air mata & canda tawa

posted in: Entrepreneurship | 0

‘Ternyata memang dibalik sebuah kesuksesan selalu diiringi dengan kerja keras bahkan air mata cuman jarang sekali yang menceritakannya secara jelas dan detail, tapi hal itu akan jadi canda tawa sebuah nostagia yang indah saat diceritakan ulang pada saat sukses bersama kawan-kawan lama yang tau persis kejadiannya’

Kemaren malam saya di bbm oleh pak Sam S Hidayat  seorang senior saya yang sudah lama nggak ketemu. Beliau mengajak saya cangkruan di foodfestival di complex perumahan Pakuwon City di Kawasan Surabaya Timur. Beliau ngajak saya cangkruan secara mendadak karna beliau dapat kabar kalo mas Hendy Setiono, tokoh entrepreneur muda Indonesia sedang liburan di Surabaya. Beliau juga bilang dalam bbm itu kalo beliau juga mengajak beberapa kawan lainnya.

https://i1.wp.com/a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/315567_10150296310394197_155805614196_7483399_82229943_n.jpg?w=1140

Tadinya saya agak malas untuk datang sebab beliau mengundang secara mendadak banget dan saat itu saya lagi asik-asiknya main sama dua jagoan saya, padahal biasanya saya paling seneng dan paling semangat kalo diajak cangkruan. Apalagi ini yang ngajakin cangkruan ini adalah teman-teman lama yang sudah nggak pernah lagi ketemu. Tapi seperti biasanya saat saya bilang sama ibunya anak-anak lewat sms kalo saya diajakin cangkruan secara mendadak malam itu, dia bilang saya harus berangkat soale yang ngundang dan yang ngajakin adalah kawan-kawan masa lalu saya.

Disemangatin gitu jelas akhirnya saya berangkat deh….

Singkatnya saya nyampek juga di tempat yang sudah sipekati dan satu persatu kawan-kawan lama ini bermunculan untuk cangkruan bareng. Kami semua duduk dan ngobrol bareng disana ada Hendi Setiono & istri, Danton Prabawanto, Samsul Hidayat, Saiful ‘ipul’, Yuan Arief Benigno Partogi, Bowo Samiko dan Lie Lim Hwa.

Kalo kawan lama yang dah jarang bareng ketemu berkumpul pastilah yang diceritakan kabar masing-masing dulu baru kemudian ngobrol ngalor ngidur sambil ketawa tiwi penuh dengan gojlokan dan guyonan.

Dan guyonan yang paling seru dan paling memicu tawa adalah saat ada yang bercerita tentang pengalaman kawan lainnya saat merintis usaha dulu, lima tahun yang lalu. Saat ada yang terbanting-banting melakukan kesalahan bisnis, saat ada yang melakukan kesalahan dalam bisnis atau pada saat ada cerita tentang memori cangkruan bareng saat lima tahun yang lalu saat semuanya belum sesukses sekarang.

Siapa sih yang gak kenal Hendi Setiono, tokoh muda bangsa ini yang menjadi jargon entrepreneur sukses belia di Indonesia. Siapa sangka tokoh sesukses beliau yang bahkan sudah mendapatkan pengakukan international sebagai entrepreneur sukses dari berbagai negara di dunia pada saat memulai usahanya dulu juga melakukan tindakan-tindakan konyol yang bikin malu.

Belum lagi pak Samsul Hidayat pemilik perusahaan outsourcing Terminal Jasa, yang sekarang lebih terkenal dengan sapaan ’abah’ ini, kita ketahui bersama memulai usahanya di sebuah kamar kos-kosan yang kumuh di salah satu sudut kota surabaya. Dari sebuah sebuah kamar kos-kosan sekarang bisnis beliau merambah dunia international bahkan jarak surabaya – makkah serasa dekat karena dalam sebulan saja beliau bisa melakukan lebih dari 3x perjalanan bisnis dan ibadah kesana.

Lalu Danton Prabawanto, tokoh bisnis di dunia maya yang terkenal dengan ’Jagoan Hosting’nya, ada Saiful ’ipul’ pebisnis pupuk, batubara dan beras serta Bowo Samiko dan Yuan Arief Benigno Partogi salah seorang pemain rental mobil yang cukup di perhitungkan di surabaya serta Lie Lim Hwa yang punya toko ’pita’ cukup beken di pasar atom yang hampir tiap bulan kalo belanja di cina bisa sekapal penuh,

hehehe…

Nggak kebayang lima tahun yang lalu hampir tiap hari kita cangkruan bareng, ngobrolin bisnis dan kesuksesan masa depan yang alhamdulillah ternyata tercapai semua sekarang, berkat kerja keras dari masing-masing. Kekonyolan-kekonyolan dan kesalahan-kesalahan dalam melaukan bisnis, penderitaan dan celaan serta cemoohan di masa lalu jadinya bagaikan cerita lucu yang sekarang dijadikan jokes sebagai tanda keakraban diantara kami.

Saat itu memang hanya mimpi yang menjadi pedoman buat masing-masing dari kami untuk bekerja keras mewujudkannya. Kami tetep setia di jalur masing-masing dan tetep setia dengan mimpi masing-masing. Saat itu kami saling mengingatkan dan saling menyemangati satu dengan lainnya.

Dan terbukti kini, mimpi kami sebagian besar pelan-pelan telah menjadi kenyataan, tapi yang paling asik dibalik kesuksesan itu kami tetep sama seperti kami yang dulu tetep konyol dan senang bercanda, semoga langgeng dan abadi …

Kawan-kawan baru bermunculan, tokoh sukses dan dan yang lebih sukses kini menjadi kawan padahal lima tahun yang lalu mereka-mereka itu adalah mentor atau tokoh panutan yang rasanya nggak bakalan terjangkau. Tapi mimpi, konsistensi dan kerja keras membuktikan semuanya bisa tercapai. Ada banyak air mata saat menggapainya tapi saat tergapai air mata itu berubah menjadi canda tawa yang lucu.

Saat berkumpul dengan kawan-kawan lama yang sekarang dah pada sukses ini, saat kami ngobrol-ngobrol dan ketawa ketiwi bareng ini, saya ternyata sempet-sempetnya juga kepikiran, rasanya kok belum pernah saya bertemu atau menemukan orang yang selama hidupnya selalu sukses. Dan rasanya saya jadi yakin kalau-pun ada orang seperti itu pasti saat-saat gagalnya tidak pernah di ceritakan dan hanya disimpan buat dirinya sendiri.

Hal yang tadinya dianggap sulit begitu ada seseorang yang berhasil melakukannya maka kemudian menjadi biasa, terbukti dengan kemudian banyak orang yang berhasil melakukannya, kalo yang lain bisa kenapa kita mesti nggak bisa? Cuman seringkali kita hanya terlena pada kisah sukses saja dan mengabaikan prosesnya dan memang kisah sukses adalah yang paling indah untuk di ceritakan buat motivasi sedangkan ’proses’ jarang banget di jadikan bahan cerita.

Maka yang penting tujuannnya apa dulu, temukan dulu tujuannya baru bekerja untuk mencapai tujuan itu, selalu ada proses dalam mencapai tujuan dan proses itu seringkali memang nggak enak untuk di ceritakan…

Konsisten sajalah, tapi dengan terus merusaha memperbaiki diri…

Seperti biasa, cangkruan yang di mulai jam 21 malam itu baru berakhir ketika azan subuh yang di kumandangkan oleh ‘muazin’ terdengar bersahut-sahutan, memeriahkan suasana pagi yang dingin ini.

Leave a Reply