jangkrik, jan***…..

posted in: Artikel Menarik | 2

itu pisuhan khas suroboyo, apa sih pisuhan itu?

secara harafiah misuh itu arinya memaki-maki bila hati sedang jengkel. tapi uniknya pisuhan soroboyo tidak melulu diucapkan bila hati kita sedang jengkel saja. tapi juga diucapkan bila kita kagum pada seseorang.

nah saya hari sedang misuh-misuh, kenapa saya misuh? karena saya baru saja dapat berita menarik tentang teman baik saya danton prabawanto. dia hari sabtu atau hari minggu kemaren ini menjadi pembicara di kalangan ukm di kota kediri. tidak main-main dia jadi pembicara di hadapan 200 orang, dan ukm-nya juga bukan. sembarang ukm, tapi ukm ==> ‘usaha kecil milyaran’. hebat kan, seorang danton prabawanto jadi pembicara pentas yang begitu besar, itu saja sudah bikin saya misuh, caranya dia mendapatkan peluang buat jadi pembicara pun bikin saya tambah misuh. dari informasi yang saya dapat, danton menanggapi panggilan Badroni Yuzirman melalui milis, beberapa waktu yang lalu beliau mencari orang yang mau jadi pembicara di kediri, rupanya danton yang menanggapi informasi ini. jadilah danton berbicara selama dua jam di hapan audiens luar biasa di kota kediri.

kenapa saya musti misuh-misuh, saya misuh karena danton itu menurut saya hebat luar biasa. saya inget sekitar dua tahunan yang lalu saat saya kenal sama danton dan sering main ke kamar kosnya yang kumuh di daerah barata jaya, begitu saya masuk ke kamarnya, didinding kamar yang berhadapan langsung dengan pintu masuk dipajang piagam ucapan terima kasih yang dipugura. disitu tertulis ucapan terima kasih dari panitia seminar motivasi di kampus universitas airlangga kepada danton prabawanto karena sudah mau menjadi pembicara di seminar motivasi mereka.

karena saya dulu hampir setiap hari mampir kesitu, saya sangat terinpirasi banget terhadap isi piagam itu. dalam hati kecil saya, saya pingin sekali jadi pembicara dan mendapat ucapan terima kasih seperti itu. saya terobsesi, sehingga sejak itu saya sangat menggemari seminar, seminar apapun saya datang, tentu saja yang biayanya terjangkau dengan kantong saya. tujuan utama adalah melihat dan mempelajari gaya para pembicara saat mereka ngomong didepan. apapun saya lakukan demi bisa datang dan mendengarkan seminar.

saya pernah dengan sukarela nganter danton saat dia menjadi penyuluh di suatu desa, pernah ikut danton waktu jadi pembicara di bekas sekolahnya di malang, menawarkan ke danton untuk jadi sopir yang menjemput Nukman Luthfie saat beliau mengisi seminar yang diadakan danton di its. bahkan kalo ada tawaran ke surabaya entrepreneur club buat ngisi-ngisi motivasi di kampus-kampus saya pasti nyebut danton. kenapa sih musti danton, soale anak ini kalo ngoceh di depan forum cair banget seperti gak ada beban, itu yang menarik buat saya. di luar itu dulu saya rajin datang ke kelas-kelas yang diadakan entrepreneur university guna bisa mendengar para mentor berbicara. pokoknya banyak deh…..

dua tahun telah berlalu saya tetap belajar terus untuk bisa jadi pembicara. sampai suatu saat saya diminta jadi pembicara sama seorang anak didik saya yang saya bina dulu dalam acara 30 hari jadi pengusaha yang disiarkan di jtv. nunung namanya, ia minta saya buat ngisi materi motivasi di penyuluhan yang dilakukan teman-teman kampusnya saat kkn. nunung ini kuliah di universitas airlangga, terang aja kesempatan ini saya sikat. walaupun gak dibayar saya mau, poko’e saya dapat piagam yang di tulis persis seperti apa yang ada di kamarnya danton.

akhirnya saya punya piagam yang isinya hampir sama seperti yang dulu ada di kamar danton, gak mirip-mirip sih, tapi minimal ada ucapan terima kasih, dan universitas airlangganya. sekarang piagam itu dengan bangga saya pajang di ruang tamu rumah saya yang merangkap ruang kerja saya, sehingga saya bisa melihatnya setiap hari dan orang lain yang datang dan berbicara dengan saya pun bisa melihatnya.

semenjak hari itu saya beberapa kali diundang jadi pembicara dan itu selalu saya pamerkan ke danton. sampe suatu saat saya baca statusnya danton di fasbuk, hebat bener dia, saat saya mulai jadi pembicara pemula danton udah jadi pembicara kelas kakap. makanya trus saya misuh-misuh itu tadi. saya ternyata lom bisa ngejar prestasinya danton. tapi terus saya ngaca dan intropeksi diri tentang apa saja yang saya lakukan selama ini buat jadi pembicara. saya belajar secara gratisan, dengan biaya murah, sehingga hasil yang diperoleh pun masih belom memuaskan diri saya.

terus saya ngaca dengan apa yang dilakukan danton selama dua tahun ini, danton tetap mengasah kemampuannya berbicara di depan publik. semua pelatihan dia ikuti, gak peduli biayanya, sampai puluhan jutapun, pokoknya kalo menarik minatnya pasti dia bayar. kalo saya itung-itung biaya yang danton keluarkan buat biaya belajarnya, sampai sekarang ini, mungkin sama dengan nilai susuki karimun estillo yang baru saya beli.

ratusan juta….

biaya yang tidak sedikit untuk belajar, sebanding dengan prestasi yang danton peroleh. sementara saya pilih beli mobil dibanding keluar duit buat belajar jadi pembicara, makanya hasil yang saya perolehpun cuman bisa buat bergaya. selain itu danton berani mengambil tantangan yang dilontarkan seorang Badroni Yuzirman, dimana tidak seorangpun di milis yang menanggapinya, selain malah mengajukan dan mengusulkan nama orang lain.

itu deh, saya cuman bisa misuh-misuh sambil janji mau belajar lebih giat lagi………

Leave a Reply