
Dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari dua hal ini yaitu berbuat dosa dan banyak utang.
Bukhari membawakan hadits ini pada pembahasan adzan, sedangkan Muslim membawakan hadits ini pada pembahasan masjid dan tempat shalat.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAAT, ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM [Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang].” Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi [+]
ketika tagihan saya macet saya sudah tau bahwa akibat terburuk dari kelalaian saya itu adalah saya akan di datangi oleh debt collector. mereka para debt collector akan mendatangi saya untuk melakukan segala tindakan yang perlu agar saya membayar semua kewajiban saya yang macet itu.
tapi karena saya sudah tau akibat terburuk dari ketidak mampuan bayar saya adalah didatenginara debt collector maka dari pertama saya mengambil kredit mental saya sudah saya persiapkan. bukan hanya mental saya saja tapi juga mental keluarga saya terutama mental istri saya. karena kami berdua tahu dan paham akibat kelalaian kami maka apapun yang terjadi saya dan istri harus siap menghadapi para debt collector itu dan siap bernegosiasi dengan mereka. tentu saja dalam hal ini urusan malu dan gengsi dibuang jauh-jauh dari diri kami, toh semuanya sudah terjadi [+]



