
jaman saya sekolah dulu entah akhir sma atau awal masa kuliah ada sebuah cerita bersambung di sebuah majalah remaja yang sangat meng-inspirasi cita-cita dan mimpi saya sampe sekarang. ‘balada si roy’ sebuah cerita petualang remaja tanggung yang hobbynya menjelajah berbagai kota dengan menyandang ransel birunya. saya begitu mengidolakan tokoh ini sehingga pingin banget mengikuti jejaknya berpetualang dari kota ke kota.
entah karena kuatnya keinginan saya atau memang sudah waktunya dalam bulan-bulan terakhir ini saya serasa menjadi petualang seperti si roy itu. saya berpetualang ke beberapa kota yang ada di Indonesia hampir tanpa rencana, dan bener-bener dengan menyandang ransel – green ransel.
saya bersyukur karena pilihan hidup saya untuk menjadi entrepreneur bisa membuat saya melakukan dan mewujudkan hal itu. saya berkelana di tiap kota itu bener-bener jalan-jalan saja, [+]

siang itu saya nonton merah putih the movie bareng my first son n his mom. sudah lama kami pingin nonton film perang ini karena jagoan saya yang satu ini lagi seneng-senengnya sama cerita perang indonesia lawan penjajah, tapi kami tunda-tunda terus sampai gema film ini dibioskop tidak terlalu booming lagi biar gak rame saat nonton.
menurut saya secara keseluruhan film ini ceritaya biasa saja seperti film-film perang khas buatan indonesia lainnya yang saya tonton saat [+]
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran
- ketika anak-anak merasa di ter...



