yang ini sepertinya biasa banget dan sudah sering diulas dimana-mana. tapi pada prakteknya luar biasa sulit. padahal budaya kita selalu mengajakan untuk berpikir positive. yang saya tau secara guyonan orang jawa selalu dianggap berpikiran positif (ini gak ada maksud sara ya) setiap kali tertimpa musibah selalu saja masih bersyukur dan mengucapkan ‘untung saja’. seperti misalnya setelah terkena musibah kecelakaan mobil dan harus diamputasi tangannya, masih terlontar kalimat ‘untung yang diamputasi hanya satu tangan dan tidak sampai meninggal padahal kecelakaannya parah’ atau habis kecurian masih sempat ‘untung yang diambil hanya uangnya sedangkan dompet dan surat-surat pentingnya dikembalikan’

ungkapan seperti diatas sering saya dengar, yang mengucapkan bicara dengan nada serius tapi yang mendengar bisa senyam senyum, wong baru dapat musibah parah kok masih sempat-sempatnya bilang untung. saya yakin tidak hanya dalam ajaran agama dan budaya saja berpikir positif itu diajarkan. tapi dalam semua sendi kehidupan juga harus dipraktekkan.

susahnya menerapkan ajaran berpikir positif ini.

tapi tetep aja musti dikerjakan karena setelah saya berusaha setengah mati untuk mempelajarinya baru saya tau kegunaan dari ilmu ini. paling tidak yang saya liat dari diri saya adalah munculnya rasa percaya diri yang cukup tinggi. padahal dulunya saya seorang yang introvert dan sulit sekali bergaul. lalu saya jadi sangat mudah bersyukur, padahal dulunya saya sangat pengomel dan tukang protes. sekarang juga masih seeh gak ilang sama sekali sifat pengomel dan tukang protesnya tapi sekarang otak ini cepat bisa diubah untuk  mikirin hal-hal yang lainnya yang lebih positive.

semua saya cari unsur positivenya dan itu yang kemudian bisa bikin semua faktor  penyebab munculnya rasa kecewa semakin turun prosentasenya. paling kalo ada apa-apa yang gak sesuai dengan keinginan langsung ditutup dengan mikir ‘mungkin belom waktunya saya dapetin sekarang’

norak banget dan sok tua banget seeh sepertinya, tapi itu beneran langkah-langkah yang bikin semangat ini menyala terus. karena saya sadar sebagai orang yang terjun di dunia beginian, pola hidup saya berbeda dengan mayoritas manusia lainnya yang tidak paham dengan apa yang saya lakukan.

mengalihkan semua pikiran negative dan rasa kecewa yang saya punya ke hal yang lebih positive itu terus saya pelajari sampe sekarang, saya belajar lewat teman-teman yang selalu mengungkapkan kata-kata positive disetiap kondisi hidup yang mereka alami.

yang dulu gak pernah saya lakukan dan sekarang saya lakukan adalah saya lebih sering ngaca, (intropeksi diri) gimana bentuk saya sekarang, saya banding dengan bentuk saya dulu lalu saya bandingkan dengan bentuk teman-teman saya .

trus saya juga dah gak sering lagi ndongak ke atas tapi lebih sering noleh kesamping kiri kanan atau menunduk melihat kebawah. ndongak ke atas itu sering bikin rasa sakit hati dan kecewa muncul kalau perbedaan saya dengan yang diliat terlalu jauh. paling kalo saya ndongak hanya untuk nggambar atau melihat tujuan apa yang musti saya capai. noleh kesamping bikin saya adem karena ternyata saya nggak sendirian, banyak kawan yang seperti saya rupanya sedangkan nunduk untuk ngeliat ke bawah bikin saya tenang karena rupanya masih banyak teman atau orang lain yang kehidupannya masih jauh dibawah saya.

pokoknya gimanapun saya musti lakukan supaya pikiran positive itu tetep melekat diotak ini………

berat memang tapi saya pasti bisa kok……….

saya selalu bilang jangan pernah merasa jelek, jangan pernah merasa bodoh, jangan pernah merasa tidak bisa, jangan pernah merasa gagal, jangan pernah merasa sendiri, janga n pernah merasa selalu disia-siakan oleh semua orang sepanjang hidupmu – karena apapun saya adalah juara dan saya adalah ciptaan-Nya yg tersempurna…

penolakan itu biasa aja dah seperti minum energy drink – kekecewaan itu bukan hal yang aneh lagi dah seperti ngopi di cafe – disepelein apalagi dah seperti makan gorengan diwarung aja – pantang menyerah sebelum nyawa pisah dari raga………

segoblok – gobloknya orang goblok adalah orang yang tidak pernah bisa melihat potensi diri dan prestasi yang dimilikinya, apalagi jika ia sampai menolak semua pujian dari orang lain atas prestasi yang dimilikinya dan dihasilkannya hanya karena dugaan bahwa semua pujian itu penuh kepalsuan dan basa basi belaka!!!!!!!!!!

saya gak pernah perduli apa kata orang lain terhadap diri saya karena mereka  selalu hanya bisa berkata-kata saja. pada saat saya susah mereka mencibir dan pada saat saya jaya mereka maniz. semua tindakan dan tujuan hidup saya adalah urusan saya seorangpun tidak ada yang boleh ikut campur tanpa saya minta – mau jadi apa saya kelak itu juga hak saya 100%. SAYA adalah apa kata SAYA (meminjam jargon seorang mantan teman tanpa ijinnya)

Agus Setiyawan
Agus Setiyawan

Maaf saya berpendapat lain :
1. Berpikirlah dari sudut pandang akan positifnya dan akibat negatifnya.

2. Selalu melihatlah yang positif dan juga yang negatif sebagai pembanding.
Baca Selengkapnya
3. Namun SELALULAH Berbuat Yang POSITIF karena ini yang diharuskan.

Jadi tidak hanya berpikir positif, mohon maaf dan terima kasih banyak.

Leave a Reply

©2008 Demo | Designed by: Elegant Wordpress Themes & Made free by SOURCE-Promo.com Promo Items | Valid XHTML | WordPress