nulis yuk nulis

posted in: Artikel Menarik | 1

minggu siang tanggal 22 jam 11, anak-anak tda surabaya pada ngumpul di magnet zone sebuah toko buku dan cafe di wilayah sekitaran sma komplex. kita cankruan disana karena ada tamu pengarang buku dari tda jakarta yang mau berbagi pengalaman dan berdiskusi di sana.

tamu itu dalah pak jonru, beliau adalah seorang penulis yang lagi ngetop-ngetopnya sebab buku “menerbitkan buku itu gampang” yang merupakan salah satu karyanya sedang menjadi best seller dimana-mana.

pak jonru mulai bercerita tentang kiat mencari ide menulis dan mengembangkan ide yang muncul sehingga bisa dikembangkan menjadi tulisan yang panjang dan menarik dibaca. (ini merupakan penyakit kronis warga tda surabaya yang pinginnya bisa nulis di milist tapi semakin berusaha malah tulisannya gak muncul-muncul)

menurut beliau kalo pingin bisa nulis itu persyaratan utamanya ya harus sering nulis apa saja, trus juga harus diimbangi dengan rajin membaca. beliau bilang, boong aja seorang yang pingin nulis tapi gak rajin membaca dan gak rajin menulis.

kalo sering belajar menulis secara otomatis kemampuannya pasti akan terasah dengan sendirinya. gaya tulisan kita pertama-tama akan terpengaruhi oleh berbagai buku yang sering kita baca. tapi jangan khawatir perlahan tapi pasti gaya tulisan yang sesuai dengan pribadi kita akan muncul kok dengan sendirinya, sesuai dengan lamanya jam terbang kita menulis.

kalo sekarang teman-teman dari tda surabaya kebingungan dengan mencari ide dan kebingungan buat mengembangkannya menjadi tulisan panjang, maka cara paling gampang memulainya adalah dengan rajin menulis dan mencatat apa saja, setiap hal yang menarik perhatian kita. biasakan selalu mendisiplinkan diri setiap hari walau hanya setengah jam buat menulis apa saja yang menarik perhatian dan menjadi minat kita. selesai tidak selesai tulisan itu tinggalkan bila waktunya habis. besok ulangi lagi dengan membaca tulisan yang sudah ada. kembangkan lagi menurut kemampuan kita saat itu atau tinggalkan bila sudah gak bisa dikembangkan lagi. tapi catatlah dan tulislah setiap hal yang baru setiap hari secara disiplin.

saat kita menulis, bisa saja menurut kita tulisan yang kita bikin itu gak bermutu. bila itu terjadi segera tinggalkan dan tulislah hal baru lainnya. nah bila sedang santai dan relax buka lagi tulisan yang kita anggap gak mutu tadi, lalu usahan untuk menbaca dan mengolahnya lagi. biasanya saat kita santai dan gembira tulisan yang tadinya kita anggap gak mutu bisa berubah menjadi tulisan yang bagus.

kalo sudah terbiasa menulis itu jadi gampang, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak tergantung dari waktu dan mood kita.

sekarang ini dengan kemudahan dari internet kita bisa menulis apa saja dan kapan saja secara bebas tanpa ada yang melarang dan mengkritik tulisan kita. menulis di blog adalah cara paling mudah dan murah buat belajar. disitu kita bisa melihat apakah ada koment-koment buat tulisan kita tanpa kita harus bertemu langsung dengan mereka-mereka yang berkomentar. jadi kita gak sakit hati bila komentarnya pedes. kemudian bila tulisan kita banyak yang memberi komentar, itu bisa dijadikan tolok ukur bahwa tulisan kita banyak yang membaca. jelek atau bagus, baik atau buruk tulisan yang kita bikin, toh tetep ada yang membacanya bahkan sampai memberikan komentar. nah kalo nyali kita sudah mulai muncul cobalah untuk mengirimkan tulisan-tulisan kita di milis, karena disitupun kita bisa mengukur berapa banyak orang yang membaca dan mengomentari tulisan kita.

apabila tulisan-tulisan kita sudah banyak maka langkah berikutnya adalah, kita bisa mulai belajar memerbitkannya menjadi sebuah buku. kebetulan siang itu juga hadir pemilik magnet zone yang ternyata juga seorang penerbit. diskusi jadi tambah gayeng karena akhirnya kita bisa dapet tips dan trik jitu caranya nerbitin buku selain dari pak jonru sebagai penulis juga dari pihak penerbit. kita dapat masukan dari dua sisi.

ternyata nerbitin buku itu sama aja seperti menawarkan dagangan kita ke konsumen, kita harus mengemasnya sedemikian rupa sehingga menarik. susunan dan format bakal buku yang ingin kita terbitkan harus lengkap, data-data tentang diri kita sebagai penulis juga harus disertakan. persis seperti berbisnis, segmen pasar dari bakal buku kita juga harus jelas dan fokus. semakin fokus semakin senang penerbit itu menerimanya. sertakan juga kata mengantar dari tokoh-tokoh terkenal buat semakin meningkatkan nilai jual buku kita.
saran lain yang didapat adalah kalo bikin buku jangan terlalu tebal dulu supaya harganya tidak mahal dan menarik minat konsumen buat membeli sebab konsumen buku di indonesia itu unik mereka tidak terlalu suka dengan buku yang tebal-tebal. bikinlah buku sekitar 100-san halaman, lebih dari 200 halaman maka buku itu dianggap ketebalan sedang bila kurang dari itu menjadi buku kacangan

intinya semakin lengkap isi buku semakin senang penerbit mengolahnya. mereka jadinya tidak terlalu banyak pekerjaan dalam meng-edit dan me-lay out. kita bisa juga kok mendisign sendiri kover dan tampilan dari bakal buku kita itu.

nah kalo yang pingin kita terbitkan itu buku novel maka yang kita kirim tidak harus seluruh isi novel kita tapi culup sinopsisatau ringkasannya saja termasuk ringkasan karakter dari tokoh-tokoh di dalamnya.

keuntungan dari menerbitkan buku jelas kita dapat uang dari selisih ongkos biaya-biaya yang dikeluarkan saat buku diterbitkan dan didistribusikan. ada dua sistem pembayarn dari penerbit ke penulis, yag partama beli putus di depan dan yang kedua adalah sistemroyalti dari tiap penjalan. besarnya royalty kalo saya tidak salah dengar sekitar 5% dari nilai jual setelah dikurangi pajak.

etika dalam mengirim naskah ke penerbit adalah jangan mengirim ke banyak penerbit sekaligus tapi kirimlah ke penerbit satu-persatu. bila penerbit satu menolak baru kirim ke penerbit lainnya.

pak jonru dengan gamblang dan lugas menyemangati kita kalo nulis dan nerbitin buku itu gampang, bahkan beliau sendiri juga terbuka dalam bercerita masa-masa suramnya saat tulisan beliau tidak lagi diterima dan dimuat oleh media. padahal pak jonru ini dimasa mudanya adalah peraih juara satu dalam lomba penulisan cerpen di majalah anita cermerlang dan setelah itu selalu menjadi penulis cerpen favorit di berbagai majalah.

setelah berhasil melewati masa-masa suramnya dengan berlatih menulis di blog. pak jonru akhirnya berani meninggalkan statusnya dari seorang tdb menjadi tda penuh dan murni hidup dari menjadi penulis serta membuat berbagai pelatihan tentang cara menulis. bisnis pelatihannya pertamanya pun tidak berjalan mulus bahkan beliau juga sempat rugi banyak setelah salah menghitung biaya dalam pengadaan pelatihannya, walaupun berdasarkan data yang ada peminat peserta pelatihannya mludag sampai-sampai beliau nolak-nolak peserta. tapi itu gak bikin beliau putus asa.

akhir acara ditutup oleh pak yusuf wibisono, seorang penulis buku tentang ‘csr’ yang juga merupakan buku best seller. beliau bilang kalo nerbitin buku itu bisa juga dengan modal dengkul dan diterbitkan sendiri, seperti saat beliau nerbitin sendiri bukunya. beliau berani nerbitin buku sendiri karena berdasarkan survey beliau di jogja, rata-rata penerbit buku itu tempatnya tidak representatif bahkan ada yang hanya berlokasi di kos-kosan atau digarasi.

langkah yang dilakukan pak yufuf dalam menerbitkan bukunya, pertama-tama beliau melobi kawannya yang punya percetakan apakah mau nyetak bakal bukunya itu dengan pembayaran dibelakang. kemudian pak yusuf mencari lagi kawannya yang jago disign buat bikin ilustrasi covernya. kalo kawan yang bikin pastinya biaya gak mahal karena merupakan biaya pertemanan yang ala kadarnya. setelah itu beliau mengumpulkan relasinya, ada yang pejabat pemerintahan, ada yang pengusaha terkenal dan ada juga yang tokoh masyarakat. beliau meminta mereka menulis testimoni tentang bukunya yang akan diterbitkan. trik beliau bila tokoh-tokoh terkenal itu terlalu sibuk adalah menuliskan sendiri bakal testimoni sesuai yang diinginkan baru kemudian minta tanta tangan sang tokoh yang bersangkutan. setelah semua beres buku dicetak dan diterbitkan, saat proses itu beliau mencari team merketing buat memasarkan bukunya, sehingga buku beliau itu bisa masuk gramedia dan gunung agung hingga menjadi best seller.

pak yusuf juga sempat menyebutkan angka sekitar 20 juta yaitu biaya modal yang perlu disiapkan bila kita ingin menerbitkan sendiri sebuah buku. duit sebesr itu buat mencetak sekitar tigaribu eksemplar.

ada modal dengkul, ada modal duit, ada penerbit profesional, ada penerbit indie buat mewujudkan mimpi kita menjadi penulis yang bikin buku. makanya menulislah mulai sekarang.

http://www.samuraijagoan.com/

Leave a Reply