
saat ngluyur di jakarta tempo hari, saya main kerumah seorang teman sma. dianya tinggal disebuah rumah yang berukuran 3x3,5. ia hidup disana bersama dengan seorang istri dan 2 orang putranya yang sudah duduk di bangky sekolah dasar. bener-bener rumah yang gak layak disebut rumah huni - atapnya terbuat dari asbes yang bila hari semakin siang maka udara di dalam rumah yang bertembok batako tanpa plester serta lantai berkeramik yang sudah hancur di sana sini sehingga plester semennya tampak dimana-mana itu semakan panas dan pengap.
yang tampak mewah dari rumah tanpa perabot itu hanya sebuah televisi 14' jaman dulu yang suara dan gambarnya gak jelas lagi. pintu dan tembok depannya terbuat dari seng sedang ada sebuah pintu dari seng yang berhubungan dengan halaman belakang yang sudah dilapisi plester semen. di sana ada tempat cuci piring yang menjadi satu [+]
Sam Urai :
"menjadi entrepreneur adalah pilihan - memberdayakan usaha dengan mengembangkan modal melalui kredit perbankan juga pilihan - yang terpenting bagaimana saya mempertanggung jawabkan pilihan-pilihan hidup itu"
saya tadi chating dengan kawan lama saya dulu sekelas di sma. bercerita tentang kawan kita lainnya yang nasibnya tidak seberuntung kami. memang kawan tadi sebutlah di x memilih jalur entrepreneur dalam mengais rejeki dalam pertarungan hidup di dunia ini. awalnya dia punya tempat cuci mobil yang ramai karena memang tempat usahanya strategis sekali. ditambah lagi dia berasal dari suatu suku di propinsi sumatra utara yang banyak berprofesi sebagai sopir metro mini plus keramahannya bisa bikin para sopir yang sesuku tadi mencucikan [+]
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran



