guru = nasi bungkus / bungkusan krupuk

posted in: Artikel Menarik | 0

suatu saat secara tidak disangka-sangka, seseorang yang saya anggap benar-banar sebagai guru favorit saya memberikan komentar pada sebuah artikel yang saya tulis.  tidak hanya  sekedar berkomentar aja, beliau bahkan mengirimi saya surat dan mengajak saya berdiskusi empat mata.  wah suatu kesempatan yang tidak akan terulang, karena dalam kesehariannya beliau ini sangat sibuk dan sulit sekali membagi waktu  bila diajak berkomunikasi, apalagi sampai bisa berbicara empat mata.

mungkin menurut pandangan teman-teman saya yang lain, guru favorit saya ini sama kedudukannya seperti guru-guru yang lainnya alias biasa saja. keistimewaan beliau hanya karena pemahaman terhadap ilmu yang dikuasainya sangat mendalam, sementara ilmu yang beliau ajarkan itu bukanlah sebuah ilmu pengetahuan yang populer dalam masyarakat dan menurut saya tingkat keilmuan beliau itu sudah bisa dikatakan  sebagai pakar atau ahli.  secara pribadi sebenarnya yang bikin saya bener-bener mengakuinya sebagai guru adalah  karena dari semua guru-guru yang menurunkan ilmunya pada saya untuk saya pelajari, hanya ajaran beliaulah yang bisa membuka mata saya, mencerahkan otak saya dan bikin saya bersemangat untuk maju. atas dasar hal itu makanya dari semua guru yang ada beliau ini lah yang saya sebut sebagai benar-benar guru saya.

saking terobsesinya, saya bener-bener pingin jadi seperti guru saya itu, bahkan kalau bisa ilmu yang saya kuasai nantinya akan melebihi ilmu beliau. dari situlah muncul minat saya untuk bisa menjadi seorang guru, pembicara dan motivator seperti beliau.  maka kemudian sebagai langkah action dari apa yang saya inginkan, disela-sela waktu mencari dan membangun bisnis, saya juga rajin datang keseminar-seminar sekedar untuk melihat cara bicara, gaya dan penyampaian materi dari si narasumber. sebagai akibat dari kegiatan itu,  maka kemudian ada hal baru yang secara tidak saya sadari berkembang menjadi kebiasaan, yaitu berdiskusi. jadinya saya pingin selalu ngobrol, bertukar pikiran dan saya  selalu ingin mencuri ilmu dan pengetahuan dari siapapun lawan bicara saya.

dari seringnya ikutan seminar, berdiskusi dan mengembangkan pengetahuan yang saya miliki akhirnya saya perlahan tapi pasti berubah menjadi seorang yang senang berbicara.  padahal aslinya saya dulu itu adalah seorang yang rada kuper dan pendiam.  pada perkembangan berikutnya, ternyata sifat-sifat saya yang keras, tegas, kritis dan emosian menyatu dan nampak jelas pada saat saya sedang bicara atau berdiskusi, sehingga  kritis, keras, langsung pada tujuan dan tanpa basa basi menjadi ciri khas dari gaya bicara saya.

menurut beberapa teman ciri ini bagus karena bisa langsung mengena atau menarik perhatian pendengarnya. tapi dilain sisi banyak temen juga yang bilang kalo cara bicara saya itu bisa menjadi unsur negatif karena seringkali bikin panas kuping dan tersinggung bagi yang mendengarnya, sebab  saya sering terlalu terus terang dan tanpa tedeng aling-aling dalam menyampaikan dan mengemukakan suatu masalah. pada kenyataannya kedua penilaian itu benar semua, terutama buat penilaian yang kedua.  sebagai akibat dari gaya bicara saya itu banyak bikin orang lain tersinggung, sakit hati dan akhirnya menjadi marah pada saya.

salah atau benar, jelek atau baik, positif atau negarif tidak terlalu berpengaruh bagi saya. karena menurut saya, ‘saya adalah diri saya sendiri dimana orang lain hanya bisa menilai tapi tidak boleh turut campur tanpa diminta’

makanya, walaupun sering bikin tersingung-singgung yang mendengar.  seringkali apa yang saya sampaikan  itu merupakan kebenaran dan kenyataan murni yang tidak dapat ditolak dan disangkal oleh siapapun.  karena sifat-sifat itu oleh beberapa teman dekat akhirnya saya dijadikan tempat bertanya. menurut mereka, ngobrol dengan saya itu mendapatkan dua keuntungan sekaligus.  selain bisa mendapatkan gambaran atau solusi dari permasalah yang sedang dibahas sebagai topik, maka asalkan tahan kuping dan hati tidak menjadi panas,  obrolan dengan saya bisa menjadi pemicu semangat dan menjadi motivasi baru buat yang mendengarkan.

lagi-lagi menurut teman-teman, dalam berdiskusi saya seringkali secara spontan mengatakan sebuah usulan teori yang sederhana dan mudah di praktekkan.  usulan-usulan atau saran yang sering tiba-tiba muncul dan kemudian keluar dari mulut saya itu sebenarnya biasa banget.  tapi karena saking biasa banget sering menjadi tidak terpikirkan atau terlewat begitu saja dari perhatian.  pola pikir yang sederhana, simple , gak mau repot, mudah mendapatkan dan mudah untuk dipraktekkan akhirnya menjadi salah satu ciri khas saya lainnya. inti pokoknya adalah sesuatu yang gak perlu dipikir panjang, lama dan serius,  atau suatu hal remeh yang bisa dilakukan secara mudah dan gamblang bila disampaikan dengan keras, tegas, penuh keyakinan dan kadang emosional bisa bikin pendengarnya mendapatkan masukan positif dan ide baru yang segar.  biasanya apa yang saya  bicarakan, setelah diolah sedikit dan dipikir lagi sedikit lebih serius,  dapat  digunakan menjadi batu lompatan untuk dijadikan alternatif pemecahan suatu masalah dan bisa menjadi solusi buat mereka yang bertanya.

saking sederhanya, saya seringkali lupa terhadap apa-apa saja yang sudah pernah saya katakan.  semua meluncur begitu saja keluar dari mulut saya, berubah menjadi kata-kata yang diucapkan  dengan tegas dan penuh semangat.   tapi mungkin buat yang mendengar, hal-hal sederhana yang saya katakan, karena tidak terpikirkan sebelumnya ternyata bisa  dirasakan manfaatnya. situasi seperti ini juga sering bikin saya terkaget-kaget sendiri, karena saya tiba-tiba bisa mendapatkan ucapan terima kasih dan apresiasi  yang begitu bagusnya dari orang yang seringkali tidak saya kenal.  mereka  berterima kasih karena saran-saran  saya dalam suatu pembicaraan sangat bermanfaat dan sangat menghasilkan.  padahal saya sendiri sering kali sudah lupa terhadap apa saja yang perah saya ceritakan,  dan saya sampaikan kepada siapa saja  cerita  itu sehingga bisa bikin orang yang dengar jadi lebih bersemangat dan memetik hasilnya.

gaya ngobrol ceplas-ceplos saya ternyata kemudian bisa bermanfaat buat orang lain yang mendengar. itu tentunya sangat menyenangkan buat saya. oleh beberapa teman saya malah dijuluki provokator karena ucapan-ucapan saya bisa bikin panas kuping dan bikin yang mendengar langsung bertindak karena termotivasi. apalagi kemudian teman atau orang yang memperoleh suatu prestasi itu bercerita kepada relasi dan lingkungannya, tentang keberhasilan yang diperolehnya itu antara lain akibat darii omongan dan saran-saran saya yang bikin kupingnya panas.

provokator, tempat bertanya, mentor, guru, atau konsultan adalah julukan penuh canda akrab yang sering di ungkapkan teman-temanpada saya. walaupun cuman bercanda tapi julukan itu bikin saya bangga setengah mati karena saya masih bisa bermanfaat bagi orang lain.  rasa senang dan bangga seringkali muncul dalam  diri saya bila melihat teman yang dulu sering bertanya pada saya tiba-tiba mendapatkan penghargaan atau  bisnisnya berkembang pesat. rasa senang dan bangga ini sepertinya buat saya lebih meyenangkan dari pada uang karena ternyata bisa bikin saya ketagihan. saking senangnya nggacor dan berharap dari apa yang saya sampaikan bisa bikin perubahan atau menjadi manfaat buat yang ndengerin, maka saya  tetep seneng  berangkat nggacor kemana-mana walaupun nggak mendapatkan hasil berupa uang dari sana bahkan malah sering harus tekor buat makan-makan dan ongkos transport.

istri saya pernah protes karena kegiatan nggacor ini sering menyita banyak waktu dan dianggap sia-sia karena tidak membawa manfaaat langsung buat keluarga. tapi saya cuek aja dan  berusaha  meyakinkan  istri, bahwa hasil dari suatu tindakan yang positif itu gak melulu berupa uang tunai tapi  bisa juga berupa  perolehan manfaat lain yang mungkin lebih berharga dan yang tidak pernah kita sangka-sangka.

kadang saya berfikir bahwa mungkin perasaan inilah yang dirasakan oleh para guru-guru dan pendidik, yang rela hidup miskin dan susah hanya agar bisa mengajarkan sesuatu pada muridnya. dengan harapan suatu hari nanti  para muridnya bisa membuatnya bangga dengan menorehkan suatu prestasi atau kesuksesan.  apabila murid berhasil dan berprestasi, mereka akan langsung dapat rewardnya juga puji-pujian saat itu juga. dan hampir tidak pernah ada kejadian dimana guru juga mendapatkan reward karena telah mengajarkan sesuatu yang bikin muridnya berprestasi. apapapun yang terjadi para guru ini tetep bertahan pada profesinya.

rasa bangga, hanya itu!……………….

mungkin rasa yang sangat saya nikmati saat ini. saat melihat teman bisa berprestasi karena merasa bahwa saya juga turut andil (walaupun kecil) dalam proses yang membuat teman tadi berprestasi. ini murni perasaan pribadi saya, karena bisa jadi keterlibatan saya tidak diakui dalam proses-proses perjalanan seseorang menuju prestasi.

apapapun kata orang, apapun kata istri saya (kebetulan istri saya berprofesi sebagai dosen) saya tetep melakukan yang saya suka selama masih dalam batas-batas toleransinya. apapun saya tetep butuh dukungan istri dalam setiap tindakan saya.

https://i2.wp.com/www.mayormozenaforla.com/Talkshowhost.gif?resize=168%2C168

seorang entrepreneur senior dan nyentrik yang juga seorang motivator, yang kemudian berkenan menerima saya untuk menjadi teman diskusi, perrnah bilang secara guyonan saya nggak mau dipanggil atau disebut sebagai guru, karena guru teteplah menjadi seorang guru sampai kapanpun, sedangkan anak didiknya bisa menjadi apa saja yang luar biasa’

keinginan sederhana saya, saat masih menjadi seorang pemula yang sedang belajar, hanyalah ingin bisa menyamai gurunya. tapi ternyata keinginan sederhana saya itu menuntun semua tindakan dan perjalanan hidup saya sampai seperti sekarang.

saat berkesempatan chat dengan guru favorit saya itu, saya bertanya pada beliau : ‘apakah saya murid bapak yang baik’ beliau hanya tersenyum. tapi senyuman itu bikin bangga hati saya maka saya lanjutkan pertanyaan saya ‘jika saya menjadi murid bapak dalam dunia pendidikan formal, apakah saya akan lulus dengan mendapatkan prestasi summa cum laude’ lagi-lagi beliau tidak menjawab tapi kini senyumnya semakin lebar……….

Leave a Reply