hawa panas menyerang….

posted in: Artikel Menarik | 0

ada fenomena menarik yang saya alami. pada saat ini saya punya semakin saya banyak teman, teman-teman yang semuannya pengusaha, tapi rasanya hidup ini semakin tidak tenang rasanya.kenapa bisa begitu?

karena teman-teman saya itu semakin hari semakin menunjukkan prestasi bisnis yang gilang gemilang. yang tadinya kita sama-sama merayap untuk maju, sekarang rasanya saya sudah banyak ketinggalan karena saya masih merangkak sedangkan banyak teman saya yang sudah berlari kencang. saking kencangnya sehingga sudah sulit lagi buat dikejar.

dengan banyak hal yang saya peroleh dari hasil usaha saya, agaknya bikin saya selama ini sudah kembali masuk ke dalam zona nyaman. suatu wilayah yang sangat berbahaya, dimana bisa membuat diri kita terlena. padahal zona nyaman itu seharusnya gak boleh didekati, apalagi untuk dimasuki.

keadaan disana sangat tenang, nyaman dan damai. kehidupan berjalan mulus tanpa ada rintangan, tanpa saingan dan kompetitor. kondisi ini bikin terlena. padahal mestinya saat kita memproklamasikan diri kita sebagai entrepreneur, zona nyaman langsung di taruh didepan kita dengan tanda perboden yang besar. harus selalu kita hindari. tapi menghindarnya ternyata sulit tidak semudah yang dibayangkan, apalagi saat usaha kita sudah bisa berputar dengan sendirinya tanpa perlu terlalu banyak campur tangan dari kita sebagai owner. saya merasakan itu sekarang ini. rasa bosan yang luar biasa datang menghampiri, sepertinya sudah gak ada tantangan lagi, saya bingung musti bikin apa dan bingung musti ngerjain apa.

dulu pada saat mulai, saat merintis usaha, rasanya pingin banget ditanyain sama teman-teman, relasi atau orang lain yang gak kita kenal sama sekali tentang keberhasilan bisnis yang saya miliki. pingin sekali dirubung sama teman-teman yang sedang bingung mencari bisnis, persis seperti saya dulu ngerubung para mentor yang sudah sukses bisnisnya, ngejar-ngejar mereka hanya sekedar bisa bertanya atau foto bareng. rasanya gimana gitu perasaan saya saat itu, melihat mentor-mentor saya itu dirubung murid-muridnya, ditanya macem-macem tentang bisnis. saat para mentor itu menjawab pertannyaan kita, rasanya mereka itu gagah banget, sakti mandraguna, hebat.

pingin sekali rasanya jadi kayak mereka, jadi mentor yang hebat, punya bisnis yang katanya bagus, yang bisa menjawab segala pertannyaan kita dengan mudahnya….

sekarang ini sekian tahun berlalu,

rasa sombong dah datang menyerang, memasuki otak saya…

saya dah ngerasa jadi mentor, dirubung orang banyak yang bertanya dengan kagum pada saya, punya murid, punya toko lebih dari satu, punya asset lebih dari satu, punya hutang lancar yang banyak, punya karyawan banyak, sering diundang jadi pembicara, duduksejajar dengan para mentor, bahkan lebih dulu dapat award dari mentor-mentor saya dan masih banyak lagi perasaan yang bikin bangga.

semua bikin terlena, bikin mabuk, bikin melayang di awang-awang, bikin masuk di zona nyaman yang terlarang itu.

trus apalagi yang dicari kayaknya semua sudah terhidang didepan mata tinggal menyantap saja. apa yang dulu saya impikan, rata-rata sudah terealisasi….

parah…

sampai suatu saat saya dapat sms dari teman, yang mengabarkan bahwa dia masuk tv, metro tv, talk show dengan rhenald khasali dan dian sastrowardoyo, hebat luar biasa.  teman baik saya itu ternyata sudah berubah menjelma menjadi raksasa yang menakutkan. anggara pemilik bakso kepala sapi yang selama ini selalu saya anggap sebagai anak kecil, anak bawang, anak kemaren sore benar-benar sudah ber’triwikrama’ menjadi tokoh nasional yang fenomenal.

kenapa anggara bisa, saya pikir, saya renungkan sampe gak bisa tidur. ternyata yang dia lakukan sederhana kok, dia cuman mencari lingkungan baru yang membuat adrenalinnya berpacu lebih kencang, dia tinggalin surabaya tempatnya sekolah dan pulang kampung dimana dia dekat dengan orang tuanya. di surabaya dia merasa tidak ada tantangan karena lingkungan disitu tidak membuatnya berpacu, di kampungnya dia hidup lebih tidak tenang karena orang tuanya pasti akan berteriak setiap saat agar anggara segera berprestasi. di kampungnya dia lebih dekat dengan para pengusaha yang lebih sakti dimana bisa bikin dia terpacu dalam berbuisnis, ilmu-ilmu baru dapat dia peroleh jurus-jurus baru segera dapat dia kembangkan buat kesuksesannya.

itu menyadarkan saya seperti menampar pipi kiri dan kanan sehingga saya terbangun. wah saya harus segera berubah harus segera merombak rutinitas yang sekarang menjadi kegiatan sehari-hari. harus cari tantangan baru, harus cari kawan baru, harus cari lingkungan baru yang bisa melecut saya untuk menghasilkan suatu prestasi baru.

ada pesan awal yang saya dapat dari seorang mentor saat saya mulai jadi entrepreneur, dia mengatakan  seseorang dapat menjadi sesuatu yang luar biasa bila dia memulainya dalam kondisi terdesak, kepepet, ternyata sangat mengena. dan itu ternyata gak harus dilakukan oleh para pemula saja. setiap orang harus melakukannya tidak peduli siapapun dan dalam kondisi apapun.

saya merasa saya harus tetap dalam kondisi kepepet kalo mau selamat, kalau mau tetap maju kalau beneran pingin berubah. saya merasa gak  boleh sedetikpun merasa nyaman, saya harus bikin sendiri kondisi kepepet itu, beda dengan dulu dimana saya terjebak dalam kondisi yang benar-benar kepepet sehingga gak ada pilihan lain, selain melakukan sesuatu. take action!

kondisi sekarang sangat berbeda saya yang harus menciptakannya, dulu kepepet merupakan suatu hal yang dihindari, sesuatu yang menakutkan tapi sekarang kepepet merupakan sesuatu yang dicari dan dirindukan…

aneh kan…

Leave a Reply