dan cara penggunaanya dari mbah mo ini sangat menginsiprasi saya untuk membuat kartu nama saya unik dan tidak sama dengan kartu nama yang lain…

Leave a Reply