padahal otaknya di kiri lho

posted in: Artikel Menarik | 2

berapa waktu belakangan ini sepertinya masalah lagi akrab dengan saya.

dan masalah yang pingin berakrab-akrab ria dengan saya itupun bukan masalah sepele, karena menurut beberapa teman masalah yang sedang saya hadapi itu sangat parah, di ibaratkan mungkin sama dengan kiamat kecil dalam kehidupan saya.

sebagian dari masalah yang bakal saya hadapi sempet saya tulis di beberapa tempat dan menarik perhatian yang membaca, komentar-komentar pun bermunculan baik yang positif mendukung dan membesarkan semangat saya atau yang negatif dan menyalakan karena itu adalah akibat dari perbuatan saya sendiri selama ini maka sekarang saya lagi panen hasilnya.

menyenangkan sekali ternyata tulisan saya itu cukup menarik perhatian. itu bikin saya penasaran terhadap diri saya sendiri. jangankan orang lain yang hanya mbaca atau sekedar dengar dari mulut ke mulut. ibu kandung yang melahirkan saya dari rahimnya saja sempet kejet-kejet begitu dengar cerita saya secara detail. beliau memang sengaja saya undang ke surabaya dari liburannya di rumah adik-adik saya dijakarta, khusus supaya bisa dengerin langsung apa yang bakal dialami oleh putra tunggalnya. setabah-tabahnya ibunda, tetep aja cerita yang beliau dengar dari mulut saya langsung itu sangat mengagetkan. beliau gak nyangka kalo putranya itu bertindak kelewatan, tindakan yang saya lakukan itu menurut beliau bukan tindakan manusia normal udah melewati batas toleransi pikiran dan akal sehat manusia normal.

saking hebohnya cerita saya, beliau yang biasanya temperamental (dan itu menurun ke saya hampir 90%) sampe-sampe gak bisa marah lagi, langsung ambil koran dan kipas-kipas padahal kita ada dalam ruangan ber-ac. bener-bener gak habis pikir beliau ini, kokada orang yang bisa bertahan hidup selama lima tahun, dengan hanya menggunakan 100% dana dari kredit bank. dan selama lima tahun itu orang tersebut bukan hanya sekedar bertahan hidup tapi level kehidupannya setiap tahun semakin meningkat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. uang dari kredit tersebut diputer-puter disegala tempat sehingga bisa menghasilkan empat toko baju, menghasilkan kepemilikan property sampe 15 unit walaupun belum selesai masa angsurannya, memiliki 2 unit mobil yang juga masih diangsur, memiliki 3 unit sepeda motor angsuran, memiliki aset logam mulia, bisa dipakai bermain di bursa saham, dipakai buat sedekah, dipake buat buanyak hal lainnya yang juga gak masuk akal.

dan yang bikin beliau gak habis pikir dan istigfar gak habis-habisnya adalah karena orang itu adalah saya, putra kandungnya.

setelah bisa mengatur nafas lagi, cuman sekalimat yang bisa disampaikan “selesaikan semua hutangmu, mulailah dari awal lagi dan kalau perlu mulai lagi dalam keadaan miskin”

ampun deh, saya disuruh melakukan hal yang paling anti saya lakukan, karna saya  memang gak pernah bercita-cita untuk nutup hutang-hutang saya. tapi apa mau dikata itu sabda ibunda, apalagi sekarang saya dalam keadaan ‘kaki diatas kepala dibawah’

mau gak mau, ya harus mau. dan itu harus dilakukan! dulu waktu ngutang gak mikir kenapa saat disuruh nutup mesti mikir. toh nanti kalo keadaan dah normal pasti lebih mudah buat ngejelasin lagi ke beliau tentang pentingnya berhutang.

satu dari dua masalah yang sedang menerpa saya sudah jelas endingnya = nutup kedit di bank. sedang masalah yang satunya masih terkatung-katung dalam ketidak pastian.

sambil menyelesaikan masalah kredit, ternyata saya diundang  buat sharing2 bisniss oleh teman-teman dari Lamongan Entrepreneur Community, rupanya oleh mereka saya dianggap tokoh hebat (belum tau dia aslinya) emang sih buat kategori surabaya aja, siapa sih yang gak kenal samurai, seorang yang sering jadi tukang kompor temen-temenya agar jadi entrepreneur. saya emang paling gampang diajak cankruan, setiap saat dan kapan saja hampir tidak pernah nolak, apakah pagi hari, siang, sore, malam atau bahkan lewat tengah malam.

dalam perjalanan ke lamomgan, saya cerita tentang masalah saya sama teman seperjalanan yang sudah menjadi team yang cukup solid dalam semangat entrepreneur. mereka itu adalah ronny orysu, mahar ayu dan ainy aja deh. kita mulai kompak saat diundang oleh ILO ke jakarta mewakili Surabaya Entrepreneur Club untuk mengadiri kongress kepemudaan yg diadakan oleh ILO.

saya bercerita kepada mereka tentang ‘kaki saya yang sekarang ada diatas dan kepala saya yang sekarang ada di bawah’. saya cerita bahwa itu merupakan salah satu konsekwensi yang harus saya hadapi saat membaiat diri menjadi entrepreneur. bila jalan yang ditempuh keliru maka akibatnya bisa fatal seperti yang saya alami. atau bila jalannya gak keliru tapi iklimnya gak mendukung, musibah tetep aja bisa terjadi. saya cerita dengan santai dan bersemangat seperti biasanya kalo saya sedang ceramah. yang saya gak duga adalah reaksi dari ketiga ‘daun muda’ ini. mereka langsung terdiam, mikir. minimal ekspresi mukanya berubah, ronny yang cengengesan langsung berubah wajah jadi serius. lama baru saya menyadarinya, karena saya terus asik ngoceh bercerita sambil kadang cengengesan sendiri karena saking semangatnya.

rupanya ketiga ‘daun muda’ ini cukup shock atau kagetlah kalo gak mau dibilang shock. mereka kaget terhadap sulit dan beratnya masalah yang sedang saya hadapi karena pilihan hidup untuk jadi enrepreneur. tapi yang bikin mereka lebih shock lagi adalah cara saya bersikap, bercerita dan bertingkah laku yang gak berubah sama sekali, sama seperti hari-hari sebelumnya seperti gak ada masalah apa2. itu bikin pertanyaan besar pada mereka, ini orang waras atau sarap ya?

beberapa hari kemudian saya ajak team lagi buat touring ke tiga kota di jawa timur, saya diundang untuk mentoring. undangan untuk mentoring ini atas referensi seorang kawan baik saya dan sudah disampaikan kesaya jauh-jauh hari bahkan sebelum saya ngelencer ke malaysia bersama rombongan TDA. saya menyanggupi dan menyatakan pokok bahasan andalan saya adalah masalah kredit dan akan saya sampaikan secara otak kanan sesuai dengan permintaan pengundang yang sempat menghubungi saya lagi untuk menegaskan agar materi yang saya sampaikan itu harus otak kanan.

sebelum berangkat team berkumpul di rumah saya. memang kitasudah agak lama gak ngumpul setelah peristiwa LEC dan sharing di perbanas. Mahar gak ikut, yang datang hanya ronny dan ainy. seperti biasa mereka berbasa-basi dengan saya. cara mereka berbicara terdengar aneh di kuping saya. mereka tanya kabar, karena mereka dengar saya habis dari jakarta. saya bilang saya ke jakarta cuman main gak lama kok 3 malem aja. trus mereka tanya-tanya lagi, saya tambah heran, rupanya kita saling terheran-heran satu sama lainnya. cara mereka ngobrol dengan saya sangat hati-hati karena takut saya tersinggung atau tambah stress karena  menurut mereka saya sekarang sedang menghadapi masalah rumit, tapi dipihak lain ada hal yang aneh kok ada orang yang sedang menghadapi masalah rumit sempet-sempetnya main sampe ke jakarta segala. sedang saya heran pada mereka karena cara ngomong mereka yang penuh basa basi tidak seperti biasanya.

saya memang merasa tidak punya beban apa-apa, itu yang bikin kelakuan dan omongan saya gak berubah. justru yang bikin beban saya adalah tentang ceramah di mentoring nanti karena posisi saya lagi drop, padahal saya akan bicara tentang kredit. tapi mereka bilang jangan ditutupi tapi justru diceritakan saja apa adanya biar balance, dari beberapa teman yang saya minta pendapat juga menyarankan begitu. ya sudah, jadinya saya tambah plong dan gak ada pikiran negatif sama sekali dalam otak.

malam itu ceramah mentoring saya berjalan lancar dan seru karena materi kontadiktif yang dikemukakan, bisa disampaikan oleh saya secara sangat santai dan tanpa beban. ainy dan ronny gak habis pikir, mereka memang baru ini  bener-bener tau apa saja secara detail yang saya lakukan selama 5 tahun setelah lulus pendidikan entrepreneur.

saya ulang, lagi rony dan ainy jadinya semakin aneh dalam menatap saya setelah mentoring selesai. mereka bener-bener gak bisa menemukan jawaban kenapa orang didepan mereka ini bisa cerita begitu mengerikan seperti cerita tentang dongeng menjelang tidur. padahal kisah itu adalah real strory. dari pada saya ditanyain terus menerus saya bilang aja saya sendiri saja heran dengan diri saya apalagi orang lain.

trus saya tambahin cerita baru. kalo melihat apa yang saya lakukan, cara berpikir saya harusnya secara otak kanan kan, tapi ternyata salah, saya itu otak kiri. pertama kali pernyataan itu di kemukakan oleh seorang senor saya ketika kami sedanga sarapan di malaysia. beliau ini bilang secara tegas kalau otak saya kiri setelah sekitar tiga puluh menitan ngobrol. saya tentunya terpukul abis dengan pernyataan itu, karena saya merasa otak saya kanan banget. beliau kemudian menunjukkan bukti-bukti ringan yang tak terbantahkan. penasaran sampe dirumah saya langsung psikotes, baik yang mbayar maupun yang gratisan di internet. ternyata semuanya menunjukkan saya ini otak kiri tulen.

shock dan tidak terima dengan kondisi itu saya complain kemana-mana, tapi kenyataan gak bisa dirubah, saya tetep otak kiri. atas dasar itu saya bilang bahwa saya sendiri aja gak ngerti tentang pikiran saya apalagi orang lain. dengan otak kiri saja saya bisa bertindak lewat dari jangkauan pikiran otak waras manusia selama 5 tahun dan berhasil. saya drop sekarang ini toh bukan murni karena kesalahan saya tapi memang karena dunia sedang krisis. yang jatuh pun juga bukan hanya saya, tapi banyak orang. bahkan saya termasuk yang bisa bertahan cukup lama sebelum akhirnya terimbas juga.

mungkin karena pola pikir saya yang sederhana gitu itu yang bikin saya gak ada perubahan dalam bertingkah laku dan bertindak. tapi akhirnya saya terpaksa jadinya mikir juga karena orang-orang disekitar saya menganggap ini adalah hal yang aneh. dengan otak kiri saja saya seperti ini, trus apa yang bakal terjadi bila saya dilahirkan dengan otak berada di kanan dan pola pikir saya otomatis secara otak kanan????????????????????

namanya saja samurai………..

kelakuannya, jelas jauh dari normal………………….

Leave a Reply