air mengalirpun punya tujuan, sedangkan kita?

posted in: Entrepreneurship | 0

hidup seperti air yang mengalir

Barusan saya habis liat acara tv, kisah sukses seorang penyanyi dari papua. Keren perjuangan dan kisah sukses hidupnya, tapi yang lebih nyantol diotak saya adalah ketika si penyanyi bilang begini (kalimatnya tidak tepat sepeti yang dia ucapkan di tv)

‘hidup ini kalo dibikin susah, jadinya ya susah, jadi nikmati saja hidup seperti air mengalir, air mengalir apa adanya tapi selalu ada tujuannya’

Setelah acara itu berakhir lantas kalimat si penyanyi tadi kepikiran terus dalam otak saya.
Lantas saya ingat-ingat dan saya perhatikanlah air.

Sifat air itu mengalir apa adanya, dimana ada jalurnya maka air itu terus mengalir. Air nggak pernah memilih tempat untuk mengalir, dimana dia bisa mengalir maka mengalirlah air. Dan air itu terus mengalir mengikuti jalur yang ada.

Bahkan air sanggup mencari jalan keluar dan menemukan jalan untuknya terus mengalir lagi. Bukan itu saja air juga sanggup menjebol rintangan yang menghalangi jalannya…

Banyak yang gak setuju kalo kita bertidak begitu saja ‘seperti air mengalir’ sebab menurut mereka air itu selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jadi jika kita hanya bertindak apa adanya seperti air mengalir maka kita dianggap hanya ‘pasrah’ saja dan bukannya mendapatkan kesuksesan tapi malahan bisa jadi terpuruk sebab air kan mengalirnya ke bawah dan air gak bisa mengalir ke atas.

Saya setuju air memang mengalir selalu ketempat yang lebih rendah. Tapi apakah mengalir ketempat yang lebih rendah pasti sebuah kegagalan? Belom tentu juga kan?

Menurut saya air mengalir kebawah ketempat yang lebih rendah karena mencari jalan yang lebih mudah untuk mencapai tujuan akhirnya.

Lagian kan memang lebih mudah ‘menekan’ dari atas ke bawah dari pada ‘mendorong’ dari bawah ke atas.

Dengan menekan maka air bisa menjebol semua yang dianggapnya sebagai penghalang, yang membuatnya tidak bisa lagi mengalir.

Dengan mencari jalan yang dianggapnya mudah maka air tetap bisa menuju ke tempat tujuan akhirnya yang dahsyat. Semua air selalu menuju lautan, semua air dari manapun, muaranya selalu ke laut dan laut adalah sebuah tempat yang yang sangat dahsyat.

Walaupun jalan yang dipilihnya kebawah, walaupun air mengalir seperti tak punya semangat, walaupun nampaknya air itu gak punya rencana, tapi air punya satu tujuan yang pasti yaitu lautan.

“Bila pada segelas air kita berikan ucapan-ucapan yang baik maka akan terbentuk kristal-kristal cantik yang luar biasa tapi klo kita berika ucapan-ucapan yang buruk maka kristal-kristal yang terbentuk akan buruk pula” (teori Hado) – berdasarkan teori ini ternyata air itu bisa berkomunikasi dengan manusia juga.

Berdasarkan teori itu juga ada yang berpendapat bahwa karakter manusia itu mirip dengan air. Hal itu karena sebagian besar dari tubuh manusia terdiri dari air. Hampir 80% bagian tubuh manusia terdiri dari air, kita sudah mempelajarinya mulai dari sekolah dasar kan…

Jadi jika kita sebagai manusia selalu mendengar kata-kata yang buruk atau negatif maka biasanya akan negatif pula pola pikir yang kita punya, tapi sebaliknya kalo kata-kata baik dan positive yang sering didengarnya maka akan terbentuk kita sebagai manusia senang berpola pikir positive yang baik.

So mengalirlah dengan air kebaikan, supaya terbentuk kristal-kristal kehidupan yang luar biasa cantiknya.

Kita bebas menentukan jalan yang akan kita pilih karena kita manusia yang bebas. Kita boleh mengalir seperti air atau boleh bergerak sesuai apapun.

Asalkan selalu punya tujuan…