
Ketika cerita tentang kondisi warungnya sekarang wajah riang senior saya itu berubah murung apalagi saat beliau bercerita tentang omsetnya yang semakin melorot di 6 bulan belakangan ini.
Kisahnya diawali dengan pembelian sebuah lahan oleh beliau karena beliau pingin semakin membesarkan warung makannya yang tadinya menurut beliau sangat tidak representatif walopun rame.
Beliau pingin membuat pelanggannya nyaman saat makan, untuk itu dibelilah sebidang tanah dari keuntungan 3 tahun buka warung makan.
Letak lokasinya memang gak strategis warungnya yang pertama, letak yang sekarang jauh masuk ke dalam kampung, beliau beli bukannya tanpa perhitungan, beliau beranggapan dengan ramainya warung yang ada sekarang dan banyaknya pelanggan setia maka jika warung dipindah ke tempat yang agak 'masuk' tapi di beri fasilitas lebih seperti kenyamanan dan hot spot maka pelanggan akan tetap mengejarnya apalagi kawalitas rasa dan harga murah tetap dijaga.
[+]
- dor…dor…dor…tahu dor
- Pemerintah itu Motivator Handa...
- Jurus ‘nderek mulyo̵...
- Tomcat sebagai Brand baru
- Soto segar mbok Giyem Solo
- belajar banyak dari pasar trad...
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...



