arti keberanian

dalam sebuah perjalanan bersama seorang senior, saya mendengar beliau ditelepon sebuah radio dan diminta untuk talk show melalui sambungan handphone. dalam pembicaraan itu saya mencoba menyimpulkan apa sih sebenarnya topik yang dibicarakan. rupanya topik talk show hari itu adalah kaitan bisnis dengan hari kemerdekaan republik ini.

secara santai senior saya itu mengaitkan arti keberanian para pemuda di negara ini semasa jaman penjajahan dengan keberanian para pemuda di era tahun 2009 ini.

jaman penjajahan dulu karena tidak ada pilihan lain bagi para pemuda yang tepacu adrenalinnya untuk mengangkat senjata sederhana macam bambu runcing dan golok buat berperang melawan bedil dan meriam. pilihan mereka hanya ada dua berperang untuk merdeka yang bisa berakibat kematiaan ataukah hanya tertunduk lesu pasrah pada nasib untuk dijajah selama-lamanya. sebagian besar pemuda yang bernyali pilih untuk angkat senjata dan tidak takut akan kematian. sedang hanya sebagian kecil saja yang bersembunyi dan menjadi pengecut.

jaman sekarang setelah 64 tahun kemerdekaan sepertinya para pemuda kembali harus diasah adrenalinnya. pilihan mereka juga hanya dua setelah selesai sekolah, apakah harus pasrah menjadi pengangguran sembari menunggu diterimanya lamaran pekerjaan mereka atau harus berani maju dan berusaha sendiri menciptakan berbagai peluang usaha yang bisa mendatangkan uang sebagai entrepreneur.

jaman kemerdekaan sudah berlalu dan keberanian para pemuda kita sudah teruji dan diakui oleh dunia internasional. tapi jaman modern masih kita hadapi dan jalani setiap hari apakah kita akan bisa membuktikan bahwa kita juga berani dan tangguh seperti pemuda jaman perang dulu dalam membangun semangat entrepreneur dan kewirausahaan kita, sehingga kita juga bisa diakui oleh bangsa lain?

saya berani mengambil pilihan yang kedua. sebagai produk jaman modern saya pacu adrenalin dan keberanian saya agar muncul sehingga saya bisa mencari uang sendiri dengan menjadi entrepreneur tanpa harus tergantung sebagai karyawan.

saya pacu keberanian saya, karena saya sadar bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya soal berani atau tidak, banyak strategi yang harus dipersiapkan dan dipelajari, dan itu bisa. bukan sesuatu yang mudah tapi juga bukan sesuatu yang sulit, apalagi sampai harus kehilangan jiwa raga.

apalagi saya juga sadar kebranian saya untuk jadi entrepreneur juga tidak harus dibayar dengan nyawa saya, tidak seperti pemuda jaman perang yang kadang harus membayar keberaniannya untuk maju berperang dengan nyawa mereka sendiri.

keberanian saya untuk memilih sebagai entrepreneur lebih kepada kesadaran saya bahwa menjadi entrepreneur bukan akhir dari segala-galanya, bila gagal saya tinggal mengulangnya lagi karena sudah banyak contoh tokoh entrepreneur yang lebih dulu sukses dan berhasil. saya hanya tinggal mencontohnya saja tidak harus membuat sesuatu yang baru, tidak harus menciptakan kemerdekaan. hanya sekedar mengamati, meniru serta kemudian mengembangkan sesuai dengan karakter serta kreativitas saya.

tantangan terberat saya hanya tidak boleh putus asa dan tidak boleh kehilangan semangat. tidak sampai harus kehilangan nyawa saya.

semuanya jauh lebih mudah sekarang, sebagai orang yang selalu merasa muda saya hidup dijaman yang penuh dengan fasilitas. saya tinggal memanfaatkannya saja. banyak guru, banyak pelatihan, banyak pilihan bisnis yang tersedia didepan mata.

kenapa saya harus takut?

jadi kenapa saya harus tidak punya keberanian untuk jadi entrepreneur?

Leave a Reply