’perawan disarang penyamun’

posted in: Entrepreneurship | 0

Darah-Perawan-Bulan-Madugak pernah nyangka kalo pada akhirnya saya bisa berangkat ke luar negri. Ngebayangin aja nggak bermimpi pun tidak. tapi hal menjadi idaman setiap orang (saya yakin setiap orang indonesia pasti punya keinginan untuk suatu saat nanti bisa bepergian ke luar negri) itu bisa menjadi kenyataan. Dan yang membuat senyum saya makin lebar karena saya bisa berangkat ke luar negri, kali itu tujuannya adalah malaysia karena saya bisa memberangkatkan diri saya menggunakan uang saya sendiri yang saya peroleh sebagai entrepreneur.

bayangan saya selama ini orang yang bisa bepergian keluar negri pastilah orang kaya yang punya duit banyak sebab biaya yang diperlukan pastilah sangat mahal. Kondisi seperti itu tidak terjadi pada saya. kondisi ekonomi saya yang ngepas ternyata bisa banget untuk membuat saya melangkah menuju suatu negara diluar indonesia.

tepatnya pada suatu hari tanggal 12 november 2008 pagi saya brangkat naik pesawat air asia ke malaysia bareng rombongan TDA (tangan diatas) yaitu komunitas entrepreneur nasional yang  diundang sama pemerintah negara malaysia untuk menghadiri pameran dagang negara itu yakni  International Trade Malaysia, yang diselenggarakan dari tanggal 12- 16 november 2008.

komunitas kami tda, mendapat kepercayaan diundang oleh pemerintah malaysia untuk menghadiri pameran dagang negaranya sebagai buyer atau pembeli. pameran dagang ini luar biasa sekali menurut saya karena untuk meramaikan dan mensukseskan pameran dagang internasionalnya, pemerintah malaysia berani mengundang lebih dari 50 negara dari seluruh dunia untuk datang sebagai tamu kehormatan dan mendapatkan fasilitas penuh dari negara itu.SUSAHNYA JADI PERAWAN 001

semua tamu yang diundang datang sebagai pembeli, seperti saya dan kawan-kawan mendapatkan fasilitas luar biasa. fasilitas yang diberikan oleh pemerintah malaysia bagi tamu-tamunya sangat luar biasa hebat menurut saya, karena tiap perusahaan yang datang mendapat satu kamar tidur di hotel bintang 5 selama masa pameran plus semua akomodasi dari bandara, hotel dan tempat pameran secara cuma-cuma alias gratis. kami hanya mengeluarkan biaya transportasi pulang pergi dari indonesia ke malaysia. luar biasa banget deh rasanya saat itu, serasa menjadi tamu negara kehormatan.

rasa bangga memenuhi rongga dada kami saat itu karena komunitas kami, anggota-anggota tda mewakili negara kita untuk datang ke pameran dagang di malaysia. Sungguh sesuatu yang luar biasa dan bikin bangga apalagi saya yang ikut berada dalam rombongan tersebut karena selain kami tidak ada perwakilan atau delegasi lain yang datang mewakili negara kita.anakperawandisarangpenyamun_2349

rata-rata dari kita yang brangkat memang belum pernah ke malaysia menjadi terkagum-kagum dengan fasilitas ini juga terkagum-kagum dengan kondisi kota kuala lumpur yang besar, bersih, rapi dan teratur serta megah dengan gedung-gedung raksasanya. tapi yang paling hebat kuala lumpur juga hijau dengan pohon-pohon besar diantara gedung-gedung raksasanya.

pameran dagang tadi kurang lebih sama dengan jakarta fair atau expo-expo yang diadakan oleh pemerintah kita. cuman pemerintah sana mengemas dengan lebih canggih dan modern. gimana nggak istimewa semua disediakan dan semuanya gratis, mulai dari makan siang, coffe break pagi dan sore selalu siap on time secara prasmanan bagi semua pengunjung, jadi perut saya tambah gendut kekenyangan.

selain semua fasilitas yang luar biasa istimewa itu ada hal lain yang terasa sangat istimewa lagi, khususnya buat saya. sebagai seorang entrepreneur pemula bisa ikut berangkat keluar negri apalagi berangkatnya tergabung dalam anggota delegasi negara yang diwakili suatu komunitas entrepreneur berskala nasional, bener-bener jauh diluar angan-angan. terlebih pada saat keberangkatan itupun saya belum resmi tergabung menjadi anggota komunitas tersebut, sementara hampir seluruh delrgasi yang berangkat adalah jajaran inti, pengurus serta aktivis komunitas tangan diatas yang rata-rata sudah menjadi pengusaha top.

ibaratnya, saya seperti ‘perawan di sarang penyamun’ tapi bedanya saya berada dalam lingkungan yang benar dan dalam  kondisi yang tepat serta nyaman. saya bener-bener beruntung bisa mendapatkan informasi tentang acara ini. memang jaringan network dan pertemanan dalam dunia apapun sungguh sangat penting terutama di dunia entrepreneur.

mary2Alhamdulillah saya punya banyak kenalan dan kawan baik yang tersebar di berbagai kota. dari salah seorang kawan, anggara namanya, dia ini tinggal di bogor dan berbisnis baso, dulunya sewaktu di surabaya dia dan saya tergabung dalam komunitas sec (surabaya entrepreneur club). nah dari anggara ini saya dapat informasi penting tentang acara ini dan itu bener-bener bikin saya ngotot untuk berusaha berangkat dengan cara apapun walo belum tergabung menjadi anggota komunitas tangan diatas. karena kengototan saya, anggara pun bersedia membantu mencarikan solusi dan beneran karena ada usaha maka ditemukanlah jalan keluarnya. Singkat scerita saya didaftarkan berangkat sebagai wakil dan karyawan perusahaan baso si anggara.

kekuatan usaha, pertemanan dan gak mudah menyerah alias nekad akhirnya bikin saya akhirnya bisa berangkat juga, istilahnya sebagai ‘penyelundup’ karena semua yang berangkat adalah anggota inti dari komunitas itu. padahal 100% saya gak ada yang kenal dengan satupun anggota rombongan yang berangkat kecuali anggara. ‘bonek’ seperti kata orang surabaya, tapi bonek yang positif yang bikin saya bisa keluar negri untuk pertama kalinya bersama rombongan orang-orang top suatu komunitas entrepreneur top indonesia, dan selama perjalanan itu selain banyak pengalaman dagang di luar negri, pengalaman lain adalah saya jadi bisa berkenalan dengan para pengusaha dan pengurus inti dari komunitas tangan diatas. akibatnya bisa diduga sepulangnya ke tanah air sayapun menjadi mudah diterima masuk menjadi anggota komunitas ini.

kondisi apapun bukan halangan buat maju, semua pasti ada solusinya jadi jangan pernah menyerah untuk suatu kemajuan dan prestasi…….