kasih gratis dah……

posted in: Entrepreneurship | 1

sudah jamak dalam kehidupan ini yang muda selalu dilupakan dan jarang di beri kepercayaan. tapi sebenarnya bila diperhatikan dan disadari dengan benar, kaum muda ini banyak lho memiliki potensi-potensi yang luar biasa. tapi potensi anak-anak muda selalu tertutup oleh prestasi orang-orang tua yang lebih dulu berkiprah. yang saya sebut orang tua ini gak mesti tua secara usia lho, tapi juga bisa lebih dulu memulai sesuatu dan berhasil.

saya sendiri paling senang bergaul sama anak-anak muda yang seringkali usia mereka terpaut sekitar sepuluh sampai tiga belas tahun lebih muda dari usia saya. saya suka bergaul dengan mereka karena rata-rata mereka punya ide-ide dan semangat yang luar biasa. mereka tidak takut pada apapun karena mereka biasanya belum punya tanggungan. dengan begitu saya selalu merasa awet muda dan selalu punya semangat baru. ide-ide kaum muda ini fresh, belum terkontaminasi dengan prasangka-prasangka yang sering melemahkan semangat dan menurunkan motivasi.

salah satu dari sekian banyak teman baik saya namanya febri a nazuka, saya kenal beliau semenjak gabung di tda surabaya dan jadi lebih akrab setelah bergabung dalam satu mastermind, master mind juara. beliau ini punya semangat dan idealis yang luar biasa, kalo belum membuktikan sendiri rasanya nabrak tembok, beliau belum mau berenti berusaha.

beliau ini sedang merintis dua bisnis utama yaitu board game dan penerjemah bahasa jepang. bisnis yang jarang dilirik orang dan penuh dengan edukasi dalam mengelolanya. dasar orangnya idealis, beliau ini justru masuk ke dunia yang sarat dengan tantangan ini. jadi entrepreneur saja adalah pilihan yang luar biasa sulit, nah bisnis yang digelutinya lebih sulit lagi. itu yang bikin saya geleng kepala dan salut luar biasa.

penerjemah bahasa jepang tentunya gampang diketahui kayak gimana bentuk bisnisnya. nah yang jarang pada tahu adalah bisnis board gamenya. saya sendiri butuh waktu cukup lama buat bisa memahami dan memiliki gambaran yang bisa dicerna oleh otak saya yang sudah uzur ini. tapi gampangnya board game itu semacam permainan strategi yang jauh lebih sempurna daripada main monopoli.

bisnis permainan yang masih sangat jarang di indonesia apalagi di surabaya. tapi dengan semangat mas febri tetep menjalankannya. langkah-langkah yang dijalaninya menurut saya sangat luar biasa, tantangan untuk memulai bisnis dengan harus meng-edukasi pasar diambilnya. dari sharing-sharingnya saat cangkruan bareng, saya sangat terpesona saat beliau cerita bagaimana bisa memperoleh tempat usaha, berupa salah satu lantai di sebuah ruko secara gratis, tanpa dikenakan biaya sewa. negosiasi tingkat tinggi digunakan oleh mas febri, dia gunakan kekuatan win-win solution untuk mendapatkan deal itu. beliau tahu kalo ada sebuah ruko yang kosong dua lantai atasnya seang lantai dasarnya di gunakan sebagai semacam rumah makan oleh pemiliknya. disini mas febri bernegosiasi, bahwa bila diijinkan memakai lantai atas di ruko itu buat ngejalanin bisnisnya maka dia akan dapat mendatangkan banyak orang kesitu buat bermain board game. nah bila banyak orang datang dan main, minimal di depan ruko akan banyak kendaraan parkir yang dapat menimbulkan efek psikologis dan kesan rumah makan di ruko itu ramai. belom lagi nantinya pasti orang-orang yang datang dan main disitu akan merasa lapar dan haus. bila itu terjadi pastinya makanan dan minuman akan dipesankan dari dapur di rumah makan yang ada di lantai bawah.

mas febri dapat memberikan gambaran yang gamblang dan meyakinkan pada pemilik ruko, dia bisa bikin pemiliknya membayangkan batapa ramainya orang yang akan datang ke ruko itu, sebab buat memulai permainan dalam suatu game disitu minimal dibutuhkan tiga dampai empat orang pemain. padahal bisnis mas febri memiliki stok games yang banyak dan beraneka ragam.

deal pun diraih, mas febri dapat ijin buat make lantai atas diruko itu buat tempatnya menjalankan bisnis. nah tantangan berikutnya muncul lagi, bagaimana bisa mendatangkan pemain ke tempat itu. berbagai trik dijalankan, sasaran mas febri adalah mendekati komunitas pecinta games. itu juga gak gampang, gak semudah membalikkan telapak tangan. berbagai trik dicoba, banyak yang gagal tapi pastinya ada yang berhasil. suatu teori marketing muncul disini, ternyata menurut mas febri dan sudah dibuktikannya, ada sebuah perilaku konsumen yang unik. konsumen itu tidak suka dengan promo yang mengatakan ‘discount 50%’.

saat promo ini diterapkan kondisi sepi tidak seperti yang diharapkan. sampe kemudian muncul ide di benak cerdas mas febri, ide yang maksud dan tujuannya sama tapi bahasa yang digunakan berbeda. mas febri pun mengubah bahasa promonya menjadi ‘bayar satu gratis satu’ jadi bila ada pemain yang datang dan ngajak temannya main disitu dan temannya itu bayar maka si pengajak boleh bermain gratis.

kalo dipikir sebenarnya arti dari kedua promo itu kan sama, apabila ada discount 50% dan yang bermain dua orang maka  jatoh-jatohnya setelah didiscount sama  dengan yang bayar cuman satu orang. sama saja dengan promo ‘bayar satu gratis satu’ kan. tapi rupanya konsumen di sini lebih suka dengan segala sesuatu yang berbau gratisan.

rubah sedikit saja bahasa yang digunakan walaupun berarti sama dapat berefek yang sangat berlawanan.  disini perlu kecerdasan dalam mengolah kata-kata dan mas febri bisa menbuktikan kalo dirinya cerdas.

promo seperti tadi, ternyata juga masih belum memenuhi target konsumen yang datang. akhirnya arek lamongan yang bulan februari kemaren baru berusia 26 tahun ini bikin promo yang lebih berani lagi. beliau menggratiskan setiap orang yang main disitu. trus rugi donk kalo mainnya gratis, lha dapat duit dari mana bisnis ini. ternyata ada lagi langkah cerdas mas febri, memang konsumen boleh main gratis tapi konsumen dipaksa buat makan dan minum disitu. pastinya cara maksanya gak vulgar dan penuh kekerasan, tapi dengan cara halus dan penuh trik. team pengelola harus rajin menawarkan makanan dan dan minuman pada konsumen yang asik main, berbagai cara dilakukan agar konsumen terpancing buat pesen makanan dan minuman disitu. misalnya saja saat teamnya mas febri menyapa konsumen yang sedang asik main, mereka menyapa tidak dengan tangan kosong, tapi datang dengan membawa minuman dingin yang seolah-olah diminumnya sendiri, atau sengaja meletakkan minuman tadi disamping pemain. cara-cara seperti itu bisa menulsarkan rasa haus dan lapar ke pemain, yang tadinya gak pingin makan dan minum bisa langsung order.

dengan cara ini omset dari bisnis board game meningkat, bukan dari game itu tapi justru dari pemesanan makanan  dan minuman yang diorderkan dari rumah makan di lantai bawah. mas febri cuman ambil selisih harga dari harga rumah makan itu. ternyata muncul data baru, bahwa konsumen yang sedang asik bermain tidak memperdulikan harga bila melakukan pemesanan, yang penting kenikmatan mereka bermain tidak terganggu.

dibutuhkan kecerdasan lagi buat menangkap peluang ini. di dalam bisnis inti ada bisnis lain yang ternyata lebih menghasilkan uang tanpa harus menutup bisnis intinya.

berikan kenikmatan pada konsumen secara gratis, kemudian tawarkan lagi kenikmatan kedua, maka konsumen akan membayarnya tanpa terlalu kritis terhadap harga dan uang yang dikeluarkan. teori melayani dan memuaskan pelanggan dulu atau teori bikin pelanggan senang dulu, baru kemudian keuntungan diperoleh, ternyata dapat dibuktikan secara cerdas oleh mas febri.

selain gigih dan kreatif dalam menjalankan bisnisnya, ada suatu hal lain yang juga bikin saya dan teman-teman geleng-geleng kepala. mas febri ini seperti ensiklopedia berjalan, dia tau hampir setiap hal dan dapat menceritakan atau menjelaskannya pada kita-kita secara detail dan rinci, mirip seperti kalo kita baca buku. saya aja kalo baca buku dan berceria kembali tentang isi buku itu gak mungkin bisa rinci dan urut, apalagi kalo mbacanya sudah lama, pasti bila disuruh cerita banyak bolong-bolongnya. makanya serigkali kalo saya gak paham akan suatu hal lebih enak nanya sama mas febri dijamin jawabannya lengkap, detail dan urut. dari pada baca buku lebih menyenangkan ngobrol sama mas febri.

betapa asiknya bergaul dengan anak muda, serasa semakin muda rasanya………..

 

 

 

Leave a Reply