aku nggak pandai tapi aku suka menulis

posted in: Entrepreneurship | 2

Emang harus orang pandai sajakah yang boleh menulis?

Emang harus orang pandai sajakah yang bisa menulis?

Rasanya menulis itu adalah hak setiap orang, nggak perduli apakah orang tersebut pandai atau orang tersebut tidak pandai.

Setiap orang bisa dan boleh menulis apapun. Maka siapapun boleh dan bisa menulis apapun. Selama belum ada undang-undang yang melarang orang nggak pandai untuk menulis maka segeralah menulis.

Kalo menurut saya, menulis itu bisa dilakukan oleh siapapun ddan menurut saya juga menulis itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan pandai atau tidak pandainya otak seseorang.

Kenapa saya bilang seperti itu, sebab menurut saya menulis itu seperti kita jika sedang  berbicara bedanya kalo berbicara ada lawan bicaranya yang adalah orang, tapi jika menulis maka lawan bicara kita bukan orang, melainkan selembar kertas kosong.

Saat kita berbicara, kita menyampaikan sesuatu pada lawan bicara kita yang berbentuk orang itu memalui suara. Sedang saat kita menulis maka cara kita menyampaikan sesuatu itu tidak melalui suara melainkan melalui huruf-huruf yang dirangkai menjadi kalimat dalam bentuk tulisan.

Semakin kita banyak bergaul dengan banyak orang, semakin kita mendengar aneka diskusi ataupun aneka berita dari banyak orang, semakin kita banyak membaca buku, semakin banyak kita memperoleh informasi maka otomatis wawasan kita akan bertambah dan dengan semakin luas wawasan kita maka kita pun semakin dapat mengolah berbagai data dan informasi secara lebih baik.

Akibatnya maka saat kita ngobrol dengan orang lain maka kita dapat mengimbangi obrolan dari lawan bicara kita, dan lawan bicara kita akan semakin senang ngobrol dengan kita sebab apa yang di bicarakan nyambung sehingga pembicaraan semakin bergulir dengan baik.

Jika kita nggak punya wawasan atau pengetahuan apapun pastilah lawan bicara kita akan cepat bosan dan akhirnya mengentikan pembicaraan dengan kita, bahkan pada petemuan berikutnya lawan bicara akan malas bahkan menhindar jika kita ajak ngobrol lagi.

Hal yang demikian berlaku juga dalam menulis, semakin luas wawasan kita maka semakin banyak hal yang bisa kita tuangkan dalam tulisan-tulisan kita dan semakin banyak juga orang yang bisa menikmati apa yang kita tulis itu. Jika kita gak punya wawasan, pastilah yang kita tulis akan garing, datar dan gak ada gregetnya sebagai akibatnya jangankan orang lain kita sendiripun pasti bakalan gak suka sama apa yang kita tulis itu.

Sekarang apa sih definisi dari kata ‘pandai’ itu sendiri?

Berasarkan bongkar-bongkar data dari google maka saya memperoleh kesimpulan kalau kata pandai itu berarti ’cepat menangkap pelajaran dan cepat mengerti sesuatu’

Rasanya nggak semua orang itu pandai, apalagi kalo pandai itu sendiri di hubungkan dengan daya tangkap kita terhadap pelajaran di sekolah. Banyak sekali orang nggak pandai di bandingkan dengan orang pandai.

Orang yang pandaipun juga bisa menulis.

Tapi orang yang nggak pandai juga bukannya nggak bisa menulis.

Dalam kehidupan nyata orang yang pandai pasti lebih unggul dalam mengolah data dan mencerna, menangkap serta mengerti akan sesuatu di bandingkan dengan orang yang nggak pandai.  Sedangkan dalam dunia tulis menulis, orang nggak pandai dan orang yang pandai masing-masing punya kesempatan yang sama untuk menarik minat pembaca dalam membaca tulisan mereka.

Kenapa kok bisa begitu.

Ya bisa saja sebab apapun bisa di jadikan bahan tulisan, seperti apapun bisa dijadikan bahan obrolan. Apakah itu tentang ilmu pengetahuan, kejadian-kejadian yang lagi ngetrend di bicarakan, gosip-gosip bahkan humor pun bisa dijadikan bahan obroran. Seperti yang sudah saya sampaikan diawal kalo mengobrol itu sama dengan menulis hanya beda di lawan nya saja.

Semakin seneng ngobrol maka mestinya kita bisa langsung merubah yang kita obrolkan tadi menjadi tulisan. Bahkan kalo perlu kita nggak usah terlibat menjadi orang yang ngobrol tapi cukup menjadi pendengar yang baik dan setelah itu tuangkan segera apa yang sudah kita dengar tadi menjadi tulisan. Jika obrolan itu menarik maka tulisan kita kurang lebih akan menarik juga, terlebih jika gaya bahasa dari tulisan itu nggak resmi tapi seperti sedang ngobrol.

Siapapun bisa menulis, tinggal niatnya saja mau atau tidak. Nggak usah pandai asal rajin maka jadilah dia penulis. Rajin mendengar, rajin ngobrol, rain membaca da rajin bergaul serta rajin-rajinlah menuangkannya dalam bentuk tulisan maka jadilah kita penulis.

Menulis itu mudah, nggak perlu pandai nggak perlu pintar.

Jika menulis itu mudah maka mulailah dari sekarang untuk menulis ya….

Leave a Reply