<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; Sumber Daya</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/category/sumber-daya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>pengangguran oh pengangguran</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2011/09/28/pengangguran-oh-pengangguran/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2011/09/28/pengangguran-oh-pengangguran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 06:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[bento]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis joss dan kuliner mak nyuss]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bumbu pecel enak]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[harian surya]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[invest]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[jangan ada dusta diantara kita]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Berpikir Jadi Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan berpikir jadi pengusaha & jangan pernah berpikir menjadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir jadi pengusaha dan jangan pernah berpikir jadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kaki diatas kepala di bawah]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mentor]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[nasi pecel]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[pecel wenmit]]></category>
		<category><![CDATA[pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[samurai membangun pondasi bisnis tanpa pedang]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[surat kabar]]></category>
		<category><![CDATA[surya]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[TDA nGalam]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tersesat ke jalan yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[tiru]]></category>
		<category><![CDATA[tulis]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wenmit]]></category>
		<category><![CDATA[wenmit pecel]]></category>
		<category><![CDATA[wirausahawan]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<category><![CDATA[writers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[ada yang nanya samurai itu bisnisnya apaan?
saya jawab : samurai nggak punya bisnis, dia pengangguran&#8230;.
Hehehe, lumayan panas juga nih kuping waktu ditanyain seperti itu, mana nanyanya full gaya pula seperti jagoan&#8230; Tapi pada kenyataannya saya memang merasa selalu seperti pengangguran, saya merasa nggak pernah kerja dan saya merasa nggak pernah bisnis. Yang saya lakukan cuman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ada yang nanya samurai itu bisnisnya apaan?<br />
saya jawab : samurai nggak punya bisnis, dia pengangguran&#8230;.<span id="more-1894"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hehehe, lumayan panas juga nih kuping waktu ditanyain seperti itu, mana nanyanya full gaya pula seperti jagoan&#8230; Tapi pada kenyataannya saya memang merasa selalu seperti pengangguran, saya merasa nggak pernah kerja dan saya merasa nggak pernah bisnis. Yang saya lakukan cuman luntang lantung, cangkruk sana dan cangkruk sini. Itu saja yang saya kerjakan hampir tiap hari selama kurun waktu lima tahun lebih dimulai dari sekitar tahun 2005.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan cangkruan saya juga bukan hanya di kota surabaya saja, saya cangkruan atau memburu cangkruan sampe ke luar kota surabaya, saya suka sekali cangkruan sebab saya merasa mendapatkan banyak ilmu dari cangkruan-cangkruan itu. Ilmu yang saya dapatkan dari berbagai forum cangkruan bahkan saking bermanfaatnya tidak hanya berguna buat saya tapi juga berguna buat kawan-kawan yang ngajak saya cangkruan dan bertanya sertya ngobrol dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bisa berbagi pengetahuan yang saya peroleh dari sebuah forum cangkruan di forum cangkruan lainnya. Seringnya dalam berbagai forum cangkruan saya selalu berusaha menjadi pendengar yang baik saja, wong memang niatnya saya pingin belajar. Eh nggak disangka-sangka apa yang saya dengar itu selalu jadi topik hangat di forum cangkruan yang lain, dan kadang celetukan-celetukan yang saya ucapkan ternyata bisa menjadi bermanfaat.  Padahal celetukan yang saya ucapkan itu merupakan topik hangat yang di bahas dan dijadikan topik pembicaraan seru dalam forum cangkruan sebelumnya yang saya ikuti&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kala itu memang belum ada sosial media semacam facebook atau twetter seperti sekarang jadi buat cangkruan memang harus bener-bener bertemu secara fisik dan ngobrolnya juga harus bertatap muka. Saat itu pulsa masih mahal, BB juga belum ada jadi memang harus cangkruan fisik. Saat saya bosan dan kesepian dirumah maka saya langsung main dan silaturahmi ke tempat busnis, tempat usaha atau rumah kawan-kawan saya di surabaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mereka sibuk membangun bisnis mereka, saat mereka sibuk merintis bisnis mereka saya datang ketempat mereka ngajakin ngobrol dan ngobrol. Mungkin kegiatan ini dianggap nmenggangu mereka tapi saya menyukainya, dari ngobriol danb memperhatikan saya banyak dapat sekali pengetahuan yang nggak ada dalam buku-buku atau diajarkan di sekolah-sekolah dimanapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mereka sibuk saya justru nongkrong saja di tempat usaha mereka, memperhatikan apa yang mereka lakukasn. Jika mereka sedang enggan ngobrol saya pun nggak akan ngajakin ngobrol tapi saya duduk saja hampir seharian di tempat usaha mereka. Jika saya bosan atau mereka sudah kelihatan bener merasa terganggu maka saya pun pamit, lalu pindah ke tempat kawan yang lain. Gitu saja yang saya lakukan setiap hari&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini sosial media sangat maraknya, komunikasi jadi gampang dan cangkruan juga nggak lagi harus bertatap fisik, jadinya hari-hari saya banyak dihapiskan untuk ‘ngeloni’ laptop saya, bermain di facebook, twetter, BB dan banyak lainnya. Saya merasa yang saya lakukan juga seperti cangkruan walopun nggak seru seperti kalo cangkruan beneran, bertatap muka, ketemu secara fisik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasa lima tahun yang lalu dan sekarang ini yang saya lakukan juga sama, cangkruan dan cangkruan hampir sepanjang hari tapi dengan media yang berbeda. Kalo bosan maka saya jalan-jalan sama istri, nonton sama anak-anak atau jajan bareng sekeluarga. Itu saja aktivitas saya hampir setyiap hari sepanjang hampir lima tahunan ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa hanya itulah yang dilakukan oleh saya sebagai seorang pengangguran, cangkruan, cangkruan dan cangkruan. Menyenangkan sekali&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahu saya yang namanya seorang pengusaha yang punya bisnis itu dia selalu bekerja untuk membesarkan bisnisnya, active dalam penjualan dengan berbagai cara sehingga omsetnya membesar bahkan meledak sehingga berpengaruh dengan penghasilannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa saya nggak melakukan itu, yang saya lakukan hanya ngobrol dan ngobrol dalam forum cangkruan sambil kadang membanggakan diri sendiri yang sekarang beken dengan istilah narsis.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya itu saja yang rutin saya lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau saya kadang menyempatkan diri menuliskan pengalaman-pengalaman atau hal yang menarik yang saya dapatkan saat saya cangkruan. Saya tuliskan sebagai catatan harian saya dalam sebuah blog di internet. Itu juga supaya nggak lupa dengan kejadian atau pengalaman atau informasi menarik yang baru saya peroleh. Eh nggak disangka ada yang suka dan banyak membaca kata mereka tulisan saya menginspirasi mereka. Tentu saja saya senang donk dan tambah bersemangat untuk cangkruan dan menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari berbagai forum cangkruan dan karena tulisan saya semakin banyak mendapatkan kawan, bahkan kawan yang nggak hanya berasal dari pulau jawa saja bahkan dari luar jawa. Saya nggak pernah menjual saya hampir nggak pernah menawarkan sesuat atau produk saya, saya merasa bukan seorang marketing, sales atau penjual yang baik sebab terlalu sering ditolak dan di sepelekan orang lain, maka saya sangat menikmati cangkruan dimana saya cukup berperan sebagai pendengar yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pendengar dalam forum cangkruan seringkali tidak dianggap oleh forum itu sebab memang yang dilakukannya hanya mendengar dan memperhatikan saja. dan itu yang sering saya lakukan karena saya sangat menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini saat kawan-kawan saya yang dulu sering saya ajak cangkruan atau mengajak saya saya cangkruan mulai menikmati kejayaan bisnisnya, mulai menikmati kemajuan dalam kariernya atau bahkan menghilang karena berbagai masalah yang dihadapinya, saya masih saja cangkruan dari forum cangkruan yang satu ke forum cangkruan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari dulu saya hanya cangkruan dan sampai sekarang saya juga cangkruan dimana-mana, bukankah itu yang dilakukan oleh seorang penganguran?</p>
<p style="text-align: justify;">Yup saya hanyalah seorang penganguran&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Yup Samurai hanyalah seorang pengangguran&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Kalo seorang pengangguran saja sudah bisa hidup layak dan berkecukupan mestinya seseorang yang berprofesi sebagai pengusaha, entrepreneur, karyawan, buruh, kuli atau apapun bisa hidup dengan lebih baik lagi dari pada kehidupan si pengangguran kan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">(oh ya, cangkruan itu adalah istilah suroboyoan untuk nongkrong-nongkrong di warung,   ngobrolin berbagai topik yang menarik saat ini sambil ngopi-ngopi dan maem cemilan, dalam cangkruan biasanya arek suroboyo ngobrolin segala persoalan mulai dari masalah pribadi hingga masalah negara, semua &#8220;bisa didiskusikan&#8221; hingga menemukan gambaran yang lengkap menurut versi para peserta cangkruan itu)</p>
<p style="text-align: justify;">Hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2011/09/28/pengangguran-oh-pengangguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mastermind</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/06/17/mastermind/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/06/17/mastermind/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 12:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir jadi pengusaha dan jangan pernah berpikir jadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[TDA nGalam]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wenmit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[apasih mastermind itu?
mangapa mesti bermasterminds? apa pentingnya? 
1. Definisi
Kelompok Mastermind adalah kelompok-kelompok kecil yang memiliki  komitmen tinggi yang beranggotakan para pebisnis dan atau calon pebisnis  untuk mencapai target yang disepakati bersama. Dengan adanya kelompok  mastermind ini diharapkan para pebisnis akan memiliki lingkungan (miliu)  yang positif yang dapat mendukung perkembangan bisnisnya. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>apasih mastermind itu?</p>
<p>mangapa mesti bermasterminds? apa pentingnya? <img class="alignright size-full wp-image-1732" title="mastermind1" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/06/mastermind1.jpg" alt="mastermind1" width="137" height="306" /></p>
<p style="text-align: justify;">1. Definisi<br />
Kelompok Mastermind adalah kelompok-kelompok kecil yang memiliki  komitmen tinggi yang beranggotakan para pebisnis dan atau calon pebisnis  untuk mencapai target yang disepakati bersama. Dengan adanya kelompok  mastermind ini diharapkan para pebisnis akan memiliki lingkungan (miliu)  yang positif yang dapat mendukung perkembangan bisnisnya. Dari kelompok  ini diharapkan akan menghasilkan para pebisnis tangguh, memiliki  perilaku untuk saling membantu sesama anggotanya, serta memiliki  jaringan kerja (network) yang kuat. Kelompok Mastermind memiliki  kurikulum &amp; referensi yang dijadikan acuan dalam setiap pembahasan.<span id="more-1731"></span></p>
<p style="text-align: justify;">2. Tujuan &amp; manfaat</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan utama dari dibentuknya Kelompok Mastermind adalah agar bisnis  dari setiap anggotanya dapat berkembang secara optimal.<br />
Tujuan ini tercapai dengan adanya saling mendukung di antara anggota.  Beberapa manfaat dari Kelompok Mastermind:<br />
• Memiliki konsultan gratis<br />
• Mendapat lingkungan yg mendukung bisnis<br />
• Belajar dari sesama anggota<br />
• Timbulnya ide2 baru<br />
• Mendapatkan semangat/energy baru dlm menjalankan bisnis<br />
• Memiliki tempat curhat<br />
• Menumbuhkan &amp; menjaga motivasi bisnis<br />
• Menambah network</p>
<p style="text-align: justify;">3. Nilai-nilai yang harus ditegakkan<br />
• Komitmen<br />
• Give &amp; Take<br />
• Saling Percaya<br />
• Kejujuran<br />
• Keterbukaan<br />
• Solidaritas &amp; kebersamaan<br />
• Tidak ada figuritas</p>
<p style="text-align: justify;">4. Cara pembentukan Kelompok Mastermind<br />
Bagaimana cara membentuk Kelompok Mastermind?<br />
• Mengumpulkan calon angota yg bersepakat membentuk KMM<br />
• Bangun komitmen unutk membetuk KMM dgn mempertimbangkan kemudahan  untuk bertemu (tempat &amp; waktu)<br />
• Menentukan tempat &amp; waktu default pertemuan<br />
• Kumpulkan biodata<br />
• Tunjuk satu koordinator &amp; notulis<br />
• Daftarkan ke divisi MM TDA. Hanya yg teregister yang di akui<br />
• Dianjurkan memiliki beragam latar belakang bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">5. Keanggotaan</p>
<p style="text-align: justify;">• Siapa?<br />
l. Para pebisnis dan atau calon pebisnis<br />
ll. Untuk memudahkan bertemu, dianjuran yang memiliki kedekatan  goegrafis<br />
lll. Memiliki kesamaan level bisnis<br />
iv. Dianjurkan pria &amp; wanita dipisah dgn pertimbangan kedekatan  emosional &amp; psikologis<br />
v. Tidak diijinkan memiliki keanggotaan lebih dari 1 KMM</p>
<p style="text-align: justify;">• Jumlah<br />
l. Jumlah anggota yang optimal 5 ~ 8 orang<br />
ll. Terlalu banyak anggota akan tidak efektif pertemuanya<br />
lll. Terlulu sedikit, jumlah masukan akan sedikit</p>
<p style="text-align: justify;">• Tugas Koordinator<br />
i. Sebagai pintu komunikasi ke ketua divisi MM TDA &amp; pihak lainnya<br />
ii. Mengkoordinir pertemuan rutin</p>
<p style="text-align: justify;">• Cara masuk<br />
i. Lihat ke http://tangandiatas.com/ atau http://tdabekasi.com/ untuk  menjadi anggota milis TDA dan mencari  info KMM yg terdekat<br />
ii. Menghubungi koordinator Kelompok Mastermind untuk menanyakan status  keanggotaan Kelompok Mastermind ybs, masih terbuka atau sudah tertutup.</p>
<p style="text-align: justify;">• Cara pindah KMM<br />
i. Alasan pindah<br />
- Jarak<br />
- Waktu<br />
- Atau sebab lainnya<br />
ii. Lapor ke coordinator KMM untuk diteruskan ke div MM TDA</p>
<p style="text-align: justify;">• Mastermind Online<br />
Untuk wilayah yang anggotanya masih belum mencukupi untuk membentuk 1  kelompok mastermind maka bisa bergabung dengan anggota dari wilayah lain  dengan sistem online, tetapi hal ini hanya untuk sementara sebelum  anggota mencapai jumlah yg cukup.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1733" title="mastermind-japan-valentines-g-shock-2" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/06/mastermind-japan-valentines-g-shock-2.jpg" alt="mastermind-japan-valentines-g-shock-2" width="136" height="129" />• Komitmen<br />
Untuk menjaga komitmen setiap anggota maka perlu dibuat ketentuan bahwa  setiap anggota KMM wajib hadir pada setiap pertemuan mastermind yang  sudah disepakati bersama.<br />
Apabila selama 3 kali berturut-turut tidak hadir tanpa alasan kuat yang  bisa dibenarkan oleh seluruh anggota KMM maka secara otomatis  keanggotaannya dinyatakan gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Kurikulum RDBPSAP<br />
Reason (alasan),<br />
Dream (mimpi),<br />
Believe (percaya),<br />
Passion (keinginan),<br />
Strategy (siasat),<br />
Action (tindakan),<br />
Pray (doa)</p>
<p style="text-align: justify;">7. Kegiatan<br />
• Pertemuan rutin<br />
i. Sharing (pengungkapan perasaan, winning dll) <strong>What I fell like  expression</strong> (WIFLE)<br />
ii. 2 ~ 3 jam. Masing2 anggota 15 menit (10 menit sharing, 5 menit  tanggapan)<br />
iii. Sharing ilmu bisnis<br />
iv. Ada notulis &amp; timer &amp; moderator</p>
<p style="text-align: justify;">• Kunjungan bisnis<br />
• Pelatihan/workshop<br />
• Raker, setahun sekali, untuk menyusun program kerja setahun ke depan</p>
<p style="text-align: justify;">8. Referensi<br />
Buku yang bisa dijadikan referensi:<br />
1. Master Your Mind Design Your Destiny – Adam Kho with Stuart Tan<br />
2. The Seven Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey<br />
3. Financial Revolution – Tung Desem Waringin<br />
4. Blue Ocean Strategy – W. Chan Kim &amp; Renee Mauborgne<br />
5. Billionaire in Training – Bradley J. Sugars<br />
6. Instant Series by Bradley J. Sugars:<br />
a. Instant Leads<br />
b. Instant Promotions<br />
c. Instant Sales<br />
d. Instant Profit<br />
e. Instant Cashflow<br />
f. Instant Systems<br />
g. Instans Team Building<br />
h. Silakan ditambahkan sesuai kebutuhan</p>
<p style="text-align: justify;">9. Tempat, Waktu &amp; Konsumsi<br />
• Dianjurkan tempat yang tidak berbiaya mahal, tidak bising<br />
• Tempat pertemuan sebaiknya dibuat bervariasi. Di alam terbuka &amp;  tempat-tempat yang bisa memberikan inspirasi sangat dianjurkan<br />
• Dianjurkan seminggu sekali<br />
• Durasi pertemuan 2~3 jam<br />
• Konsumsi yg sederhana shg tidak memberatkan anggota</p>
<p style="text-align: justify;">10. Media komunikasi<br />
• Buat media komunikasi antar anggota (SMS, Blog, milis, Facebook dll)<img class="alignright size-full wp-image-1734" title="DGughwHDs4nr7mn" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/06/DGughwHDs4nr7mn.jpg" alt="DGughwHDs4nr7mn" width="172" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">11. Leveling<br />
i. Level Start Up : omset bisnis 0 – 500 Jt / thn<br />
ii. Level Growing-1 : omset bisnis 500 Jt – 1 M / thn<br />
iii. Level Growing-2 : omset bisnis 1 M – 10 M / thn<br />
iv. Level Growing-3 : omset bisnis 10 M – 100 M / thn<br />
v. Level Growing-4 : omset bisnis diatas 100 M / thn</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk wilayah dengan anggota yang sudah cukup banyak maka sistem  leveling ini bisa diterapkan, namun apabila anggotanya masih sedikit  maka antar level bisa digabung.</p>
<p style="text-align: justify;">12. Kewajiban Membina Kelompok MM Lainnya<br />
Setiap anggota kelompok mastermind pada level growing wajib membina  kelompok lainnya yg berada pada level di bawahnya. Kewajiban pembinaan  ini menjadi tanggungjawab kelompok mastermind dan bukan perorangan.</p>
<p style="text-align: justify;">13. Tujuh Rahasia<br />
Tujuh rahasia untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah kelompok  mastermind yang sukses adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Kita harus mempunyai tim dengan sudut pandang dan latar belakang  yang beraneka ragam.<br />
Karena kita menginginkan perspektif yang berbeda, maka orang-orang dalam  tim harus berasal dari industri atau bidang keahlian yang berbeda pula.  Ketika megembangkan atau menyusun ulang ide-ide dari perspektif yang  berbeda, ide yang lebih baik biasanya akan diperoleh.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pilihlah seseorang untuk memimpin kelompok<br />
Jika mastermind beranggotakan lima atau lebih, maka sudah saatnya  menunjuk seorang pemimpin. Pemimpin akan menjaga tim tetap di jalan yang  tepat. Membantu semua orang dalam membuka pemikiran mereka pada saat  proses menghasilkan ide.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Buatlah sebuah tujuan bersama.<br />
Sebuah tim akan efektif jika tujuan atau hasil yang ingin dicapai jelas.  Hampir semua mastermind yang kekurangan visi dan sebuah tujuan bersama  akan mengalami kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Milikilah agenda<br />
Agenda ini sangat penting untuk menjaga tim mastermind tetap terfokus  pada saat pertemuan.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Bukalah pikiran.<br />
Masing-masing anggota tim harus tetap terbuka. Ketika sebuah ide pertama  kali dikemukakan, catatlah ide tersebut tanpa melakukan perubahan. Baru  setelah semua ide dikemukakan, baru diteliti satu persatu.  Kembangkanlah masing-masing ide sehingga diperoleh ide yang lebih bagus.  Lalu pilihlah ide yang paling efektif, dan ambillah tindakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-1735" title="copy of mastermind" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/06/copy-of-mastermind.jpg" alt="copy of mastermind" width="145" height="117" />6. Berikan waktu tertentu dan adakanlah pertemuan secara teratur.<br />
Pertemun yang efektif sebaiknya setiap minggu, atau minimal dua kali  sebulan. Pertemuan yang teratur dan konsisten sangat penting. Jika  tidak, momentum dan antusiasme akan menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Bersenang-senanglah.<br />
Bersenang-senanglah, have Fun… Ini adalah hal yang paling penting.  Karena jika kita dan semua orang yang ada dalam kelompok mastermind  bergembira, maka kualitas dari ide-ide akan naik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Meet And Grow Rich by Joe Vitale and Bill Hibbler</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">MASTERMIND PRINCIPLES</span><br />
I Begin  Every MasterMind Meeting<br />
By Reading These Seven MasterMind  Principles<br />
I release<br />
I release myself to the MasterMind because I  am strong<br />
when I have others to help me.<br />
I believe<br />
I believe  the combined intelligence of the MasterMind<br />
creates a wisdom far  beyond my own.<br />
I understand<br />
I understand that I will more easily  create positive<br />
results in my life when I am open to looking at  myself<br />
and my problems and opportunities from another’s point<br />
of  view.<br />
I decide<br />
I decide to release my desire totally in trust to  the<br />
MasterMind and I am open to accepting new<br />
possibilities.<br />
I  forgive<br />
I forgive myself for mistakes I have made. I also forgive<br />
others  who have hurt me in the past so I can move into<br />
the future with a  clean slate.<br />
I ask<br />
I ask the MasterMind to hear what I really  want; my<br />
goals, my dreams and my desires, and I hear my<br />
Mastermind  partners supporting me in MY fulfillment.<br />
I accept<br />
I know, relax,  and accept; believing that the working<br />
power of the MasterMind will  respond to my every need.<br />
I am grateful knowing this is so.<br />
Dedication  and Covenant<br />
“I now have a covenant in which it is agreed that the  MasterMind<br />
shall supply me with an abundance of all things necessary<br />
to  live a success-filled and happy life.<br />
I dedicate myself to be of  maximum service to God and my fellow human beings,<br />
to live in a  manner that will set the highest example<br />
for others to follow and to  remain an open channel of God’s will.<br />
I go forth with a spirit of  enthusiasm, excitement and expectancy.”</p>
<p style="text-align: justify;">nb:<img class="size-full wp-image-1736 alignright" title="mastermind11" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/06/mastermind11.jpg" alt="mastermind11" width="144" height="142" /></p>
<div style="text-align: justify;">Panduan Mastermind yang diambil dari  blog TDA Cipasera. Semoga Bermanfaat!</p>
<p>Panduan ini diambil dari  beberapa sumber, seperti buku “<span style="font-weight: bold;">Meet And  Grow Rich</span>&#8221; yang ditulis oleh Joe Vitale &amp; Bill Hibbler dan  artikel “<span style="font-weight: bold;">The MasterMind</span>” dari  Life Success Productions, yang bisa di download di blog saya (<a href="http://hertantowidodo.com/">http://hertantowidodo.com</a>). Selain  itu juga berdasarkan pengalaman penulis selama mengikuti aktivitas  Mastermind TDA Cipasera.<br />
Sebagiannya sudah ditulis oleh sahabat saya,  yaitu pak Sony Trigiantoro (<a href="http://hertantowidodo.com/">http://sonytrigiantoro.blogspot.com/</a>)  di blog Mastermind TDA Cipasera (<a href="http://hertantowidodo.com/">http://www.tdacipasera.blogspot.com/</a>).</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/06/17/mastermind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>skenario filem kehidupan</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 02:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[filem]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[live]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[skenario]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1547</guid>
		<description><![CDATA[kehidupan saya itu seperti sebuah filem dimana yang jadi aktornya adalah saya sendiri, makanya supaya gak salah arah maka saya perlu bikin skenario tentang kehidupan saya. tidak hanya sebuah skenario tapi perlu banyak skenario karena walaupun saya jadi aktornya tapi bukan saya yang  jadi sutradaranya. apalagi ketika saya putuskan untuk jadi entrepreneur sebuah dunia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1589" title="4skenario" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/4skenario-150x150.png" alt="4skenario" width="150" height="150" />kehidupan saya itu seperti sebuah filem dimana yang jadi aktornya adalah saya sendiri, makanya supaya gak salah arah maka saya perlu bikin skenario tentang kehidupan saya. tidak hanya sebuah skenario tapi perlu banyak skenario karena walaupun saya jadi aktornya tapi bukan saya yang  jadi sutradaranya. apalagi ketika saya putuskan untuk jadi entrepreneur sebuah dunia yang penuh ketidak pastian.<span id="more-1547"></span></p>
<p style="text-align: justify;">jadi apasih skenario itu, <strong>Skenario</strong> atau <strong>naskah film</strong> ialah <a title="Cetak biru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cetak_biru">cetak biru</a> yang ditulis untuk <a title="Film" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film">film</a> atau <a title="Acara televisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Acara_televisi">acara televisi</a>. Skenario dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau <a title="Adaptasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi">adaptasi</a> dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra (<span style="color: #ff0000;">http://id.wikipedia.org/wiki/Skenario</span>). itu kalo buat filem tapi yang saya bikin buat kehidupan saya gak mungkin sesempurna itu tapi cukuplah buat panduan saya dalam menghadapi segala sesuatunya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">sesaat setelah mengikui pelatihan entrepreneur semangar berkobar dan rasa percaya diri meningkat, rasanya saya yakin mampu menjadi seorang entrepreneur hebat seperti yang diceritakan oleh para mentor di kelas pelatihan.</p>
<p style="text-align: justify;">rasanya jadi entrepreneur itu begitu mudahnya karena semu tips dan trik sudah dijelaskandi kelas pelatihan. yang diperlukan hanya keberanian dan niat yang kuat saja untuk mewujudkan semua impian saya buat jadi entrepreneur hebat.<img class="alignright size-full wp-image-1590" title="images" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/images.jpg" alt="images" width="114" height="114" /></p>
<p style="text-align: justify;">tapi pada kenyataannya berbeda jauh, saat saya dan beberapa kawan mulai mempraktekkan semua ilmu yang kami dapatkan, ternyata semuanya gak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan dan rintangan yang musti kami hadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">lalu satu persatu dari kami mulai berguguran, entah itu tidak kuat menghadapi tantangan sehingga akhirnya kembali ke asalnya menjadi karyawan sebuah perusahaan ataupun bener-benar lenyap menghilang karena benar-benar tidak sanggup menghadapi masalah yang timbul akibat bisnis yang dikelolanya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya menyadarinya bahwa saya mungkin akan mengalami saat- saat seperti ini, dulu beberapa kawan sering saling mengingatkan dan saling memperingatkan satu dengan yang lain akan kondisi bahaya hebat bila kita terpuruk. awalnya saya cuek tapi dalam perjalanan waktu saya mempersiapkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata memang sebagai entrepreneur kita musti harus selalu bersiap menghadapi semua kondisi, baik itu kondisi jaya ataupun kondisi terpuruk. saya yang semula cuek akhirnya berusaha gak cuek lagi, saya siapkan berbagai skenario buat masa depan saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1591" title="rencana-ict" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/rencana-ict-150x150.jpg" alt="rencana-ict" width="150" height="150" />skenario apa yang akan saya lakukan apabila bisnis saya semakin jaya sehingga saya gak akan menjadi lupa diri dan sombong dan skenario apabila kondisi buruk menimpa saya. masing-masing tidak hanya satu skenario tapi ada 2 sampai 3 skenario untuk kondisi baik begitu juga saya bikin 3-4 skenario jika menghadapi kondisi terpuruk.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata benar teori yang bilang bahwa kondisi manusia itu gak selalu berada diatas, kadang disamping dan kadang dibawah. roda kehidupan itu benar-benar berputar, saya gak  selamanya berada diatas. kini posisi saya berada dibawah, saya shock dan sakit hati karena rasa malu dan harga diri yang terinjak-injak apalagi saya kembali merasa sendirian.</p>
<p style="text-align: justify;">ada satu hal yang ternyata tidak saya perkirakan, bahwa jika saya sedang ada masalah dalam perjalanan bisnis bisa jadi kondisinya benar-benar akan kesepian dalam kesendirian lagi seperti awal memulai bisnis sebelum bertemu dengan kawan-kawan sekomunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">hal ini terjadi karena walaupun saya dan kawan-kawan itu berangkat sama-sama dari nol tapi dalam perjalanannya perkembangan bisnis kita berbeda-beda, ada yang langsung melejit, ada yang terseok-seok ada juga yang berjalan pelan tapiterus menanjak. belum lagi bisnis yang kita kerjakan berbeda satu sama lainnya. ini yang bisa jadi problem dikemudian hari. bukannya kami bertengkar atau bermusuhan satu dengan yang lainnya tapi akibat dari perbedaan bisnis yang dikelola dan perbedaan peningkatan level bisnis jadinya bisa bikin ketidak nyamanan komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">memang pada awalnya kita sama-sama merintis dari nol dan permasalahan yang kami hadapi hampir sama seperti masalah sdm, permodalan, penjualan dan masalah dasar lainnya. tapi dalam perjalanan tetep masalah yang dihadapi juga gak terlalu berbeda tapi yang bikin berbeda adalah tingkat level bisnis dan bisnis apa yang dikelola.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1596" title="savingprivateryan" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/savingprivateryan-150x150.jpg" alt="savingprivateryan" width="150" height="150" />maksud saya, saya dan kawan yang sama-sama berbisnis pakaian misalnya bisa jadi gak nyambung lagi saat berkomunikasi saat bisnis pakaian saya baru punya 4 toko dan hanya punya 20 karyawan sedangkan kawan saya itu punya seratus karawan yang tersebar diberbagai tempat karena area penjualannya setara dengan 15 toko &#8211; jelas gak nyambung walaupun kita sama bisnisnya dan sama permasalahan tentang sdm yang dihadapi. belum lagi kalo bidang bisnis yang kita kelola berbeda pasti lebih gak nyambung lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">itu jika saya sedang dalam kondisi bisnis yang bagus dan kawan-kawan juga bisnisnya sedang bagus pula, kita masih bisa berdiskusi walaupun ada gap yang dalam diantara diskusi kita sehingga pembicaraan jadi gak seru karena kondisi yang tidak setara sehingga gak nyambung konteks yang dibicarakan.</p>
<p style="text-align: justify;">belum lagi saat ada yang sedang tertimpa masalah, nah biasanya saat sedang bermasalah kecenderungan dari kita adalah menup-nutupi kondisi sebenarnya yang sedang dialami. akibat berikut adalah menjadi sulit dihubungi, sulit diajak cangkruan apalagi saat diajak sharing. ini yang bikin entrepreneur saat terpuruk menjadi semakin terpuruk karena malu untuk mengakui kondisi yang sedang dialaminya, apalagi ketika saat jaya si entrepreneur itu menjadi tokoh panutan da tempat bertanya buat teman-temannya yang ingin bernisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">rasa gengsi dan malu memang sangat berbahaya, dalam kesepian dan kesendirian maka semua kondisi buruk akan sulit dicari solusinya. itu yang terjadi dan sedang saya alami. yang paling terpukul adalah rasa percaya diri, padahal percaya diri adalah kunci dalam menjalankan bisnis baik itu sedang bagus atau sedang terpuruk.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti yang sudah saya rencanakan dalam salah satu skenario jika menghadapi saat sulit maka saya sengaja menghilang hampir 3 minggu, mengurung diri dirumah sambil mempersiapkan segala kondisi yang lebih  real lagi, tapi bukannya tambah siap malah semakin hancur moral dan psikis saya, sebab mengurung diri bikin gak ada lagi unsur motivasi yang masuk dalam diri saya. walaupun dari awal sesuai skenario saya gak akan menutupi kalo saya sedang menghadapi masalah tapi tetep ada rasa minder untuk bertemu dengan orang lain.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-1597" title="dialog fiktif copy" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/dialog-fiktif-copy-150x150.jpg" alt="dialog fiktif copy" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya coba perangi rasa &#8216;takut&#8217; itu sehingga pada minggu ke empat saya paksakan keluar untuk bertemu dengan banyak orang lagi. seperti yang sudah saya perkirakan banyak petanyaan ditujukan pada diri saya. saya tetep patuh terhadap semua skenario saya &#8211; saya jawab semua pertanyaan apa adanya tanpa saya tutupi walaupun tidak 100% semua masalah saya ceritakan, yang jelas saya selalu bercerita bahwa bisnis saya gak sebagus tahun-tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">jujur dan terus terang itu berat banget walaupun gak semuanya diceritakan tetep aja gak enak ngomongnya. tapi saya nekad aja, cuek tetep keluyuran kemana-mana, tetep bergabung dengan berbagai komunitas malahan diminta untuk menjadi mentor dan pembicara di depan berbagai forum.</p>
<p style="text-align: justify;">yang saya  lakukan tetep mengacu pada skenario yang sudah saya bikin tapi memang pada prakteknya apa yang saya rencanakan akan berbeda hampir 80% dari kenyataan dilapangan. skenario saya gak semuanya cocok dengan apa yang harus saya hadapi pada alam nyata. tapi saya masih tetep bersyukur saya punya banyak skenario sehingga saya gak harus menghilang karena bingung harus berbuat apa ketika bisnis saya ambruk.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan skenario minimal saya bisa menyelamatkan kehidupan saya, moral dan motivasi saya terus terpelihara sehingga saya tetep bisa berdiri tegak diantara kawan-kawan yang bisnisnya sedang moncer-moncernya. mungkin jika gak punya skenario nama samurai sudah lenyap menghilang ditelan kerpurukan bisnisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1600" title="nm_plan_b_070914_ms" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/nm_plan_b_070914_ms-150x150.jpg" alt="nm_plan_b_070914_ms" width="150" height="150" />skenario adalah panduan tanpa panduan saya bakal tersesat dan makin terpuruk. tapi bergaul dan tetep memberikan motivasi pada orang lain adalah yang terpenting karena alam bawah sadar saya juga terus merekam motivasi yang saya ucapkan pada orang lain. motivasi yang saya katakan pada orang lain secara tidak saya sadari sebenarnya memotivasi diri saya sendiri belum lagi jika saya mendengar motivasi dari kawan yang memang moncer maka itu akan terekam lebih kuat dalam otak saya.</p>
<p style="text-align: justify;">bikin skenario kehidupan itu penting dan selalu bergaul serta berusaha jujur itu lebih penting lagi buat membangkitkan motivasi diri saya karena saya semakin sadar kalo saya  sebagai entrepreneur adalah benar-benar makluk kesepian dan sendirian jika saya gak mau bergerak dalam kondisi apapun.</p>
<h3 id="comments">One Response to “skenario filem kehidupan”</h3>
<ol>
<li id="comment-6101"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/5a818cb7e407a1d86a3bb565788736f9?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>hilman airlangga</cite> Says:<br />
<small><a href="../2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/#comment-6101">March 3rd, 2010 at 9:12 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=6101">edit</a></small>It’s true boss, di kelas mentoring bikin kita semangat untuk melahirkan dan membesarkan unit bisnis, tapi gimana dalam perjalanan ternyata kondisinya tidak seindah warna aslinya….but……keep rockin’ aja….gak boleh cemen…..</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>melorotnya rasa percaya diri saya</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 02:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[dekan]]></category>
		<category><![CDATA[duty]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[seperti biasa dan itu sudah lumrah bahwa kondisi terpuruk akan bikin kepercayaan diri seseorang melorot drastis bisa sampai ketitik nol. itu juga yang berlaku buat saya. saya juga megalami hal yang sama, keragu-raguan muncul dan merasa gak percaya diri saat menerima undangan untuk mengisi suatu acara bedah buku saya.
saya merasa gak pantas menjadi pembicara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://pearlmanpublishing.com/thearmedforcesstore/images/duty-l.jpg" alt="" width="91" height="130" />seperti biasa dan itu sudah lumrah bahwa kondisi terpuruk akan bikin kepercayaan diri seseorang melorot drastis bisa sampai ketitik nol. itu juga yang berlaku buat saya. saya juga megalami hal yang sama, keragu-raguan muncul dan merasa gak percaya diri saat menerima undangan untuk mengisi suatu acara bedah buku saya.<span id="more-1453"></span></p>
<p style="text-align: justify;">saya merasa gak pantas menjadi pembicara di sana karena sekarang kondisi bisnis saya sedang gak prima. trus saya bilang ke istri saya dan meminta saran padanya tentang apa yang saya pikirkan ini, sambil bertanya pula apakah saya harus bilang ke panitia kalo saya berhalangan untuk mengisi acara itu.</p>
<p style="text-align: justify;">istri saya dengan nada agak tinggi menyatakan tidak setuju dengan sikap saya ini, dia bilang pada saya kalo memang sudah tugas saya untuk bercerita dan memberi pengetahuan pada orang lain tentang pengalaman saya sebagai entrepreneur. dia bilang lagi yang dibutuhkan orang yang akan hadir disana adalah pengalama saya selama ini dan sudah terbukti bahwa selama sekitar lima tahun saya memang menempuh jalur entrepreneur sebagai sumber kehidupan, itu yang harus saya bagi kepada yang hadir nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">istri saya melanjutkan pidatonya, kalau sekarang kondisi bisnis saya memang sedang tidak prima toh itu juga merupakan bagian dari kegiatan bisnis yang harus dihadapi oleh seorang entrepreneur. dia bilang, apa yang saya dapat saat mengikuti pelatihan entrepreneur dulu adalah ilmu untuk memulai bisnis sedangkan setelah memulai bisnis saya tidak mengikuti pelatihan lanjutan yang membahas tentang bagaimana cara mempertahankan bisnis dan meningkatkan bisnis &#8211; karena memang lembaga yang bikin pelatihan dasar entrepreneur yang saya ikuti itu tidak bikin pelatihan lanjutan &#8211; jadi itu bukan salah saya karena dalam mempertahankan bisnis saya belajar secara otodidak dan tidak ada mentor yang membimbing seperti pada saat saya memulai bisnis dulu.<img class="alignright" src="http://www.product-reviews.net/wp-content/userimages/2008/06/call-of-duty-world-at-war-ps3-360.jpg" alt="" width="115" height="94" /></p>
<p style="text-align: justify;">jadi wajar saja kalo saya melakukan kesalahan &#8211; bahkan kesalahan besar yang saya buat pun masih ditoleransi karena memang tidak ada petunjuk baku dan tidak ada pembimbing yang mengarahkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">jika ada pelatihan lanjutan mungkin saya tidak akan melakukan kesalahan yang parah seperti sekarang, gitu kata istri saya. lagian sampai sekarangpun hampir tidak ada pelatihan entrepreneur lanjutan, kalaupun ada pasti biayanya sangat tinggi &#8211; memang sih harga tinggi cocok dengan ilmu yang diajarkan tapi apa itu akan terjangkau oleh semua kalangan, termasuk saya, istri saya melanjutkan kata-katanya masih dengan nada tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi apapun yang saya alami sekarang justru harus bikin saya bertambah percaya diri dan bersemangat untuk terus menjadi provokator entrepreneur tujuannya supaya jangan ada yang melakukan kesalahan seperti yang ssaya lakukan, kali ini istri saya mengatakan dengan nada penuh kelembutan.</p>
<p style="text-align: justify;">tugas adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seseorang, dan orang yang menerima tugas itu tidak boleh menolak apapun yangsedang dialaminya  atau apapun sedang terjadi pada dirinya, istri saya masih terus memberikan semangat pada saya supaya rasa percaya diri saya tumbuh kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.maxishine.com.au/Pics/New%20game%20releases/Call_of_Duty_Box_Art.jpg" alt="" width="108" height="154" />kemudian istri saya memberikan contoh apa yang pernah dialami dan dikatakan pada istri saya oleh mantan dekannya almarhum.</p>
<p style="text-align: justify;">saat itu beliau adalah seorang lulusan akademi militer dengan prestasi akademi yang prima tapi tidak pernah punya pengalaman tempur sama sekali, dan tugas pertama beliau adalah menjadi mentor yang bertugas  memberikan pembekalan untuk sebuah pasukan tempur dan materi yang disampaikan adalah tentang teori pertempuran darat.</p>
<p style="text-align: justify;">ini sangat luar biasa karena pembekalan itu diberikan pada sebuah pasukan tempur maka peserta yang beliau ajarkan merupakan anggota militer aktive yang sudah beberapa kali mengalami pertempuran darat sungguhan di berbagai medan perang di indonesia dan kali ini disiapkan untuk dikirim ke luar negri sebagai anggota pasukan garuda.</p>
<p style="text-align: justify;">tugas adalah tugas yang harus dikerjakan dengan sempurna, apalagi di kalangan militer tidak ada alasan apapun untuk menolaknya. jadi dengan deg-deg-an dan berkeringat dingin beliau masuk kelas dan menerangkan semua teori yang beliau dapat semasa sekolah dan dari modul yang ada. semua masih berjalan sesuai yang beliau harapkan sampai pada sesi pertanyaan dan ada perserta pelatihan yang bertanya tentang suatu kasus di medan pertempuran.</p>
<p style="text-align: justify;">jelas beliau gak bakalan bisa menjawab pertanyaan seperti itu karena beliau belum pernah mengalaminya dan tidak ada modul yang membahasnya. tapi beliau tetap berusaha untuk menjawab pertanyaan itu dan melemparkan pada si penanya atau peserta yang lain apa yang akan mereka lakukan jika kondisi seperti itu terjadi.<img class="alignright" src="http://akuiniobenk.files.wordpress.com/2009/02/tour-of-duty.jpg" alt="" width="153" height="178" /></p>
<p style="text-align: justify;">diluar dugaan para peserta dengan antusias bercerita dengan versinya masing-masing, rupanya para peserta punya rasa bangga saat bercerita apalagi pengalaman yang mereka ceritakan didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh rekan-rekan si pelatihan dan di catat oleh si pelatih.</p>
<p style="text-align: justify;">selesai peserta menjawab beliau berkata pada para peserta pelatihan bahwa apa yang mereka ceritakan itulah yang seharusnya dilakukan pada medan pertempuran yang sesungguhnya karena setiap medan perang kondisinya pasti berbeda-beda. kesimpulan beliau diterima oleh peserta dengan rasa puas dan loloslah beliau dari pertanyaan yang menjebak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi kata istri saya lagi,  seseorang itu akan menerima tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing dan harus dikerjakan serta dilaksanakan dengan benar karena memang dia harus melakukan hal tersebut, tanpa harus sok pintar dan sok hebat, karena toh pengalaman yang dialami oleh tiap orang itu berbeda-beda tidak peduli apakah dia itu mentor atau pelatih ataukah dia itu peserta pelatihan. karena pada prinsipnya suatu ilmu itu baru benar jika saling melengkapi.</p>
<p style="text-align: justify;">saya manggut-manggut dan perlahan saya mulai percaya diri lagi untuk menghadapi tantangan kehidupan yang memang harus saya hadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">makasih yudiana&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dua kuping saya</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/04/dua-kuping-saya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/04/dua-kuping-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[daun telinga]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kuping]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[telinga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[saya dikaruniai oleh allah dua daun telinga oleh karena itu keduanya saya pergunakan semaksimal mungkin untuk mendengar. saya sadar bahwa selama ini saya lebih banyak berbicara daripada mendengar, akibatnya saya menjadi seseorang yang kurang dalam pengetahuan. walaupun salah satu hobi saya adalah membaca tapi karena saya lebih sering mendebat pendapat orang lain bila sedang ngobrol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.kapanlagi.com/p/1309.jpg" alt="" width="166" height="121" />saya dikaruniai oleh allah dua daun telinga oleh karena itu keduanya saya pergunakan semaksimal mungkin untuk mendengar. saya sadar bahwa selama ini saya lebih banyak berbicara daripada mendengar, akibatnya saya menjadi seseorang yang kurang dalam pengetahuan. walaupun salah satu hobi saya adalah membaca tapi karena saya lebih sering mendebat pendapat orang lain bila sedang ngobrol dan selalu berusaha mencari pembenaran atas diri saya, makanya banyak kemampuan saya yang tidak berkembang.<span id="more-1391"></span>saat saya selesai pelatihan entrepreneur saya merasa dunia yang saya hadapi benar-benar dunia baru yang sangat asing, tidak banyak orang yang mengenalnya, tidak hanya aktivitas hariannya yang jauh berbeda, kawan-kawan yang saya temui semuanya baru dan saya merasa semua kawan saya itu hebat-hebat dan saya satu-satunya yang paling bodoh disana. rasa minder itu muncul dan sebagai seorang yang merasa paling bodoh supaya saya tidak banyak ditanya maka saya harus bertindak sebagai pendengar yang baik dan jarang berbicara dalam setiap forum entrepreneur yang saya ikuti.</p>
<p style="text-align: justify;">secara saya tidak sadari, kebiasaan saya mendengar ini tumbuh dan berkembang karena saya merasa orang yang paling bodoh, gak ngerti apa-apa dan menghindari berbicara karena takut salah. rupanya dalam bidang entrepreneur, atau juga di dalam segala bidang kehidupan mendengar itu adalah tindakan yang sangat disarankan. rupanya lagi mendengar itu menjadi sangat penting karena selama saya menjadi pendengar dari berbagai percakan yang ada antara kawan-kawan, senior dan mentor-mentor saya secara tidak sadari selama itu pula saya menyerap pengetahuan baru. terutama pengetahuan di bidang entrepreneur, bidang yang hendak saya tekuni.<img class="alignright" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRfeVyGjRaw/SCRN2298yGI/AAAAAAAAAEQ/-j9U1bDpvNE/s320/Hearingj.jpg" alt="" width="161" height="154" /></p>
<p style="text-align: justify;">banyak hal baru yang saya dapatkan dan banyak informasi baru  yang saya peroleh. dari semula saya adalah seorang yang gak ngerti apa-apa karena kemudian saya ketagihan menjadi pendengar maka secara perlahan tapi pasti otak saya yang semula kosong mulai terisi. saat awal saya gak terlalu menyadari hal ini, saya ketagihan menjadi pendengar semata-mata yang saya dengar itu adalah ilmu baru, pelajaran baru yang sebelumnya saya gak pernah dengar apalag mengerti, dan saya hanya yakin bahwa hanya dengan mendengar semua hal yang positif tentang entrepreneur kelak saya juga bisa menjadi entrepreneur yang baik. saya juga gak terlalu peduli terhadap yang saya dengar itu apakah bisa saya terapkan atau tidak, apakah cocok atau tidak dengan bisnis saya, saya gak ambil pusing, yang saya yakin kelak bila saatnya tiba pasti berguna dan saya bisa lakukan dengan baik, walaupun saat saya mendengar itu saya dalam kondisi ingung dan gak mengerti jelas apa yang saya dengar.</p>
<p style="text-align: justify;">meskipun dalam kondisi minder, saya juga bukan seorang yang tidak mau berbicara sama sekali, dan saya walaupun mengurangi dan menjaga supaya gak terlalu banyak omong tapi saat ada suatu hal yang saya dengar dan saya tidak mengerti maka saat itu juga saya akan bertanya tanpa ragu-ragu. selama proses mendengar ini ada hal baru juga yang tumbuh dalam diri saya, saya menjadi suka bertanya dan selalu bertanya saat saya gak ngerti apa yang dibicarakan, kadang sikap saya juga agak keterlaluan karena bertanyanya tidak melihat situasi dan kondisi. semuanya muncul begitu saja dan mungkin mendekati reflex. Hal ini bisa jadi karena saya merasa kawan, senior atau mentor yang saya tanya biasanya akan menjawab dengan senang hati dan akan menjelaskan sampai saya mengerti. saya sendiri juga heran kenapa itu terjadi, tapi mungkin karena saya bertanya apa adanya dan polos dikarenakan benar-benar gak ngerti dan bukan mengada-ada makanya yang njawab juga senang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/listening.jpg" alt="" width="157" height="161" />ada lagi yang tidak sadari terjadi pada diri saya, ternyata semua yang saya dengar dengan itu ternyata tercatat dengan rapi di alam bawah sadar saya. karena seringnya saya ndengerin orang lain ngobrol seringkali apa yang mereka omongin itu lewat begitu saja dan gak terekam dalam otak saya, tapi yang gak saya sangka ternyata alam bawah sadar saya mencatat semuanya. saya baru menyadari hal ini karena pada suatu saat saya ditanya oleh seorang kawan baru yang tau kalau saya aktif dalam komunitas entrepreneur dan dia mengira saya itu seorang entrepreneur handal. nah pertanyaan kawan baru tadi saya bisa jawab dengan lacar dan saya sendiri heran kok saya bisa mengerti dan menjawab pertanyaan tadi padahal saya kan belum praktek langsung sebagai entrepreneur. setelah saya ingat-ingat lagi ternyata petanyaan kawan tadi sudah pernah saya dengan dalam suatu diskusi saat senior-senior saya mencari suatu solusi atas masalah yang sedang mereka hadapi. saat itu saya memang tidak menangkap arah pembicaraan para senior tapi ternyata saat saya ditanya tentang masalah yang sama saya bisa jawab dengan baik dan memuaskan yang bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;">makin bertambah kerajinan deh saya, apalagi kini didukung oleh rasa bangga karena bisa membantu memecahkan masalah orang lain. keaktifan saya dalam komunitas semakin terarah dan semakin menemukan pola, bahwa kumpul-kumpul dan cangkruan itu ternyata bukan pekejaan yang sia-sia tapi merupakan suatu kegiatan yang bermanfaat dan menambah pengetahuan. saya jadi tambah percaya diri, sebab hanya karena banyak mendengar dan bertanya saja, walaupun belom praktek menjalankan bisnis sendiri, ternyata bisa menjadi konsultan bisnis buat orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">ketika komunitas entrepreneur yang saya aktif tergabung didalamnya semakin besar, itu juga berefek pada saya karena jadinya saya termasuk senior disitu. secara otomatis sebagai senior, apalagi termasuk yang paling aktif maka saya menjadi tempat bertanya kawan-kawan atau anggota yang baru. biasanya lagi semua pertanyaan itu dapat saya selesaikan dengan baik, lagi-lagi hanya dengan mengulang semua pembicaraan yang pernah saya dengar yang terkait dengan masalah yang ditanyakan itu. jadilah kemudian saya sebagai tempat bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;">kemudian adalagi kejutan baru, ternyata kemampuan berkomunikasi saya menjadi terasah, saya secara tidak saya sadari menjadi seorang yang pandai berbicara. dari seorang yang sama sekali gak bisa ngobrol kemudian berusaha untuk tidak banya bicara kalo gak terpaksa banget karena merasa bodoh, tiba-tiba saya menjadi seorang yang banyak omong dan bisa ngajak ngomong orang lain. ajaib sekali, saya sama sekali gak menyangka dan mengira, bahkan yang pertama kali menyadarinya adalah istri saya yang terbengong-bengong ketika mendengar saya ngobrol dengan seorang kawan baru yang benar-benar baru saya kenal. menurut istri saya yang mendengar percakapan kami saat itu seolah-olah kami sudah saling kenal lama dan sangat akrab, apalagi saya yang banyak membuka percakapan dan kawan tadi hanya mengucapkan satu-dua pertanyaan pada saya.<img class="alignright" src="http://www.topposition.co.uk/go/ext/misc/listen.jpg" alt="" width="151" height="133" /></p>
<p style="text-align: justify;">rupanya kemampuan komunikasi saya secara tidak langsung terasah saat saya banyak menjawab pertanyaan dari kawan-kawan baru yang ingin tau tentang dunia entrepreneur. karena saya rajin melayani petanyaan dari kawan-kawan baru itu dan selalu gampang untuk diajak ketemuan dan cankruan membuat saya banyak dikenal dan banyak diajak ngobrol. banyak diajak ngobrol ini ternyata berefek pada diri saya yang tadinya introvert menjadi suka ngobrol dan gak ragu untuk berhadapan dengan orang baru. keyakinan diri saya ini timbul disebabkan karena saya selalu nyambung dalam setiap obrolan dan lawan bicara saya selalu senang ngobrol dengan saya sebab banyak masukan yang mereka peroleh hanya dengan ngajak saya ngobrol. nah yang mereka gak tau sebenarnya yang saya sampaikan itu semuanya adalah apa yang saya dengar dan kemudian tersimpan rapi di alam bawah sadar saya, bukan karena saya jago atau ahli di bidang entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">kesukaan saya menjadi pendengar kemudian benar-benar terpola saat saat saya sudah menemukan bisnis real yang saya terjuni langsung. banyak hal yang saya gak ngerti tentang bisnis yang saya terjuni ini terutama dalam hal  menggenjot penjualan dan berpromosi. saat itu saya memutar otak gimana saya bisa belajar tanpa saya harus keluar duit banyak, sebab berbagai pelatihan yang mengajarkan tentang bidang-bidang yang saya gak pahami itu sangat mahal biayanya. sedangkan kalo saya hanya belajar dari buku-buku maka tetep mengalami kesulitan dalam meng-aplikasiannya di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">ketika sedang dalam kondisi bingung itu, saya mendapat kabar bahwa beberapa kawan baik saya mengambil pelatihan dan kursus mengenai hal-hal yang saya gak paham tadi. rupanya banyak kawan saya yang mengalami kendala dalam bidang yang sama, dan rupanya lagi saat level bisnis kita mencapai suatu fase yang sama maka masalah-masalah yang dihadapi hampir sama satu dengan yang lainnya. dan tentu saja yang punya modal kuat akan mengambil kursus dan pelatihan untuk mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi. hal ini harus dilakukan karena secara masalah yang timbul pada level bisnis yang lebih tinggi tidak hanya bisa diselesaikan dengan ‘kebetulaan atau sambil lalu’ tapi harus berdasarkan teori-teori managemen yang ada dan praktis sehingga bisa diterapkan. karenanya harus belajar lagi dan ikut pelatihan yang mengajarkan ilmu itu dan artinya harus keluar duit lagi yang gak sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://careersuccess.typepad.com/.a/6a0105360968fe970b0120a554d2a3970b-800wi" alt="" width="122" height="148" />karena modal terbatas saya harus pinter-pinter memanfaatkan situasi yang ada. gimana caranya saya bisa dapetin itu ilmu tapi gak perlu ngeluarin duit banyak. kegemaran saya mendengar saya gunakan lagi disini, saya dekati kawan-kawan yang sedang ikut pelatihan itu lalu pada mereka saya banyak bertanya tentang apa saja yang mereka alami saat pelatihan itu. seperti saya sendiri, kawan-kawan itu suka sekali jika ditanya tentang pengalaman baru yang mereka alami selama ikut pelatihan, apalagi pelatihan yang diikuti dengan biaya yang sangat mahal, ada rasa bangga untuk bercerita dan berbagi apalagi pada orang yang gak ngerti dan gak ikut pelatihan.</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin ini adalah sifat dasar manusia ya, suka untuk didengar dan bercerita pada orang lain yang levelnya lebih rendah, menjelaskan sesuatu yang baru yang bikin orang yang mendengar terkagum-kagum adalah suatu hal yang digemari manusia normal, dan saya berusaha memanfaatkan hal ini, apalagi setahu saya jarang sekali ada yang bersedia mendengar dengan sukarela sesuatu hal yang berbau teori atau ilmu. seseorang yang punya ilmu baru dan tinggi keinginan berbaginya pasti juga tinggi apalagi untuk dapat ilmu itu harus ditebus dengan harga mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">pada teman-teman yang baru selesai pelatihan itu saya banyak bertanya dan menjadi pendengar yang baik saat mereka bercerita, biar lebih seru saya traktir mereka ngopi atau makan diwarung saat bercerita, pastinya yang punya cerita akan lebih bersemangat bercerita karena sudah didengar dengan baik ceritanya, saat bercerita ditraktir pula. jadinya saya dapat pengetahuan baru dan mahal itu tanpa ikutan mengeluarkan biaya yang mahal hanya dengan rajin mendengar saja, dan bertanya jika saya gak ngerti bahkan saya minta contoh gamblangnya supaya bisa langsung saya praktekkan dalam bisnis saya.<img class="alignright" src="http://middleeastjobs.files.wordpress.com/2009/03/listening.jpg" alt="" width="170" height="131" /></p>
<p style="text-align: justify;">kegemaran mendengar selalu saya gunakan dan akan selalu saya gunakan terus, saya gak akan pernah bosan mendengar karena saya tau saya mendapatkan banyak manfaat dan kemajuan dalam personality saya hanya karena saya suka mendengar.</p>
<p style="text-align: justify;">saat saya memulainya dulu, yang saya lakukan hanya banyak mendengar, dari situ saja saya bisa tumbuh dan berkembang. makanya sekarang, setiap saat, saya selalu berusaha meyakinkan diri saya, bahwa hanya dengan banyak mendengar apapun yang sedang saya hadapi sekarang ini akan bisa terlewati dan saya tetep tumbuh dan berkembang dengan makin besar dan kokoh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/04/dua-kuping-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sering diasah</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 20:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[introgasi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[pukulan]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<category><![CDATA[sma 54 rawa bunga]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[telinga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[volley ball]]></category>
		<category><![CDATA[volly ball]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[sesuatu yang sulit akan menjadi sesuatu yang mudah bila hal itu sudah jadi kebiasaan. 
seperti seorang pemain volly yang tiap hari harus ribuan kali melatih pukulannya sehinga dengan mendengar suaranya saja dia sudah tau pukulannya akan tepat atau meleset. teori ini saya dapetin dari teman  lama  saya saat di kelas satu sma dulu. dari kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">sesuatu yang sulit akan menjadi sesuatu yang mudah bila hal itu sudah jadi kebiasaan. <a href="http://www.limelightagency.com/Stephen-Holland/images/400/womens-olympic-vollyball.jpg"><img class="alignright" src="http://www.limelightagency.com/Stephen-Holland/images/400/womens-olympic-vollyball.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">seperti seorang pemain volly yang tiap hari harus ribuan kali melatih pukulannya sehinga dengan mendengar suaranya saja dia sudah tau pukulannya akan tepat atau meleset. teori ini saya dapetin dari teman  lama  saya saat di kelas satu sma dulu. dari kecil dia selalu bercita-cita ingin jadi pemain volly ball yang handal jadi dia selalu berusaha menjiwai apapun tentang olah raga bola volly ini. dia belajar dari nol bahkan kamar tidurnya pun dia pake buat ajang latihan. saya kurang tahu istilah-istilah pukulan dalam olah raga ini tapi yang jelas saya sering lihat dia berlatih berbagai macam pukulan volly setiap hari.  dia berlatih berulang-ulang sampe saya bosen ngeliatnya hanya untuk satu kali jenis pukulan saja.  satu kali pukulan dia sanggup mengulangnya sampai berjam-jam dalam sehari bahkan sambil tiduran dikamarnya. jadi gak heran saat seusia saya setelah dia pensiun sebagai pemain dia tetep terpakai sebagai pelatih. dan ditempatnya ngelatih tanpa melihatpun dia dia bisa tau pukulan anak didiknya salah atau bener, melenceng atau masuk.<span id="more-1122"></span></p>
<p style="text-align: justify;">saya rasa teori ini sama persis saat saya masuk ke dunia entrepreneur. saat saya terjun saya blas gak ngerti apa-apa tentang dunia ini. cuman karena tekad aja saya tetep tabah menggelutinya setiap hari. karena sudah bulat keputusan saya buat nyemplung di dunia ini akhirnya saya berusaha untuk memahami dan menjiwainya. setiap hari semua waktu yang ada saya pake buat mempelajari dunia baru yang asing ini. saya baca semua literatur yang ada yang sesuai dengan minat saya tentunya. saya kumpul dengan teman-teman yang juga baru dan ingin berkecimpung dalam dunia yang sama dengan saya. saya ikuti semua seminar yang ada, terutama seminar gratis gak peduli di tingkat rt, kampus atau seminar nasional &#8211; pokoknya asal bertemakan entrepreneur saya usahakan hadir.  saya aktif turut serta dalam setiap forum diskusi dengan para senior, walaupun hanya sebatas sebagai pendengar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">saya belom berbisnis, tapi saya asah semua jiwa raga saya dengan segala sesuatu yang ber-aroma entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://evelynpy.files.wordpress.com/2007/09/volly.gif"><img class="alignleft" src="http://evelynpy.files.wordpress.com/2007/09/volly.gif" alt="" width="187" height="164" /></a>saya mulai survey dan mempelajari bisnis-bisnis yang saya minati, saya tongkrongin setiap hari bahkan sampe malem, saya bertanya pada ownernya, pada karyawannya, pada pelanggannya semua yang pingin saya tau tentang bisnis itu.</p>
<p style="text-align: justify;">awalnya cara bertanya saya persis seperti polisi mengintrogasi tahanannya, tentu saja yang saya tanya sering gak mau jawab kadang bahkan sampe saya dimarahin sama mereka. tapi saya cuek aja, pokoknya saya lakukan apa yang mau saya lakukan, hanya karena saya berminat pada hal itu. saya baru berhenti saat saya ditegur, dimarahi atau diusir dari tempat itu. alhamdulillah sampai sejauh ini saya belom pernah diusir karena saya selalu bayar makanan disana dan pasti habisnya banyak soale kemampuan makan saya besar. tapi kalo dimarahin udah sering banget, bahkan menjadi suatu hal yang rutin malah.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata secara gak saya sadari, dari tanya bertanya inilah kemampuang ngomong saya terasah dan dari lihat melihat inilah kemampuan mengamati saya terasah. dan semua ini sekarang berguna pada praktek sehari-hari kehidupan saya sebagai entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai saya udah bener-bener punya bisnis real sendiri yang saya kelola setiap harinya, naluri bertanya dan melihat serta mengamati sesuatu itu tetep berjalan dengan sendirinya. rupanya karena terasah dalam praktek hampir setiap hari makanya sesuatu hal yang tadinya sangat sulit buat saya jadi sesuatu yang biasa saja.</p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi jago ngomong, ini yang paling kelihatan karena semua orang yang saya kenal dulu saat saya masih kecil, remaja bahkan sampai waktu saya kerja setelah saya lulus kuliah gak nyangka kalo saya yang segitu apatisnya bisa berubah jadi cerewet seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi terbiasa buat mendengar, ini yang paling sulit karena setiap orang walaupun dia punya dua daun telinga tapi sering kali jarang digunakan buat mendengar. naluri kita sebagai manusia bukan untuk mendengarkan orang lain bicara tapi untuk membantah dan bicara terus kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">trus banyak juga kemampuan baru yang sangat berguna dalam bisnis hanya dari hasil mengasah kemampuan mendengar dan melihat saya. menilai karakter orang, meyimpulkan arah pembicaraan orang lain, atau membaca suatu keadaan apakah ini benar-atau salah menurut ke-entrepreneur-an bisa saya dapat dari hasil mendengar dan mengamati setiap hari selama bertahun-tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai sekarang saya terus belajar tentang hal itu dan saya berjanji untuk tidak akan pernah berhenti belajar. saya yakin kemampuan seseorang itu ada batasnya sementara sebuah ilmu atau keahlian itu terus berkembang sesuai dengan kemajuan jaman. <a href="http://media1.itgo.in/intoday/images/Photo_gallery/071708013412_Beach-Volly-1.jpg"><img class="alignright" src="http://media1.itgo.in/intoday/images/Photo_gallery/071708013412_Beach-Volly-1.jpg" alt="" width="198" height="270" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">sekarang saya belajar tidak hanya pada senior tapi lebih banyak porsi mendengar dan mengamati saya digunakan kepada teman-teman yang usianya jauh lebih muda dari saya. saya yakin teman-teman muda saya inilah nanti yang akan menyempurnakan semua ilmu yang saya dapat dari para senior saya. sebab selain semangat para pemuda ini masih bergelora dengan keras mereka juga masih belom menikmati kenyamanan hidup sehingga mereka masih jauh dari rasa takut terhadap resiko. nah disinilah sebebernya gudang ilmu itu berada. mereka belum mengalami dan akan melakukan sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing. sedang para senior saya mereka biasanya sudah mengalami sesuatu dan punya kecenderungan hanya mengulang-ulangnya saja &#8211; selain karena kehidupan mereka sudah mapan mereka juga sudah mulai takut akan resiko yang akan menimpa kemamanan bisnis dan kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">kadang bahan saya sering gak ngerti dan gak paham kenapa saya masih mengasah dan belajar mendengar serta mengamati sampai sekarang. tapi yang saya pegang dalam diri saya adalah, dulu saya mulainya juga dengan mengasah kemampuan mendengar dan mengamati selama bertahun-tahun setiap harinya sampai saya menjadi seperti sekarang ini. makanya saya tetep percaya sampai sekarang sesuatu yang sering diasah itu walaupun nampak luarnya atau secara kasat mata belom tentu ada gunanya sekarang, kelak pasti berguna buat kehidupan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya yakin itu dan saya berusaha untuk tidak berhenti mengasah sampai kapanpun&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<h3 id="comments">2 Responses to “sering diasah”</h3>
<ol>
<li id="comment-3407"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/a8d792be5177a5fce981193b990f5ca1?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite><a rel="external nofollow" href="http://hilaludinwahid.com/">Hilaludin Wahid</a></cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/17/sering-diasah/#comment-3407">November 24th, 2009 at 5:12 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=3407">edit</a></small> &#8211; kok gambar yg terakhr gtu yah..??? ada yg lbh tertutupkah???</li>
<li id="comment-3441"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/13afd57421435ca9f1f617fc5c3b15bf?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>samurai</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/17/sering-diasah/#comment-3441">November 25th, 2009 at 3:19 pm</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=3441">edit</a></small> &#8211; sorry tapi saya memang lagi suka dengan volly pantai putri…</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bisnis-mu bukan bisnis-ku</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/01/bisnis-mu-bukan-bisnis-ku/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/01/bisnis-mu-bukan-bisnis-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 19:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[couple]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[seorang teman baik saya cerita kalau istrinya yang telah berhenti kerja ternyata tidak tertarik dengan bisnis yang sudah dia persiapkan buat dikelola istrinya. dia bilang istrinya sama sekali tidak tertarik dengan bisnis yang telah dipersiapkannya. apalagi keluarnya sang distri dari pekerjaannya, padahal tengah berada di puncak prestasi itu sangat disesali oleh orang tua istrinya alias [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">seorang teman baik saya cerita kalau istrinya yang telah berhenti kerja ternyata tidak tertarik dengan bisnis yang sudah dia persiapkan buat dikelola istrinya. dia bilang istrinya sama sekali tidak tertarik dengan bisnis yang telah dipersiapkannya. apalagi keluarnya sang distri dari pekerjaannya, padahal tengah berada di puncak prestasi itu sangat disesali oleh orang tua istrinya alias mertua teman saya ini.<a href="http://nanpunya.files.wordpress.com/2009/04/suami-istri.jpg"><img class="alignright" src="http://nanpunya.files.wordpress.com/2009/04/suami-istri.jpg" alt="" width="158" height="104" /></a><span id="more-796"></span></p>
<p style="text-align: justify;">jadinya walaupun tidak terjadi masalah tapi tetep ada problem yang timbul karena sang mertua pingin anaknya kembali bekerja dan tidak berbisnis, karena berbisnis itu bukanlah suatu prestasi menurut pandangan mereka.  sedangkan teman saya ini inginnya sang istri tidak bekerja melainkan menjadi pebisnis seperti dirinya, salah satu alasan yang diajukanya adalah supaya si istri  punya waktu bersama lebih banyak dirumah.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo boleh saya simpulkan ada tiga macam konflik kepentingan yang terjadi dalam cerita ini.</p>
<p style="text-align: justify;">yang pertama, si istri enjoy keluar dari pekerjaannya tapi gak tertarik dengan bisnis yang disiapkan oleh suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">yang kedua, si suami enjoy dengan keluarnya istri dari pekerjaannya tapi menjadi tidak nyaman karena istrinya menolak bisnis yang sudah disiapkannya sehingga sekarang dia harus berpikir ulang untuk menyiapkan bisnis lagi buat istrinya tapi kali ini harus yang disukai oleh istrinya karena kalo tidak maka masalah akan semakin berlarutl-larut.</p>
<p style="text-align: justify;">yang ketiga,  mertua yang sama sekali tidak suka terhadap apa yang dilakukan oleh anak dan menantunya.</p>
<p style="text-align: justify;">ketika hal ini saya ceritain ke istri ternyata ada masukan dari istri yang sama sekali gak pernah terpikir oleh saya sebagai seorang laki-laki. hal ini berkaitan dengan ego seorang wanita. sebenernya seorang wanita itu juga punya ego yang tinggi dan tidak mau kalah dengan kaum pria. ego ini akan semakin besar apabila wanita tersebut sudah pernah berkarier sebelumnya, lebih-lebih bila karier sebelumnya sangat moncer.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SMVY8hxqk5I/AAAAAAAAFo8/ebguytXJpZ4/s400/si4.JPG" alt="" width="151" height="168" />ego ini tidak akan terlalu nampak pada wanita yang lemah dan tidak pernah berkarir sebelum menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">nah ego raksasa ini yang menurut istri saya sering kali luput atau  diabaikan  begitu saja dari perhatian pria yang berstatus suami atau pacar.   pria sangat egois dalam hal ini, ego mereka yang  luar biasa besar  selalu ingin agar pasangannya nanti menuruti dan mengikuti semua yang sudah mereka persiapkan untuk istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">mereka sering tidak sadar bahwa wanita pasangannya itu juga punya keinginan sendiri  punya mimpi sendiri.  keinginan dan ego wanita karier,  tadinya selalu diasah dikantor dimana dia pernah bekerja,  dan biasanya bila si wanita itu cerdas apalagi cantik maka mulai bawahan, rekan kerja, partner , relasi bahkan  atasannya ( baik yang wanita, terlebih dan terbukti pada rata-rata yang berkelamin laki-laki) akan patuh dan menurut, dan seringkali tanpa perlawanan yang berarti.  itu yang juga  mungkin tidak pernah disadari oleh pria sebagai pacar atau suami.</p>
<p style="text-align: justify;">sebagai sikap kompromi wanita sebagai istri, mereka mau saja keluar dari pekerjaan dan meninggalkan karier moncernya. tapi itu bukan berarti terus akan langsung mau mengikuti dan menjalan apa yang telah suaminya siapkan. walau dalam persiapan melahirkan bisnis yang dibikinkan suami untuknya, si istri nampak selalu koperatif dan kompromi.</p>
<p style="text-align: justify;">sikap kooperatif dan kompromi itu sebenarnya lebih ditujukan agar sang suami sadar bahwa dia menikahi wanita yang berpotensi yang tidak hanya bisa duduk manis saja, tapi juga wanita yang bisa diajak betukar pikiran dan berdiskusi. jadinya saat persiapan semua tampak lancar dan keduanya tampak antusias dalam persiapan melahirkan bisnis baru itu.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi untuk selanjutnya  yang bikin kaget saat bisnis di luncurkan si isteri tampak malas dan ogah-ogahan.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa itu terjadi? <a href="http://www.4insurancesolutions.net/images/spouse.png"><img class="alignright" src="http://www.4insurancesolutions.net/images/spouse.png" alt="" width="161" height="102" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">menurut istri saya, jika menjalankan bisnis itu si istri jadinya tidak nampak istimewa lagi dimata umum. karena menurut pola pikir wanita, bisnis yang disiapkan suami adalah bisnis suami, karena memang si suami adalah pebisnis handal jadinya bila si istri terjun disitu dia tidak akan tampak istimewa karena potensinyatidak akan tampak sama sekali. artinya jika berhasil dia tidak akan dipuji-puji masyarakat karena memang dia mengelola bisnis yang disiapkan dan di support suaminya yang notabene pebisnis handal. jadinya kapan si istri yang mantan wanita karier hebat ini bisa menunjukkan pada masyarakat umum bahwa dirinya secara pribadi itu juga hebat dalam membangun  dan mengembangkan bisnis terlepas dari bayangan si suami yang meman entrepreneur top, jika bisnis yang dikelolanya itu disiapkan oleh pasangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">lalu bila bisnis itu gagal maka apapun yang terjadi, si istrilah yang akan disalahkan dan dikecam oleh masyarakat walaupun sebenarnya si isteri sudah bekerja ekstra keras dan hati-hati. tapi masyarakat mana mau tau tentang hal itu. taunya mereka si istri tetep seorang wanita yang gak becus di bidang entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">jadinya dari sudut pandang manapun tidak akan ada predikat entrepreneur hebat yang akan disandangnya!!</p>
<p style="text-align: justify;">makanya saran istri saya,  dalam menyiapkan sebuah bisnis untuk istri atau paasangannya, si suami harus paham betul apasih sesungguhnya yang disukai oleh istrinya itu.  lalu setelah ketemu,    segera giring lah setiap dialog kearah itu agar segera bisa diwujudkan sebagai bisnis. biarkan si istri yang memilih, merintis, memupuk dan menjadikan bisnisnya itu sukses. tugas si suami hanyalah mengawasi dari jauh dan berperan sebagai konsultan hanya apabila ditanya dan dimintai pendapat. si suami harus mau dan tidak boleh bertindak lebih dari itu. <a href="http://www.usmilitary.com/wp-content/uploads/2008/01/military-surviving-spouse-benefits.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.usmilitary.com/wp-content/uploads/2008/01/military-surviving-spouse-benefits.jpg" alt="" width="136" height="92" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">itu yang saya maksudkan dengan ego seorang wanita yang sudah menjadi istri. dia tetep pingin diakui oleh suaminya dan orang lain bahwa tanpa bantuan siapun, dirinya sebagai seorang istri yang menjadi entrepreneur akan tetep dianggap sebagai seorang pribadi wanita yang hebat serta profesional. apabila terjadi kesalahan serta kegagalan, maka tidak akan ada seorangpun yang menyalahkannya,  karena toh semua langkah yang diambil adalah langkah-langkah pribadi sebagai seorang wanita mandiri dan profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">istri saya menekankan agar selalu berusaha untuk memahami dulu semua karakter, sifat dan kesukaan siwanita sebagai pasangannya. setelah itu baru deh digiring dan diarahkan selalu setiap saat, agar dia sendiri yang bertindak sebagai entrepreneur tanpa ada campur tangan siapapun.  apapun hasilnya sang istri akan menikmati !00%,  sebab yang dilakukanya itu semua berhasil atau tidaknya suatu bisnis bener-bener murni karena cipta dan rasa dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">sekali lagi itulah ego wanita yang seringkali pria sebagai pasangan atau suami tidak peka.</p>
<p style="text-align: justify;">dan pengertian tentang &#8216;ego wanita&#8217; adalah suatu masukan yang luar biasa dari istri saya.</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 154px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="  " src="http://yatiesamsul.files.wordpress.com/2009/02/mertua-vs-menantu-a.jpg" alt="http://yatiesamsul.files.wordpress.com/2009/02/mertua-vs-menantu-a.jpg" width="144" height="84" /></dt>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">trus buat masalah dengan mertua, biarin aja dan jangan pernah dipikir jika masalah dengan istri belum selesai. masalah dengan mertua otomatis akan selesai kalo masalah dengan istri selesai karena jelas, istrilah yang akan ngomong ke bapak ibunya kalau dia gak punya masalah apa-apa. nah kalau anaknya tenang otomatis mertua juga tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu seeh yang biasa saya dan istri lakukan jika mertua saya mulai gak suka dengan apa yang kami lakukan,  tapi untungnya saya itu menantu yang baik jadi jarang punya masalah dengan mertua.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/01/bisnis-mu-bukan-bisnis-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pemimpin</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/26/pemimpin/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/26/pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 13:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[merah putih film]]></category>
		<category><![CDATA[merah putih the movie]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[




Sam Urai pemimpin itu bukanlah bakat lahir dan tidak dilahirkan begitu saja &#8211; tapi pemimpin itu dibentuk oleh waktu dan ditempa oleh banyaknya masalah yang dihadapi &#8211; jadi pemimpin itu bisa siapa saja termasuk saya atau anda bisa menjadi pemimpin yang mumpuni&#8230;&#8230;&#8230;..(merah putih the movie)
siang itu saya nonton merah putih the movie bareng my first [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="div_story_5373478020203979350_127538926775" class="UIStory UIIntentionalStory aid_1343940194"><a class="UIIntentionalStory_Pic" title="Sam Urai" onclick='ft("4:9:22:1343940194::::0::::127538926775:");' href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf" mce_href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_LARGE UIRoundedImage_WHITE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v225/325/28/q1343940194_2793.jpg" mce_src="http://profile.ak.fbcdn.net/v225/325/28/q1343940194_2793.jpg" alt="Sam Urai"></span></a>
</p>
<div class="UIIntentionalStory_Header">
<p class="UIStory_Hide" style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;"><a class="UIButton UIButton_Gray UIActionButton_SuppressMargin UIButton_Suppressed UIActionButton" onclick='ProfileStream.hideStory("div_story_5373478020203979350_127538926775", "1343940194", "5373478020203979350", 22, ""); return false;' href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=profile#" mce_href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=profile#"></a><span class="UIIntentionalStory_Names"><a onclick='ft("4:9:22:1343940194::::0::::127538926775:");' href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf" mce_href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf"></a></span>
</p>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message"><span class="UIIntentionalStory_Names"><a onclick='ft("4:9:22:1343940194::::0::::127538926775:");' href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf" mce_href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf">Sam Urai</a> </span>pemimpin itu bukanlah bakat lahir dan tidak dilahirkan begitu saja &#8211; tapi pemimpin itu dibentuk oleh waktu dan ditempa oleh banyaknya masalah yang dihadapi &#8211; jadi pemimpin itu bisa siapa saja termasuk saya atau anda bisa menjadi pemimpin yang mumpuni&#8230;&#8230;&#8230;..(merah putih the movie)<img src="http://www.samuraijagoan.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://www.samuraijagoan.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..."></h3>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_VEeJKUuaG3k/SGDp9gLP45I/AAAAAAAAARM/rQcUAIkoTZQ/s400/leadership.jpg" mce_href="http://4.bp.blogspot.com/_VEeJKUuaG3k/SGDp9gLP45I/AAAAAAAAARM/rQcUAIkoTZQ/s400/leadership.jpg"><img class="alignright" src="http://4.bp.blogspot.com/_VEeJKUuaG3k/SGDp9gLP45I/AAAAAAAAARM/rQcUAIkoTZQ/s400/leadership.jpg" mce_src="http://4.bp.blogspot.com/_VEeJKUuaG3k/SGDp9gLP45I/AAAAAAAAARM/rQcUAIkoTZQ/s400/leadership.jpg" alt="" width="144" height="71"></a>siang itu saya nonton merah putih the movie bareng my first son n his mom. sudah lama kami pingin nonton film perang ini karena jagoan saya yang satu ini lagi seneng-senengnya sama cerita perang indonesia lawan penjajah, tapi kami tunda-tunda terus sampai gema film ini dibioskop tidak terlalu booming lagi biar gak rame saat nonton.</p>
<p>menurut saya secara keseluruhan film ini ceritaya biasa saja seperti film-film perang khas buatan indonesia lainnya yang saya tonton saat saya masih kecil. dari semua adegan film itu hanya ada sebagian kecil adegan yang menarik perhatian saya dimana ada seorang mantan guru yang sejatinya adalah wakil komandan pasukan terpaksa harus beralih menjadi pemimpin pasukan karena komandannya tewas terkena peluru belanda.</p>
<p>guru ini tidak siap untuk jadi pucuk pimpinan. apalagi dia harus jadi pemimpin disaat-saat kritis, dimana hampir semua anggota pasukannya tewas, markas komandonya hancur dan dia harus bertindak cepat untuk menyelamatkan sisa pasukannya yang tinggal segelintir dan sedang kalut, panik dan kebingungan dari sebuan dan kepungan belanda. <a href="http://conted.bcc.ctc.edu/images/business/Leadership%20Pyramid.JPG" mce_href="http://conted.bcc.ctc.edu/images/business/Leadership%20Pyramid.JPG"><img class="alignright" src="http://conted.bcc.ctc.edu/images/business/Leadership%20Pyramid.JPG" mce_src="http://conted.bcc.ctc.edu/images/business/Leadership%20Pyramid.JPG" alt="" width="146" height="146"></a><br mce_bogus="1"></p>
<p>keselamatan sisa pasukannya itu bergantung penuh pada komandonya, sementara dia sendiri sebenarnya juga tidak kalah panik dan bingungnya melihat satu persatu teman sepasukannya berguguran dan akhirnya mendengar berita bahwa sang komandan juga tewas. jadilah perintah sang komandan pasukan dadakan ini hanyalah mundur dan terus mundur saja, tentu saja perintah mundur itu diprotes oleh sebagian anak buahnya yang masih hidup yang gregetan pingin membalas kematian komandan dan teman-temannya. disisi lain adapula anak buahnya yang juga tak ingin bertempur dan ingin cepat-cepat pergi dari situ karena tidak ingin mati konyol.</p>
<p>saking&nbsp;panik dan bingungnya&nbsp;sang komandan dadakan ini hanya bisa bilang &#8216;<span style="color: rgb(255, 0, 0);" mce_style="color: #ff0000;">aku tidak tahu harus berbuat apalagi</span>&#8216; begitu berulang-ulang yang dia katakan, memang mantan giuru ini benar-benar tidak tau harus bertindak apa selanjutnya apalagi secara pribadi dia&nbsp;di cerca oleh anak buahnya yang mulai meragukan kepemimpinannya.</p>
<p>untungnya ada seorang yang masih bisa berpikiran jernih disitu. orang itu mengingatkan bahwa <span style="color: rgb(255, 0, 255);" mce_style="color: #ff00ff;">s</span><span style="color: rgb(255, 0, 0);" mce_style="color: #ff0000;">eorang komandan atau pemimpin boleh berkata apapun sesuai kehendak pribadinya kecuali berkata &#8216; aku tidak tahu&#8217;</span> karena bila kalimat itu di ucapkan efeknya akan buruk sekali pada moral anak buahnya. dalam kondisi apapun serang pemimpin itu tidak boleh keliatan tidak berdaya dihadapan anak buahnya. dari pada dia berkata ngawur lebih baik sebelum berkata pemimpin itu harus menenangkan dirinya. sehingga setiap keputusan yang keluar dari mulutnya selalu merupakan hasil dari buah pikiran yang jernih dan tenang, sehingga bisa diucapkan dengan baik sebab semuanya dilakukan dan diucapkan dengan sepenuh hati.<a href="http://kafilahsyuhada.files.wordpress.com/2009/03/imam.jpg" mce_href="http://kafilahsyuhada.files.wordpress.com/2009/03/imam.jpg"><img class="alignright" src="http://kafilahsyuhada.files.wordpress.com/2009/03/imam.jpg" mce_src="http://kafilahsyuhada.files.wordpress.com/2009/03/imam.jpg" alt="" width="162" height="107"></a><br mce_bogus="1"></p>
<p>ada lagi dialog yang juga menarik disini, sang komandan dadakan itu berkata dengan sewot pada kawannya yang menasehatinya itu &#8216;kenapa bukan kamu saja yang menjadi pemimpin dan memimpin pasukan ini&#8217; dan sang kawan dengan tenang membalas ucapan itu &#8216;kalau saya yang jadi komandan dan memimpin pasukan ini, lalu siapa nanti yang akan menasehati saya jika saya bingung dan bimbang&#8217;</p>
<p>lalu cerita selanjutnya dalam film itu sudah bisa ditebak, mantan guru yang ketiban sampur jadi pemimpin pasukan itu segera berdoa minta pertunjuk pada allah dan setelah itu adegan yang ada adalah pembuktian bahwa sang komandan yang sudah mantap hatinya itu lalu mengajak semua anggota pasukannya yang tersisa untuk berunding dan mengatur siasat untuk penentuan langkah-langkah selanjutnya. dengan dialog yang terbuka dan sering antara pimpinan dan bawahan maka banyak masukan yang diperoleh sehingga jadilah sang guru itu pelan-pelan bisa membuktikan dirinya bisa menjadi seorang pemimpin yang mumpuni dan disegani oleh anak buahnya. &nbsp;dalam film pembuktian itu ditunjukkan tidak hanya lewat dialog antara anak buah dan komandannya tapi juga lewat adegan pertempuran dimana tokoh guru itu memang bisa bertindak layaknya sebagai pemimpin yang baik.</p>
<p>kesimpulan saya setelah menoton film ini dan ini sesuai dengan buku-buku yang sudah saya baca atau dongeng yang sering saya dengar.&nbsp;&nbsp;pemimpin itu bukanlah sebuah bakat lahir dan tidak dilahirkan begitu saja &#8211; tapi pemimpin itu dibentuk oleh waktu dan ditempa oleh banyaknya masalah yang dihadapi &#8211; jadi pemimpin itu bisa siapa saja termasuk saya atau anda bisa menjadi pemimpin yang mumpuni.</p>
<p>artinya lagi siapa saja bisa jadi pemimpin tanpa harus merasa minder dan kecil hati, jadi pemimpin itu tidak harus melihat status, golongan, pemdidikan atau harta kekayaan. tapi lebih pada mentalnya. mental yang sudah terasah oleh berbagai macam masalahlah yang nantinya akan membuktikan apakah saya atau siapapun layak atau tidak layak jadi pemimpin.</p>
<p>fakta sejarah membuktikan bahwa pemimpin yang hebat selalu lahir pada masa kekacauan dan orang itu biasanya bukan dari golongan pilihan melainkan dari masyarakat biasa dan akhirnya bisa memimpin rakyatnya untuk mengatasi kekacauan sehingga dia bisa menjadikan dirinya sebagai pimpinan tertinggi yang sah seperti kepala suku atau raja. beberapa nama bisa disebut seperti napoleon bonaparte, genghis khan, gajah mada atau panglima sudirman bahkan presiden soekarno sekalipun.</p>
<p><a href="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=864168&amp;s=1" mce_href="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=864168&amp;s=1"><img class="alignleft" src="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=864168&amp;s=1" mce_src="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=864168&amp;s=1" alt="" width="149" height="149"></a>lebih lengkap lagi bila seorang pemimpin itu didampingi oleh seorang pembisik yang baik dan bijak serta didukung oleh kawan-kawan yang mumpuni dan menguasai berbagai bidang. dalam film merah putih sang guru didampingi oleh kawannya dari bali sebagai penasehat, lalu seorang serdadu dari menado yang berani dan cekatan dalam olah senjata serta seorang serdadu priyayi jawa yang pandai dan cerdas sehingga bisa membaca peta seta menguasai &nbsp;sedikit ilmu kedokteran.</p>
<p>dalam sejarah indonesia juga diceritakan pada saat kerajaan majapahit mencapai puncak kemashurannya sang maharaja hayam wuruk didampingi oleh mahapatih yan mumpuni yaitu gajah mada serta sederet orang -orang tangguh termasuk seorang pelaut ulung bernama laksamana nala yang bisa membuat majapahit akhirnya menguasai wilayah seperti indonesia sekarang plus malaysia dan singapura.</p>
<p>jadilah pemimpian dan jangan takut untuk mengambil peluang itu, apabila itu sampai terjadi segera carilah team yang hebat untuk membantu dalam bertugas. sulit memang tapi tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila dilakukan dengan sugguh-sungguh sepenuh hati.</p>
<p>dalam bidang entrepreneur yang saya geluti mau tidak mau saya harus mengangkat diri saya sendiri untuk menjadi pimpinan di perusahaan saya dan saya berani mengambil resiko itu.</p>
<p>saya berani menjadikan diri saya seorang pemimpin diluar kewajiban saya sebagai pemimpin keluarga.</p>
<p>apapun yang terjadi selama ini semuanya tetap berjalan dengan baik sampai sekarang, apakah itu &nbsp;dalam perusahaan maupun dalam komunitas sosial saya.</p>
<p></p>
<p><b><cite><a rel="external nofollow" href="http://www.objectiveharyadi.blogspot.com/" mce_href="http://www.objectiveharyadi.blogspot.com/">suptin haryadi</a></cite></b> Says: 						<br /> <small><a href="../2009/08/26/pemimpin/#comment-5445" mce_href="../2009/08/26/pemimpin/#comment-5445">February 6th, 2010 at 11:45 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=5445" mce_href="comment.php?action=editcomment&amp;c=5445">edit</a></small>
<p>“Pemimpin Muncul Disaat Kritis”<br /> Ini kalimat yang selalu mengingatkan saya beberapa kejadian kecil dilingkungan dimana saya tinggal.<br /> Beberapa kali kejadian yang sama terjadi, yakni kebakaran rumah tetangga saya dimana damkar jarang datang.<br /> Seperti biasanya dimana-mana ada kebakaran, orang-orang sekitar pada berdatangan, namum sebagian besar hanya ‘menonton’ tanpa berbuat banyak.<br /> Naluri saya tidak mau diam saja melihat kebakaran tersebut dan biasanya saya akan berada paling dekat dengan titik api dan berusaha sekuat tenaga memadamkannya. Secara bersamaan tanpa saya sadari saya memberikan ‘komando’ pada teman-teman (orang-orang yang ada didekat itu walau mungkin tidak saya kenal) sambil terus memadamkan api dan berada di depan paling dekat dengan titik api. Jadilah saya ‘komandan’ pemadam kebakaran beberapa kali.</p>
</p>
</div>
<div id="commentable_item_5373478020203979350_127538926775" class="commentable_item with_comments autoexpand_mode">
<form id="add_comment" class="add_comment hidden_add_button" action="/" method="POST">
<input name="charset_test" value="€,´,€,´,?,?,?" type="hidden">
<input id="fb_dtsg" name="fb_dtsg" value="BuZE_oELl9aI4TEhqzIjSPgSUzY" type="hidden">
<input id="post_form_id" name="post_form_id" value="d04cc176db7b30354a9ebe83cd53a2dc" type="hidden"><span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom UIIntentionalStory_Info"><span class="UIIntentionalStory_InfoText"><span class="UIIntentionalStory_Time"><a onclick='ft("4:9:22:1343940194::::0::::127538926775:");' href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;v=feed&amp;story_fbid=127538926775&amp;ref=mf" mce_href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;v=feed&amp;story_fbid=127538926775&amp;ref=mf"></a></span></span></span></form>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/26/pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;give&#8217; dulu baru &#8216;take&#8217;</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/give-dulu-baru-take/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/give-dulu-baru-take/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 04:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[give and take]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[take and give]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[dalam sebuah seminar yang saya pernah ikuti, pembicaranya yang motivator jempolan bilang bahwa ada yang salah kaprah dalam idiom orang indonesia. di indonesia dia bilang untuk menyemangati sesuatu maka sering diucapkan istilah &#8216;take and give&#8217; atau kalo diterjemahkan secara bebas berarti ambil dulu baru beri&#8230;.
menurut sang motivator mengambil dulu baru memberi itu hal yang lumrah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.massacre-records.com/promo/content/King%20Diamond/KingDiamond_GiveMe_Cover.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.massacre-records.com/promo/content/King%20Diamond/KingDiamond_GiveMe_Cover.jpg" alt="" width="151" height="140" /></a>dalam sebuah seminar yang saya pernah ikuti, pembicaranya yang motivator jempolan bilang bahwa ada yang salah kaprah dalam idiom orang indonesia. di indonesia dia bilang untuk menyemangati sesuatu maka sering diucapkan istilah &#8216;take and give&#8217; atau kalo diterjemahkan secara bebas berarti ambil dulu baru beri&#8230;.<span id="more-712"></span></p>
<p style="text-align: justify;">menurut sang motivator mengambil dulu baru memberi itu hal yang lumrah dan biasa jadi gak ada sesuatu yang istimewa disitu, tapi karena sudah salah kaprah turun temurun jadinya dibiarkan saja kesalahan fatal itu terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">seharusnya yang terjadi adalah &#8216;give dulu baru take&#8217; ini sulit sekali karena dalam terjemahan bebas berarti memberi dahulu baru setelah itu menerima hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam kondisi apapun memberi itu merupakan hal yang sangat sulit. memang sejak dari taman kanak-kanak saya sudah diajarin tentang teori dan praktek memberi ini. kemudian semakin meningkat tingkat kehidupan dan sekolah saya, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi, kuliah, bekerja bahkan setelah menikah dan jadi entrepreneur, saya selalu mendengar teori memberi ini berdentang-dentang diotak saya dan mendengung-dengung di kuping saya.<img class="alignright" src="http://www.pasarkreasi.com/dirmember/00001/blueposter/content/content-1128-20081017-6-34-80/large/give-_1128_l.jpg" alt="" width="130" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">memberi selalu lebih baik dari meminta atau menerima. teori ini bener banget dilihat dari sudut pandang apapun. tapi yang jadi masalah buat saya, adalah gak pernah saya diajarkan gimana caranya memberi dengan baik dan benar tanpa kemudian mengharapkan sesuatu dari hasil memberi itu. yang selalu diajarkan berilah sesuatu pada orang lain yang membutuhkan dengan ikhlas nanti kamu akan dapat balasannnya dari allah suatu yang lebih, bahkan bisa sangat berlebih dan berlipat-lipat dari apa yang kamu berikan tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya bilang, apabila saya memberi seberapapun jumlahnya dan dalam hati dan otak kita bilang (seberapapun kecilnya suara itu) bahwa saya mengharapkan sesuatu balasan dari pemberian itu, entah apapun itu, menurut saya, saya dalam memberi tetep belom ikhlas. yang namanya ikhlas itu menurut saya adalah melakukan sesuatu tanpa pamrih apapun. dan ini sulitnya minta ampun.</p>
<p style="text-align: justify;">saya sebagai manusia biasa dan normal tetep aja dalam memberi atau &#8216;give&#8217; pinginnya dikelak kemudian hari atau kalo bisa saat itu juga langsung dapat menerima atau &#8216;take&#8217; balasan dari pemberian ikhlas saya tadi. apalagi sekarang banyak teori dalam buku dan seminar motivasi yang khusus membahas give baru take. belum lagi saat kotbah jumat di masjid, topik ini paling sering dan menjadi favorit untuk dibahas. terus terang itu cukup mempengaruhi otak bebal saya. jadinya selalu ada pamrih dalam saya memberi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://img2.timeinc.net/people/i/2006/startracks/060814/jennifer_lopez.jpg"><img class="alignleft" src="http://img2.timeinc.net/people/i/2006/startracks/060814/jennifer_lopez.jpg" alt="" width="144" height="144" /></a>saya juga mikir, kalo setiap kali saya memberi lalu kemudian saya setelah itu saya mengharapkan balasan yang muluk-muluk dari hasil pemberian saya tadi, dan ternyata balasan yang saya harapkan tidak kunjung datang atau kalaupun datang tidak sesuai dengan harapan saya.  apa yang bakal terjadi dengan diri saya? yang jelas kecewa itu  sudah pasti lalu kalo meningkat ke mengeluh dan kemudian protes lalu jadi males ngasih lagi &#8211; lantas mau jadi apa hidup saya kemudian?</p>
<p style="text-align: justify;">saya gak pernah berani membayangkannya&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">belajar give saja sulitnya bukan main apalagi harus belajar give tanpa pernah mengaharapkan take. mungkin hanya mahluk sempurna yang bisa. tapi apa ada mahluk seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">karena saking sulitnya saya pasrah ajalah, kalo mau ngasih ya ngasih aja &#8211; tanpa peduli dalam hati saya ikhlas atau tidak, apakah sudah bener mengikuti norma yang benar, apakah cara ngasihnya bener apa nggak &#8211; pokoknya saya gak perduli, ngasih ya ngasih nggak usah ngikutin teori apapun karena kalo liat wajah orang yang saya beri sumringah atau senyum itu udah lebih dari cukup buat saya, walaupun mungkin caranya salah. buat saya senyuman orang yang saya kasih itulah take yang wajib saya terima itu saja sudah lebih dari cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi give menurut saya gak ada hubungannya dengan teori apapun, kalo saya mau ngasih ya saya kasih gitu saja sesimple itu saja!! semakin banyak saya pikir semakin saya bingung dan semakin saya bingung ntar jadinya saya gak ngasih-ngasih donk.</p>
<p style="text-align: justify;">sedangkan &#8216;take&#8217; menurut saja adalah sesuatu yang wajar saya dapatkan setelah saya memberi. saya bisa ambil senyuman dari wajah mereka, saya bisa menuai ucapan terima kasih dari mereka, saya menerima doa dari mereka, saya dipanggil boss oleh mereka padahal ngasihnya juga gak seberapa. itu saja menurut saya lebih dari cukup. sudah ngasihnya gak seberapa dan belom tentu cara ngasihnya bener kok mau nuntut akan nerima macem-macem sebagai ganti memberinya, nah yang ini gak bener menurut saya.<a href="http://www.dogmt.com/images/print/300/love-is-give-and-take-blk-yel.jpg"><img class="alignright" src="http://www.dogmt.com/images/print/300/love-is-give-and-take-blk-yel.jpg" alt="" width="144" height="115" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">give dan take akan berjalan beriring tanpa ada sesuatu yang bisa menghalangi karena itu merupakan hukum alam. dan hukum alam itu biasanya semakin diharapkan semakin sulit munculnya. jadi dari pada pusing-pusing mikir tentang apa yang akan saya peroleh setelah memberi mendingan saya pusingkan diri saya dengan berpikir bagaimana caranya saya bisa semakin banyak memberi yang bisa bikin bahagia orang lain yang saya beri.</p>
<p style="text-align: justify;">apalagi ada teori yang bilang &#8216;jika tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak boleh tahu&#8217; jadi kalo tangan kiri gak boleh tau jika tangan kanan saya memberi kenapa orang lain mesti tau, semakin tidak ada yang tau dan yang tau hanya saya sendiri mka semakin gak ada yang dipikir, apalagi mikir tentang balasan. semakin gak mikir maka semakin gak pusing. semakin gak pusing maka semakin saya bisa tidur nyenyak.</p>
<p style="text-align: justify;">itu saja cukup daripada saya pusing dan saya gak suka pusing.</p>
<div class="comment_profile_pic"><a title="Evi Hn" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v224/170/67/q1583543773_4104.jpg" alt="Evi Hn" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf">Evi Hn</a></p>
<div id="text_expose_id_4a9400643f86f9704742715" class="comment_actual_text">Sam&#8230;, Take and Give yg sering disebut adalah Kiasan, bukan Makna sebenarnya ( tdk diterjemahkan langsung gitu) tapi itu dpt berarti dlm hidup kita perlu interaksi, sosialisasi, balas budi, keseimbangan Manusia dlm hidup , atau lainnya. kamu benar,sebaik-2 manusia adalah memberi tampa berharap kembali. Tp klo masih berharap ucapan trima ksh, berharap senyuman dan respon positif dr yg diberi itu berarti belum iklas. Krn Iklas itu tdk berharap apapun dr manusia. Melainkan krn Allah.</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/give-dulu-baru-take/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>problem</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 03:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[happy problem]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[problem]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepeneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[problem atau masalah, apapun itu tetep sesuatu yang bikin kepala saya pusing, walaupun sekarang lagi ngetrend sebagian teman memberikan julukan positive padanya yaitu sebagai happy problem. tapi se-happy-happynya kalo problem itu gak selesai-selesai atau gak ketemu solusi penyelesaiannya jangan harap saya bisa tidur nyenyak.
problem apapun itu tetep merupakan bagian dari kehidupan saya jadi saya gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://insansains.files.wordpress.com/2008/09/problem.jpg"><img class="alignleft" src="http://insansains.files.wordpress.com/2008/09/problem.jpg" alt="" width="144" height="107" /></a>problem atau masalah, apapun itu tetep sesuatu yang bikin kepala saya pusing, walaupun sekarang lagi ngetrend sebagian teman memberikan julukan positive padanya yaitu sebagai happy problem. tapi se-happy-happynya kalo problem itu gak selesai-selesai atau gak ketemu solusi penyelesaiannya jangan harap saya bisa tidur nyenyak.<span id="more-698"></span></p>
<p style="text-align: justify;">problem apapun itu tetep merupakan bagian dari kehidupan saya jadi saya gak boleh menghindarinya bahkan malah gak mungkin menghindarinya. yang sedikit bisa membantu mungkin adalah saya bisa mengantisipasi problem tersebut sehingga akhirnya resiko yang terjadi akibat problem itu gak berkembang dan melebar.</p>
<p style="text-align: justify;">menghindari problem pasti akan bikin kepala saya pusing sama pusingnya saat saya sedang mengalami problem, jadi ya satu-satunya jalan saya harus selalu bersiap-siap sepanjang hidup saya ini. lagian saya sebagai manusia biasa tampaknya tidak suka pada masalah atau problem tapi pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari bukannya problem itu yang datang ke saya melainkan sayalah yang menghampiri problem itu.</p>
<p style="text-align: justify;">kok bisa, ilustrasi singkat menurut versi saya seperti ini&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">menurut pikiran norak saya, saya akan bisa hidup tenang dan nyaman sebagai seorang bujangan yang tidak berpacaran atau kemudian tidak menikah. apapun dan seberapapun penghasilannya, seorang bujangan akan selalu  cukup. tapi kemudian karena tuntutan berbagai hal baik budaya, biologis dan sosialita akhirnya saya memutuskan untuk berpacaran. saat berpacaran itu, dalam kehidupan saya yang tenang mulai timbul berbagai masalah sedikit demi sedikit. yang tadinya uang hanya habis untuk dinikmati sendiri sekarang terpaksa memutar otak untuk mengupayakan uang itu agar cukup dipake hidup dan menyenangkan pacar. itu kalo pacarnya cuman satu tapi kalo kemudian berpacaran dengan banyak cewek pastinya duit akan lebih tekor lagi kalo saya gak siap dengan berbagai sumber penghasilan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi sudah tau akan bermasalah dengan keuangan dan bisa bermasalah dengan cewek-cewek itu kalo ketahuan mendua, saya bukannya kapok tapi justru menjadikannya tantangan baru untuk sering-sering berpacaran dengan lebih dari satu cewek dalam tempo bersamaan. tantangan baru itu kan kata lain dari masalah baru.<a href="http://photos.friendster.com/photos/83/17/72787138/1_273469533l.jpg"><img class="alignright" src="http://photos.friendster.com/photos/83/17/72787138/1_273469533l.jpg" alt="" width="208" height="156" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">kemudian kalau cocok dengan cewek itu lalu diteruskan ke jejnjang pernikahan,  pasti semakin banyak problem yang akan timbul. dari yang biasa tidur dan hidup sendirian sekarang menjadi hidup dan tidur berpasangan. bisa ditebakkan masalah-masalah yang bermunculan.</p>
<p style="text-align: justify;">itu masih belom cukup, setelah menikah beberapa bulan maka pasangan saya mengandung sehingga masalah lain pun muncul. terutamanya pasti masalah keuangan, untuk beli susu hamil, periksa kedokter dan lainnya. setelah hamil lalu melahirkan dan saya punya anak, masalah saya semakin meningkat yang tadinya beli baju untuk sendiri saja trus setelah menikah harus membelikan baju istri sekarang setelah punya anak, harus pula dibelikan anak-anak baju.</p>
<p style="text-align: justify;">dan seterusnya dan seterusnya&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.drvincentgreenwood.com/angerp3.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.drvincentgreenwood.com/angerp3.jpg" alt="" width="134" height="119" /></a>problem selalu menjadi bagian dari kehidupan saya tanpa saya sadari dan tanpa saya sadari juga dari hari kehari problem kehidupan yang harus saya hadapi semakin sulit dan meningkat resikonya. tapi tanpa saya sadari pula saya selalu berusaha menghadapi dan melewatinya dan biasanya berhasil. bukti dari keberhasilan saya dalam hal ini adalah kini saya punya dua orang putra yang sudah berusia 8 tahun dan 4 tahun sedang usia perkawinan saya memasuki tahun kesepuluh.</p>
<p style="text-align: justify;">dan itu seperti tidak terasa&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">apalagi kemudian usia saya pun sudah hampir 39 tahun, mestinya dalam kurun waktu 39 tahun itu berbagai masalah dan problem baik yang sengaja saya bikin atau yang gak sengaja, mestinya berseliweran disekitar saya. apakah itu happy problem ataukah itu hard problem, ternyata semua bisa saya lewati. apakah itu terselesaikan dengan baik ataukah masih menggantung yang dapat meledak dikemudian hari. dan tampaknya saya juga tidak terlalu ambil pusing dengan semua problem yang menghampiri saya selama 38 tahun hidup ini. yang penting kata saya dalam hati, saya bisa melewatinya dengan selamat &#8211; kalau itu terjadi kenapa musti pusing-pusing dan harus takut bila menghadapai problem .</p>
<p style="text-align: justify;">saya bilang setiap manusia pasti gak bisa menghindarinya, jadi kenapa musti takut untuk mengambil resiko. bukankah resiko juga kata lain dari masalah atau problem. menurut saya lagi rasa takut itulah sesungguhnya masalah terberat dalam kehidupan ini. jika saya bila menghalaunya, jika kita bisa menghalaunya dari hati dan pikiran kita, insyaallah segalanya akan lebih mudah kita jalani.<a href="http://media.rd.com/rd/images/rdc/slideshows/10-dos-and-donts-of-corporate-culture-2009/personal-problems-af.jpg"><img class="alignright" src="http://media.rd.com/rd/images/rdc/slideshows/10-dos-and-donts-of-corporate-culture-2009/personal-problems-af.jpg" alt="" width="142" height="117" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">lagian secanggih apapun saya berusaha menghindari suatu masalah, saya tetep saja tidak bisa menghindarinya, saya akan tetep menemuinya suatu hari kelak. karena problem adalah bagian dari saya dan bagian dari kehidupan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti misalnya kalau dulu saya tidak menikah pastinya orang tua saya terutama ibunda akan terus ngomel setiap harinya melihat anak pertamanya jadi bujang lapuk seumur hidup. belum lagi pandangan para tetangga yang dengan sinis menatap menuh makna &#8216;ngganteng-ngganteng kok gak punya pacar, mosok seeh gak laku, jangan-jangan pumya kelainan&#8217; bukannya saya menghindar dari masalah kalau ini yang terjadi tapi saya terperosok problem yang lebih rumit dan bikin pusing.</p>
<p style="text-align: justify;">sebaiknya menurut pikiran otak saya ini, jadikanlah problem itu sahabat terbaik, bila itu terjadi insyaallah saya akan selalu siap dan waspada.</p>
<p id="profile_name" style="text-align: justify;"><span id="profile_status"><span id="status_text">sepertinya tantangan terbesar adalah bagaimana bisa menerima suatu masalah, problem, kekalahan, kegagalan, dan kekecewaan dengan legowo dan lapang dada tanpa harus kehilangan semangat untuk mencoba kembali &#8211; keberhasilan hanyalah bonus dan bukannya tujuan utama&#8230;&#8230;&#8230;</span></span></p>
<div class="comment_profile_pic"><a title="Evi Hn" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v224/170/67/q1583543773_4104.jpg" alt="Evi Hn" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf">Evi Hn</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0ac7678c41149143" class="comment_actual_text" style="text-align: justify;">Dpt Menerima kekalahan, kegagalan dan bangkit lagi, itu bukan tantangan tapi Kekuatan . kekuatan itu hanya didpt pada Orang yg Tawadu, Pada Kekuatan Allah. Krn sekeras apapun kita berusaha, Allahlah yg menentukan Keberhasilan tsb.</div>
</div>
<div class="comment_actual_text" style="text-align: justify;">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Muhammad Kurniawan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1648702909&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v230/103/3/q1648702909_9814.jpg" alt="Muhammad Kurniawan" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1648702909&amp;ref=mf">Muhammad Kurniawan</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0adced9052508758" class="comment_actual_text"><span>Yang pasti keberhasilan tanpa kekalahan, kegagalan, dan kekece</span>waan adalah kebetulan..bukan ikhtiar!!!!</div>
<div class="comment_actual_text">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Asdwin Noor" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1282274431&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v222/247/83/q1282274431_3325.jpg" alt="Asdwin Noor" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1282274431&amp;ref=mf">Asdwin Noor</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0aab5d8f81988947" class="comment_actual_text">Kegagalan bukanlah pada saat kalah atau jatuh. Tapi, Kegagalan adalah penolakan untuk bangkit kembali. Semangat Samurai San!</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

